Buka menu utama

Perubahan

22 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
|related=Mayoritas [[suku Han]] dan minoritas [[suku Hui]] di [[Tiongkok]].
}}
'''Tionghoa-Indonesia''' adalah salah satu [[etnis]] di [[Indonesia]] yang asal usul keturunan mereka berasal dari [[Tiongkok]]. Biasanya mereka menyebut dirinya dengan istilah '''''Tenglang''''' ([[Hokkien]]), ''Tengnang'' ([[Bahasa Tiochiu|Tiochiu]]), atau ''Thongnyin'' ([[Bahasa Hakka|Hakka]]). Dalam bahasa [[Mandarin]] mereka disebut ''Tangren'' ([[Hanzi]]: 唐人, "orang Tang") atau lazim disebut ''Huaren'' ([[Hanzi Tradisional]]: 華人 ; [[Hanzi Sederhana]] : 华人) . Disebut ''Tangren'' dikarenakan sesuai dengan kenyataan bahwa orang Tionghoa-Indonesia mayoritas berasal dari Tiongkok selatan yang menyebut diri mereka sebagai orang Tang, sementara orang Tiongkok utara menyebut diri mereka sebagai orang [[Han]] (Hanzi: 漢人, [[Hanyu Pinyin]]: Hanren, "orang Han").
 
Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran mereka beberapa kali muncul dalam [[sejarah Indonesia]], bahkan sebelum [[Republik Indonesia]] dideklarasikan dan terbentuk. Catatan-catatan dari Tiongkok menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan kuno di [[Nusantara]] telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa di [[Tiongkok]]. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya.
 
Setelah negara Indonesia merdeka, orang Tionghoa yang berkewarganegaraan Indonesia digolongkan sebagai salah satu suku dalam lingkup nasional Indonesia, sesuai Pasal 2 UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.<ref>{{citation|last1 = Trisnanto|first1 = AM Adhy|title = Etnis Tionghoa Juga Bangsa Indonesia|newspaper = Suara Merdeka|date = Minggu, [[18 Februari]] [[2007]]|year = 2007|url = http://www.suaramerdeka.com/harian/0702/18/nas04.htm|accessdate = [[13 Agustus]] [[2008]]}}</ref>
126

suntingan