Suku Livonia: Perbedaan revisi

3 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tahun pasti kedatangan orang-orang Ural ke wilayah Livonia masih diperdebatkan. Menurut perkiraan linguistik, nenek moyang orang Livonia modern tiba di pesisir timur [[Laut Baltik]] di sekitar [[Teluk Riga]] paling awal pada tahun 1800 SM,<ref>Petri Kallio 2006: Suomalais-ugrilaisen kantakielen absoluuttisesta kronologiasta. — ''Virittäjä'' 2006. (With English summary).</ref><ref>Häkkinen, Jaakko 2009: Kantauralin ajoitus ja paikannus: perustelut puntarissa. – ''Suomalais-Ugrilaisen Seuran Aikakauskirja'' 92. http://www.sgr.fi/susa/92/hakkinen.pdf</ref> sementara penelitian haplogrup [[kromosom Y]] menunjukkan bahwa mereka datang 5.000 tahun yang lalu, dan interaksi antara suku-suku Finn dengan [[Balt]] sesudahnya memicu konversi linguistik beberapa kelompok Uralik di sekitarnya seperti [[bangsa Lituania|Lituania]] dan [[bangsa Estonia|Estonia]].<ref>Virpi Laitinena et al. (2002), ''Y-Chromosomal Diversity Suggests that Baltic Males Share Common Finno-Ugric-Speaking Forefathers'', Human Heredity, pages 68-78, [http://content.karger.com/ProdukteDB/produkte.asp?Aktion=ShowPDF&ArtikelNr=57985&Ausgabe=228324&ProduktNr=224250&filename=57985.pdf]</ref>
 
Secara historis, suku Livonia tinggal di dua wilayah yang terpisah di Latvia: satu kelompok di Livonia dan yang lainnya di pesisir utara [[Courland]]. Orang-orang Livonia menjuluki diri mereka ''rāndalist'' ("penghuni pesisir") dan bermata pencaharian dalam bidang [[perikanan]], [[agrikultur]] dan [[peternakan]]. Mereka mengendalikan rute perdagangan yang penting di [[Sungai Daugava]] (Livonia: ''Väina''), sehingga budaya mereka berkembang melalui perdagangan dengan orang-orang [[Gotland]], [[Rusia]], [[Finn]], dan semenjak akhir millenium pertama dengan orang-orang [[bangsa Jerman|Jerman]], [[bangsa Swedia|Swedia]], dan [[bangsa Denmark|Denmark]]. Namun, dengan berkembangnya perdagangan datang pula [[misionaris]] dari [[Eropa Barat]] yang ingin meng[[Kekristenan|kristen]]kan orang-orang Livonia yang [[pagan]]. Ketika upaya ini kurang berhasil, ordo [[Fratres militiæ Christi Livoniae]] didirikan untuk memaksa mereka menjadi Kristen. Akibatnya, [[Perang Salib Livonia]] meletus dan ordo tersebut berhasil menundukan orang-orang Livonia. Pada tahun 1208, [[Paus InnocentInnosensius III]] menyatakan bahwa semua orang Livonia telah menjadi Kristen.<ref name="Baltian historia">Vilho Niitemaa ja Kalervo Hovi, Baltian historia, Helsinki 1991, ISBN 978-9513091125</ref> Namun, perang tersebut mengakibatkan kehancuran wilayah Livonia dan banyak penduduk yang tewas. Suku-suku Latvia kemudian datang ke wilayah lembah Daugava pada tahun 1220 dan mengisi kekosongan yang diakibatkan oleh perang.
 
Beberapa abad berikutnya, akibat peperangan antara kekuatan-kekuatan besar Eropa di wilayah Livonia (seperti [[Perang Livonia]] yang melibatkan [[Ketsaran Rusia]] melawan koalisi Denmark, [[Persemakmuran Polandia-Lituania]], dan Swedia) dan bercampurnya pengungsi, orang-orang Livonia pada akhirnya ter[[asimilasi]] dalam kelompok Latvia. Pada pertengahan akhir abad ke-19, bahasa dan budaya Livonia telah menghilang sepenuhnya.