Mandar dengkur: Perbedaan revisi

7 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
tidy up
k (→‎Teks yang dikutip: minor cosmetic change)
k (tidy up)
Mandar dengkur pertama kali diklasifikasikan sebagai ''Rallus plateni'' oleh ahli ornitologi Jerman [[August Wilhelm Heinrich Blasius]] pada tahun 1860,<ref name = hbwonlinefam/> tetapi dipindahkan ke genus [[Takson monotipik|monotipik]] saat ini ''Aramidopsis'' oleh ahli zoologi Inggris [[Richard Bowdler Sharpe]] pada tahun 1893.<ref name= sharpe>{{cite journal |last1=Sharpe |first1= Richard Bowdler |year=1893 |title= ''Aramidopsis'', gen. nov.| journal= Bulletin of the British Ornithologists' Club | volume= 1| page=54 | url =http://biodiversitylibrary.org/page/32475196 |doi= | jstor= |issue=}}</ref> Mengikuti Taylor (1998), mandar dengkur dianggap lebih mirip dengan [[mandar Pulau Inaccessible]] dan [[mandar bertenggorokan putih]] daripada anggota dari [[genus]] ''[[Rallus]]'',<ref name=hbwonline>{{cite web| author =Hoyo, Josep del; Elliott, Andrew; Sargatal, Jordi; Christie, David A; de Juana, Eduardo (eds.)|year=2013| title= Snoring Rail (''Aramidopsis plateni'') | work= Handbook of the Birds of the World Alive | url=http://www.hbw.com/species/snoring-rail-aramidopsis-platen| location =Barcelona | publisher= Lynx Edicions | accessdate = 28 May 2014}} {{subscription required}}</ref> tetapi studi [[gen]] [[mitokondria]] tahun 2012 menunjukkan bahwa spesies ini seharusnya ditempatkan di ''[[Gallirallus]]'', dengan [[mandar Lewin]] dan [[mandar berdada kelabu]] sebagai kerabat terdekatnya.<ref name= kirchman>{{cite journal |last1= Kirchman |first1= Jeremy J |year= 2012|title= Speciation of flightless rails on islands: a DNA-based phylogeny of the typical rails of the Pacific | journal= The Auk | volume=129 | pages= 56–59 | url = |doi=10.1525/auk.2011.11096|jstor= |issue=1}}</ref>
 
''Aramidopsis'' berasal dari nama genus dari [[limpkin]], ''Aramus'' dan akhiran Yunani ''opsis'', "menyerupai". Meskipun mandar ini berbagi asal namanya dengan spesies ''[[Aramides]]'' Amerika Selatan,<ref name=job52>Jobling (2010) p. 52.</ref> paruh khas, kaki tebal, dan perut lebih rendah bergaris membedakannya dari kelompok itu.<ref name= olson>{{cite journal|journal=Wilson Journal|url=https://sora.unm.edu/sites/default/files/journals/wilson/v085n04/p0381-p0416.pdf|volume=85|issue=4|pages=381–416 | last1=Olson |first1= Storrs L |year=1973 | title=A classification of the Rallidae | jstor=4160386}}</ref> Nama spesies ''plateni'' memperingati [[Carl Constantin Platen]], seorang dokter Jerman yang mengumpulkan burung dan kupu-kupu di [[Kepulauan Melayu]]<ref name=job309>Jobling (2010) p. 309.</ref> dan memberi Blasius spesimen mandarnya.<ref name=meyer> Meyer & Wiglesworth (1898) vol. 1, pp. 7–8. </ref> Nama umum mengacu pada suara khas burung ini, dan diberikan kepada burung sebagai ''der Vogel Schnarch'' (burung mendengkur) oleh ahli [[entomologi]] Jerman [[Gerd Heinrich]] ketika ia menemukan kembali spesies ini pada tahun 1932.<ref name= heinb> Heinrich (2007) pp. 103–105. </ref>
 
