Buka menu utama

Perubahan

128 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
minor cosmetic change
'''Ban Ki-moon''' ([[Hangeul]]: 반기문, [[Hanja]]: 潘基文, ''Ban Gimun'', [[International Phonetic Alphabet|pelafalan IPA]]: [pan.gi.mun]; {{lahirmati|[[Kabupaten Eumseong|Eumseong]], [[Chungcheong Utara]], [[Penjajahan Jepang di Korea|Korea]], [[Kekaisaran Jepang]]|13|6|1944}}) adalah seorang [[diplomat]] [[Korea Selatan]] dan [[Sekretaris Jenderal PBB|Sekretaris Jenderal]] [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] saat ini. Ia menggantikan [[Kofi Annan]] yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada [[1 Januari]] [[2007]].<ref>[http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/10/13/AR2006101301109.html Ban Named Next U.N. Secretary-General], ''[[Associated Press|AP]]'', [[13 Oktober]] [[2006]]. Diakses pada [[13 Oktober]] [[2006]].</ref>
 
Ban pernah menjabat sebagai [[Menteri Luar Negeri dan Perdagangan (Korea Selatan)|menteri luar negeri]] [[Korea Selatan|Republik Korea]] pada periode Januari 2004 hingga [[1 November]] [[2006]]. Pada [[13 Oktober]] [[2006]], ia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa yang kedelapan pada [[Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa|Sidang Umum PBB]] dan dilantik pada [[14 Desember]] [[2006]]. Pada 21 Juni 2011, Ban terpilih untuk menjalankan periode keduanya sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa lewat hasil Sidang Umum untuk masa jabatan 2012 hingga 2016.<ref name=unAppointSecond>{{cite web |publisher=UN News Service |title=General Assembly appoints Ban Ki-moon to second term as UN Secretary-General |url=http://www.un.org/apps/news/story.asp?NewsID=38797&Cr=secretary-general&Cr1= |date=21 June 2011 |accessdate=21 June 2011}}</ref><ref name=secondAppointUnan>{{cite news |url=http://www.reuters.com/article/2011/06/21/us-un-election-idUSTRE75K5XZ20110621 |title= U.N. assembly approves second term for U.N. chief Ban |author=Louis Charbonneau |date=21 June 2011 |accessdate=22 June 2011 |agency=Reuters }}</ref>
 
== Biografi ==
Ban lahir di [[Kabupaten Eumseong|Eumseong]] di sebuah desa kecil di [[Chungcheong Utara]] pada tahun 1944 di akhir masa [[Penjajahan Jepang di Korea]]. Ia dan keluarganya pindah ke kota kecil dekat [[Chungju]] dimana ia dibesarkan di sana.<ref name="NYT 12-22"/> Selama masa kecilnya, ayah Ban memiliki bisnis pergudangan, namun gudang tersebut bangkrut dan keluarganya mengalami kesulitan ekonomi. Ketika Ban berumur 6 tahun, keluarganya pindah ke daerah pegunungan selama [[Perang Korea]].<ref name=Times12-09/> Setelah perang usai, keluarganya kembali lagi ke [[Chungju]].
 
Di sekolah menengah atas (SMA Chungju), Ban menjadi bintang kelas, terutama dalam pelajaran [[Bahasa Inggris]]. Pada tahun 1952, ia terpilih mewakili kelasnya untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Sekretaris Jenderal PBB [[Dag Hammarskjöld]], tetapi tidak pernah diketahui apakah pesan tersebut terkirim atau tidak. Pada tahun 1962, Ban memenangkan sebuah lomba menulis esai yang disponsori oleh [[Palang Merah]] dengan hadiah perjalanan ke [[Amerika Serikat]]. Di sana ia tinggal di [[San Fransisco]] bersama dengan keluarga tamu selama beberapa bulan.<ref name=FT10-10>{{Cite news |title = Relentless pursuit brings a challenge close to home; Profile Ban Ki-moon |work = [[Financial Times]] |author = Anna Fifield |date = 2006-10-10}}</ref> Sebagai bagian dari hadiah perjalanan tersebut, Ban bertemu dengan Presiden AS [[John F. Kennedy]]. Ketika seorang jurnalis yang berada di lokasi pertemuan tersebut mewawancarai Ban tentang apa yang ia ingin lakukan ketika menjadi dewasa, ia menjawab:"Saya ingin menjadi seorang diplomat."<ref name=LAT10-09/>
 
