Buka menu utama

Perubahan

3 bita ditambahkan, 3 tahun yang lalu
k
tidy up, replaced: dimana → di mana (2), hirarki → hierarki
 
=== Jenis berdasarkan hirarki dan ukuran ===
Dari ukuran, kerumitan, dan kemegahannya candi terbagi atas beberapa hirarkihierarki, dari candi terpenting yang biasanya sangat megah, hingga candi sederhana. Dari tingkat skala kepentingannya atau peruntukannya, candi terbagi menjadi:
# '''Candi Kerajaan''', yaitu candi yang digunakan oleh seluruh warga kerajaan, tempat digelarnya upacara-upacara keagamaan penting kerajaan. Candi kerajaan biasanya dibangun mewah, besar, dan luas. Contoh: [[Candi Borobudur]], [[Candi Prambanan]], [[Candi Sewu]], dan [[Candi Panataran]].
# '''Candi Wanua atau Watak''', yaitu candi yang digunakan oleh masyarakat pada daerah atau desa tertentu pada suatu kerajaan. Candi ini biasanya kecil dan hanya bangunan tunggal yang tidak berkelompok. Contoh: candi yang berasal dari masa [[Majapahit]], [[Candi Sanggrahan]] di Tulung Agung, [[Candi Gebang]] di Yogyakarta, dan [[Candi Pringapus]].
Kebanyakan bentuk bangunan candi meniru tempat tinggal para [[dewa]] yang sesungguhnya, yaitu [[Gunung Mahameru]]. Oleh karena itu, seni arsitekturnya dihias dengan berbagai macam ukiran dan pahatan berupa pola yang menggambarkan alam Gunung Mahameru.<ref name="Sejarah"/>
 
Peninggalan-peninggalan purbakala, seperti bangunan-bangunan candi, patung-patung, [[prasasti]]-prasasti, dan ukiran-ukiran pada umumnya menunjukkan sifat kebudayaan Indonesia yang dilapisi oleh unsur-unsur Hindu-Budha.<ref>Marwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, "Sejarah nasional Indonesia: Jaman pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia", PT Balai Pustaka, 1992, 9794074098, 9789794074091.</ref> Pada hakikatnya, bentuk candi-candi di Indonesia adalah [[punden berundak]], dimanadi mana punden berundak sendiri merupakan unsur asli Indonesia.<ref>"Sejarah 2", Yudhistira Ghalia Indonesia, 9797469069, 9789797469061.</ref>
 
Berdasarkan bagian-bagiannya, bangunan candi terdiri atas tiga bagian penting, antara lain, kaki, tubuh, dan atap.<ref>"Seri IPS SEJARAH", Yudhistira Ghalia Indonesia, 9797468003, 9789797468002.</ref>
Bahan-bahan untuk membuat candi antara lain:
# '''Batu [[andesit]]''', batu bekuan vulkanik yang ditatah membentuk kotak-kotak yang saling kunci. Batu andesit bahan candi harus dibedakan dari batu kali. Batu kali meskipun mirip andesit tapi keras dan mudah pecah jika ditatah (sukar dibentuk). Batu andesit yang cocok untuk candi adalah yang terpendam di dalam tanah sehingga harus ditambang di tebing bukit.
# '''Batu putih''' (''tuff''), batu endapan piroklastik berwarna putih, digunakan di Candi Pembakaran di kompleks [[Ratu Boko]]. Bahan batu putih ini juga ditemukan dijadikan sebagai bahan isi candi, dimanadi mana bagian luarnya dilapis batu andesit
# '''Bata merah''', dicetak dari lempung tanah merah yang dikeringkan dan dibakar. Candi Majapahit dan Sumatera banyak menggunakan bata merah.
# '''Stuko''' (''stucco''), yaitu bahan semacam beton dari tumbukan batu dan pasir. Bahan stuko ditemukan di percandian Batu Jaya.
109.521

suntingan