== Deskripsi ==
 
==Perilaku==
Habitatnya yang tidak dapat diakses dan distribusi yang jarang berarti bahwa sedikit yang diketahui tentang spesies ini. Beberapa burung ditembak oleh Platen dan ekspedisi lain yang dipimpin oleh [[Paul Sarasin]] dan sepupu keduanya, [[Fritz Sarasin|Fritz]], antara 1893 dan 1898,<ref name=meyer2> Meyer & Wiglesworth (1898) vol. 2, pp. 690–692. </ref> tetapi mandar kemudian tidak terlihat selama lebih dari tiga puluh tahun sampai Heinrich menemukannya hampir di akhir survei Sulawesi selama dua tahun, kemudian dikenal sebagai Celebes. Ia menggambarkan burung ini sebagai "tangkapan paling berharga yang pernah saya buru atau akan saya buru".<ref name= collar>{{cite journal |last1= Collar |first1=Nigel J|year=2009 |title= Pioneer of Asian ornithology: Gerd Heinrich | journal= BirdingASIA | volume=11 | pages=33–40 | url =http://people.ds.cam.ac.uk/cns26/njc/Papers/Gerd%20Heinrich%20pioneer%20of%20Asian%20ornithology.pdf }}</ref> Lebih dari satu dasawarsa kemudian, ahli ornitologi Belanda Louis Coomans de Ruiter juga membutuhkan satu tahun untuk menemukan mandar ini, meskipun berkonsentrasi pada habitat yang dikenal cocok.<ref name=birdbase/> Kemudian tidak ada penampakan didokumentasikan sampai burung-burung diamati pada tahun 1983 dan 1989.<ref name= Watling>{{cite journal |last1= Watling|first1=Dick |year=1983 |title= Ornithological notes from Sulawesi | journal= Emu | volume= 83 | pages= 247–261 | url = |doi=10.1071/mu9830247|jstor= |issue=}}</ref><ref name= lambert>{{cite journal |last1= Lambert |first1= Frank |year= 1989|title= Some observations of the endemic rails | journal= Kukila | volume= 4| pages=34–36 | url = http://kukila.org/index.php/KKL/article/view/47 |doi=|jstor= |issue=1}} (registrasi diperlukan)</ref> Catatan penglihatan tetap jarang,<ref name=birdbase/> dan hanya sekitar sepuluh spesimen bangkai telah dipelajari.<ref name = IUCN/>
 
Mandar dengkur menangkap kepiting di sungai dataran tinggi, dan krustasea ini mungkin merupakan makanan utama. Burung ini juga mencari makan di daerah berlumpur, dan telah dicatat sebagai pengkonsumsi kadal.<ref name=taylor>Taylor & van Perlo (1998) pp. 329–331.</ref> Tidak ada yang diketahui tentang perilaku pembiakannya selain laporan bahwa burung dewasa terlihat makan dengan dua anak ayam pada bulan Agustus 1983,<ref name=hbwonline/> tetapi laporan asli tidak memberikan rincian dari penampakan yang diklaim.<ref name= kukila>{{cite journal |last1= Andrew |first1= Paul |last2= Holmes |first2=Derek A|year=1990 |title= Sulawesi Bird Report | journal= Kukila | volume=5 | pages=4–26 | url = http://kukila.org/index.php/KKL/article/view/78/77 |doi=|jstor= |issue=1}} (registrasi diperlukan)</ref>
Mandar dengkur terbatas di Sulawesi dan Buton, dan memiliki perkiraan populasi 3.500-15.000 ekor. Jumlahnya diperkirakan akan menurun, dan jangkauan terbatas dan populasi kecil berarti bahwa spesies diklasifikasikan sebagai [[Spesies rentan|Rentan]] oleh [[International Union for Conservation of Nature]] (IUCN).<ref name=IUCN/>
 
Mungkin burung ini telah menyebar sedikit, tetapi terdapat pengawahutanan luas dalam jangkauannya yang mengakibatkan kehilangan dan fragmentasi habitat yang sesuai. Mandar ini telah dilindungi oleh hukum Indonesia sejak tahun 1972, dan [[Taman Nasional Lore Lindu]] dan [[Taman Nasional Bogani Nani Wartabone]] besar berada dalam jangkauannya, tetapi penebangan dan pemotongan rotan terjadi bahkan di daerah-daerah yang dilindungi, dan perambahan manusia juga merupakan masalah di Lore Lindu. Mandar ini ditangkap untuk makanan di masa lalu, dan kadang-kadang dibunuh oleh anjing, kucing, dan predator diintroduksi lainnya.<ref name=IUCN/><ref name= roots> Roots (2006) pp. 56–57. </ref> Sebuah survei tahun 2007 dari kawasan lindung Sulawesi gagal menemukan mandar ini, menunjukkan bahwa burung ini benar-benar langka bahkan dalam kawasan lindung.<ref name= lee>{{cite journal |last1= Lee |first1= Tien Ming |last2= Sodhi |first2= Navjot S |last3=Prawiradilaga |first3= Dewi M |year=2007 |title= The importance of Protected Areas for the forest and endemic avifauna of Sulawesi (Indonesia) | journal= Ecological Applications | volume=17 | pages=1727–1741 | url = |doi=10.1890/06-1256.1|jstor=40062070 |issue=6}}</ref>
 
== Referensi ==
* [http://www.birdlife.org/datazone/species/index.html?action=SpcHTMDetails.asp&sid=2880&m=0 BirdLife Species Factsheet]
{{artikel pilihan}}
 
[[Kategori:Burung Indonesia]]
[[Kategori:Aramidopsis]]
110.443

suntingan