S. Bagio: Perbedaan revisi

2.456 bita ditambahkan ,  13 tahun yang lalu
+info
(+info)
{{rapikan}}
'''S. Bagio''' ([[Purwokerto]], [[3 Maret]] [[1933]]-[[1993]]) adalah seorang [[pelawak]] dan [[aktorpemeran]] [[Indonesia]],. iaIa terkenal lewat grup lawak [[Bagio CS]] bersama [[Darto Helm]], [[Diran]], dan [[Sol Saleh]]. Ia adalah satu-satunya anak lelaki keluarga Siswo Soewarno, seorang asisten [[wedana]] di [[Sumbang, Banyumas|Sumbang]] Purwokerto.
 
==Biografi==
Ia sempat kuliah di Fakultas Hukum [[Universitas Gadjah Mada]], namun tidak selesai karena ingin memusatkan perhatian pada karir melawak. Bagio CS selain muncul di [[televisi]] dan [[film]], juga aktif di berbagai panggung dan rekaman lawak, kadang disertai [[Eddy Sud]]. Bagio biasanya memerankan tokoh yang kagetan dan latah dengan kata-kata "Eh, copot.. copot!" Bagio menikah dengan Apik Hariyati dan dikaruniai 11 anak.
Ia satu-satunya anak lelaki keluarga Siswo Soewarno. Sejak kecil, si bungsu ini sering ditinggal ayahnya, Asisten Wedana Sumbang, Purwokerto, Jawa Tengah. Saat Bagio berusia 12 tahun, ibunya meninggal. Untuk mengusir sepinya, ia menghibur diri dengan keluyuran.
 
Di kelas VI SD, Drajat (yang belakangan juga jadi pelawak), mengajaknya main sandiwara. Perannya sebagai barang dalam karung yang dibawa Drajat di kereta api. ''Apa ini?'' tanya kondektur sambil menendang karung. ''Beras, Pak,'' kata Bagio dari dalam karung. Penonton geli dan semakin terbahak-bahak melihat ulah Bagio yang polos. ''Saya sangat ketakutan, penonton malah tertawa,'' cerita Bagio kemudian. Untung, ayahnya, yang dikira sedang turne tetapi ternyata ikut menonton, tidak marah. ''Pokoknya, kamu jadi apa saja, asal jangan tanggung-tanggung,'' kata Bagio menirukan pesan sang ayah.
 
Di Yogyakarta pula, Bagio berhasil memenangkan kejuaraan melawak, bersama Eddy Sud dan Iskak, yang selalu menempati urutan di bawahnya. Ini menentukan jalan hidupnya kemudian, meski ia terpaksa meninggalkan kuliahnya di FH UGM.Sesudah bergabung dan berpisah enam kali, kelompok lawak yang awet dan akrab dengan Bagio justru Darto Helm, Diran, dan Sol Saleh -- yang sejak 1983 memisahkan diri.
 
Bagio ternyata aktif juga dalam berkampanye KB. Padahal ketika pemerintah menggalakkan KB Bagio telah dikaruniai sembilan anak.
 
Selain itu Bagio tidak pernah melupakan masa melaratnya di sepetak kecil rumah kontrakan di sebuah gang becek yang selalu kebanjiran di Jakarta. Waktu itu, ia berdagang arang dapur, kelapa, dan istrinya, Apik Hariyati, berjualan lontong.
 
Bagio pernah jugamembentuk grup ketoprak Suryo Budoyo, yang memakai bahasa Indonesia. Agar yang bukan orang Jawa pun bisa menikmatinya, demikian alasannya. Ia ingin melawak sampai tua. ''Kalau masih laku,'' katanya. Sebagai bekal ia telah memiliki tanah yang ditanami cengkih dan buah-buahan serta palawija. Ia juga sedang menulis buku, Bagaimana Aku Melawak. Skenarionya sudah difilmkan, Buah Bibir dan Pulau Putri.
Ia adalah satu-satunya anak lelaki keluarga Siswo Soewarno, seorang asisten [[wedana]] di [[Sumbang, Banyumas|Sumbang]] Purwokerto.
 
Ia sempat kuliah di Fakultas Hukum [[Universitas Gadjah Mada]], namun tidak selesai karena ingin memusatkan perhatian pada karir melawak. Bagio CS selain muncul di [[televisi]] dan [[film]], juga aktif di berbagai panggung dan rekaman lawak, kadang disertai [[Eddy Sud]]. Bagio biasanya memerankan tokoh yang kagetan dan latah dengan kata-kata "Eh, copot.. copot!" Bagio menikah dengan Apik Hariyati dan dikaruniai 11 anak.
Selain itu Bagio pernah menjadi peran utama film ''Mat Dower'' dengan aktris seksi diwaktu itu, yaitu [[Rahayu Effendi]] dan juga pernah dinominasihkan di [[FFI]] dalam film ''Sang Guru''.
 
==Karir==
* Pelawak bersama Dradjat (1950-1955)
* Pelawak bersama Pak Guno (1956)
* Bergabung dengan Eddy Sud dan Iskak (1957)
* Bergabung dengan [[Bing Slamet]], Cepot, Mang Topo, dan Saimun
* Bergabung dengan [[Iskak]] dan Atmonadi (1961)
* Bergabung dengan Iskak dan Ateng (1963)
* Bergabung bersama Sol Saleh, Darto Helm, Diran (1970-1983)
* Pelawak bersama Diran dan Darto Helm (1983-1993)
 
==Filmografi==
{{indo-bio-stub}}
 
[[Kategori:Kelahiran 1933|Bagio, S.]]
[[Kategori{{DEFAULTSORT:Kematian 1993|Bagio, S.]]}}
[[Kategori:PelawakKelahiran Indonesia|Bagio, S.1933]]
[[Kategori:PemeranKematian Indonesia|Bagio, S.1993]]
[[Kategori:Pelawak Indonesia]]
[[Kategori:Pemeran Indonesia]]
[[Kategori:Penulis Skenario Indonesia]]
37.381

suntingan