Waduk Punden: Perbedaan revisi

3 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
k
tidy up, replaced: jaman → zaman (2)
k (tidy up, replaced: jaman → zaman (2))
 
== Etimologi ==
Disebut Waduk Punden<ref>http://www.kabarseputarmuria.com/?p=6806</ref> karena tempat ini merupakan punden atau tempat yang di pundi atau dihargai oleh desa Gemulung Pecangaan Jepara sejak dahulu. Dan Punden ini sudah ada sejak jamanzaman dahulu dan terus di rawat , di lestarikn oleh warga hingga sekarang sebagai penghargaan kepada leluhur desa pada waktu dulu. Tempat ini disebut waduk punden juga karena tempat ini bersumber dari punden desa Gemulung Pecangaan Jepara. Selain disebut waduk punden, juga dinamakan sendang Kamulyan, karena dengan adanya bendungan ini, petani disekitar waduk ini bisa merasakan kemulyaan (kemuliaan) dengan adanya irigasi ke sawah mereka melalui waduk ini. Dengan adanya waduk ini sawah-sawah warga bisa terairi dengan lancar. Dari sawah sawah itulah warga Gemulung bisa hidup layak tanpa kekurangan hidup kejen keringan atau Mulya sampai sekarang.
 
== Sejarah ==
Di jamanzaman dahulu<ref>http://www.kabarseputarmuria.com/?p=6899</ref> di desa Gemulung ada sebuah pundhen yang berujud belik atau mata air. Mata air itu cukup besar debitnya sehingga air yang keluar terkumpul dan dibendung sehingga menjadi sebuah sendhang. Warga Gemulung saat ini menyebutnya sebagai Waduk Punden atau Sendhang Kamulyan. Entah berfilosofi apa namun nama itu kini popular dan saat ini menjadi salah satu objek wisata andalan desa pertanian ini. Air dari Sendhang Gemulung ini cukup bersih. Selain itu juga sumber airnya cukup deras sehingga selain dimanfaatkan warga sekitar untuk kegiatan mandi dan mencuci.
 
Waduk yang semula berfungsi sebagai pengairan sawah di sepanjang aliran sungai desa [[Gemulung, Pecangaan, Jepara|Gemulung]], [[Krasak, Pecangaan, Jepara|Krasak]], [[Lebuawu, Pecangaan, Jepara|Lebuawu]], bahkan kala debit airnya penuh dapat mengairi sawah di Kecamatan [[Kalinyamatan, Jepara|Kalinyamatan]]. Karena dikelilingi dengan tumbuhan yang besar-besar dan rindang membuat lokasi waduk ini kian asri, pohonnya pun ada yang mencapai usia ratusan tahun tempat ini teduh dan nyaman untuk bersantai, memancing dan berperahu, mengitari indahnya suasana waduk. Bendungan irigasi ini dibangun sekitar tahun 1955<ref>http://www.archive.is/Or2G3</ref> mulanya hanya sebatas muara kecil, hingga pada tahun 1971 dapat alokasi impres sebesar 2,5 juta baru dibuat permanen dengan pintu air. Waduk permanen Gemulung ini masuk dalam harta bondo Pemerintah Desa Gemulung yang pengelolaanya ditangani oleh Karang Taruna.
Waduk Punden yang sering dikunjungi<ref>http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/04/05/berwisata-ke-waduk-punden-gemulung-pecangaan-jepara-354121.html</ref> oleh warga [[Pecangaan, Jepara|Pecangaan]], [[Kalinyamatan, Jepara|Kalinyamatan]], [[Welahan, Jepara|Welahan]], [[Mayong, Jepara|Mayong]] dan sekitarnya ini tentunya butuh perhatian agar semakin berkembang. Entah sebab apa, Meski belum dikembangkan area ini sering ramai dikunjungi, apalagi pasca dikembangkan nantinya. Sehingga, dalam hal ini pemerintah kabupaten [[Jepara]] bersama pemerintah desa [[Gemulung, Pecangaan, Jepara|Gemulung]] harus segera mengembangkan potensi yang telah ada.
 
Di kawasan waduk ini masih terlihat '''tidak tertata''' sebab belum adanya penataan secara serius, seharusnya ditata layaknya taman pohon yang indah. Langkah yang tepat perlunya ditanami pepohonan yang berdaun warna selain hijau misalnya merah atau kuning yang dikombinasikan dengan pohon-pohon tua yang sudah ada di Waduk Punden. Tapi alangkah baiknya jika ditanami pohon tak sekadar untuk penghijauan dan berteduh, tetapi pohon tersebut juga memiliki keindahan seperti '''[[jacaranda|Pohon Jacaranda]]''' atau '''[[Flamboyan|Pohon Flamboyan]]''' yang daunnya memiliki warna yang indah atau '''[[Bungur|Pohon Bungur]]''' dan '''[[Tabebuya|Pohon Tabebuya]]''' yang memiliki bunga indah. Serta menanam rumput Jepang atau rumput hias, dan menanam berbagai bunga warna warni. Membangun [[Candi bentar|Gapura khas Jawa]] dengan menggunakan batu bata. Ditambah, mendirikan gazebo-gazebo dengan atap wuwungan khas [[Rumah adat Jepara]] sehingga ketika warga berkunjung dapat dimanfaatkan untuk tempat berteduh.
 
== Referensi ==
110.443

suntingan