Ban meraih Ban memperoleh [[gelar sarjana]]nya dalam Hubungan Internasional dari [[Universitas Nasional Seoul]] pada tahun 1970 dan memperoleh gelar Master dalam bidang Administrasi Publik dari [[Sekolah Pemerintahan John F. Kennedy]] di [[Universitas Harvard]] pada 1985.<ref name=LAT10-09>{{Cite news |title = Aspiring U.N. Chief Is a Harmonizer, Not a Rock Star; South Korean career diplomat Ban Ki-moon may lack charisma, but he has many fans |work = [[The Los Angeles Times]] |author = Maggie Farley and Bruce Wallace |date = 2006-10-09}}</ref> Di Harvard, ia belajar dibawah didikan [[Joseph Nye]] yang mengenal Ban karena memiliki "sebuah kombinasi yang langka antara analisis yang jelas, kerendahan hati dan sikap protektif."<ref name=FT10-10/> Ban dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dibidang hukum oleh [[Universitas Malta]] pada 22 April 2009.<ref name=UOM04-17>{{Cite news |title = Honoris Causa |work = [[News on Campus]] |author = University of Malta |date = 2009-04-17}}</ref> Ia kemudian juga menerima penghargaan Doktor Hukum oleh [[Universitas Washington]] pada Oktober 2009.<ref>{{cite news|url=http://seattletimes.nwsource.com/html/thebusinessofgiving/2010141457_on_saturday_they_tried_somethi.html |work=The Seattle Times |first=Kristi |last=Heim |title=A conversation with UN Secretary General Ban Ki-moon |date=2009-10-26}}</ref> Selain berbahasa [[bahasa Korea|Korea]] sebagai bahasa asalnya, ia juga mampu berbahasa [[bahasa Inggris|Inggris]], [[bahasa Perancis|Perancis]], [[bahasa Jepang|Jepang]], dan [[bahasa Jerman|Jerman]]. Akan tetapi, kemampuannya berbahasa Perancis, bahasa yang diisyaratkan sebagai bahasa yang wajib dikuasai oleh Sekretaris Jenderal PBB, masih diragukan.<ref name=Phoney>{{Cite news|url=http://www.cbc.ca/news/reportsfromabroad/herland/20061214.html|title=Is Ban Ki-moon a franco-phoney?|work = [[Canadian Broadcasting Corporation|CBC News]] |date = 2006-12-14 |accessdate = 2007-08-02|archiveurl=http://web.archive.org/web/20070103094841/http://www.cbc.ca/news/reportsfromabroad/herland/20061214.html|archivedate=2007-01-03}}</ref>
 
== Keluarga ==
Ban Ki-moon bertemu dengan Yoo Soon-taek pada tahun 1962 ketika mereka menjadi siswa sekolah menengah atas. Ban berumur 18 tahun, dan Yoo Soon-taek adalah wakil ketua organisasi kesiswaan sekolah menengah. Ban Ki- moon menikah dengan Yoo Soon-taek pada tahun 1971. Mereka memiliki tiga anak: dua perempuan dan satu laki-laki.<ref>{{cite web|url=http://www.mofat.go.kr/me/me_a001/me_b002/me_c007/me01_02_sub01.jsp|title=Biography of the Minister of Foreign Affairs and Trade|publisher=''[[Korea Selatan|Republik Korea]]'' - Kementrian Hal Ihwal dan Perdagangan Luar Negeri|diakses=2006-09-29}}</ref> Anak perempuan tertuanya, Seon-yong (lahir 1972) bekerja untuk [[Yayasan Korea]] di [[Seoul]]. Anak laki - lakinya, Woo-hyun (lahir 1974) meraih gelar MBA dari [[Sekolah Manajemen Anderson UCLA]] di [[Universitas California]], [[Los Angeles]] dan bekerja untuk sebuah firma investasi di New York. Anak perempuan yang paling kecil, Hyun-hee (lahir 1976), adalah pengawas lapangan untuk [[UNICEF]] di [[Nairobi]], [[Kenya]]. Setelah pemilihannya sebagai Sekretaris Jenderal, Ban menjadi ikon di kota tempat ia tinggal dimana keluarga besarnya tinggal. Sekitar 50.000 orang berkumpul di sebuah lapangan bola di [[Chungju]] untuk merayakan hasil pemilihan tersebut. Beberapa bulan setelah pemilihannya, ribuan praktisi [[feng shui]] mengunjungi desanya untuk mencari tahu bagaimana desa tersebut dapat menghasilkan orang penting semacam Ban.<ref name="NYT 12-22">{{Cite news |title = On His Ancestors' Wings, a Korean Soars to the U.N. |url=http://www.nytimes.com/2006/12/22/world/asia/22ban.html?ex=1324443600&en=78d0549ab6ed28c9&ei=5088&partner=rssnyt&emc=rss|work = [[The New York Times]] |date = 2006-12-22|author = Martin Fackler}}</ref> Ban sendiri bukanlah anggota dari gereja manapun atau kelompok religi dan ia menolak untuk menjelaskan secara rinci tentang kepercayaannya: "Sekarang, sebagai Sekretaris Jenderal, bukanlah waktu yang tepat untuk membahas tentang kepercayaan saya berkaitan dengan agama atau Allah apapun. Jadi mungkin kita akan membahas hal mengenai masalah pribadi di lain kesempatan." Ibu Ban sendiri dikabarkan beragama [[Buddha]].<ref name="NYT 12-22"/>
 
=== Kepribadian ===
Dalam Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Ban dipanggil dengan sebutan ''Ban-jusa'', yang artinya "Sang Birokrat" atau "pegawai administratif". Nama tersebut digunakan untuk tujuan positif maupun negatif: pujian atas perhatian Ban terhadap hal yang detail dan kemampuan administratif sementara ejekan untuk menunjukkan kurangnya karisma dan sikap patuh yang berlebihan kepada atasannya.<ref name=Economist10-07>{{Cite news |url =http://www.unsgselection.org/files/Economist_EnterMrBan_7Oct06.pdf |format=PDF|title = Enter Mr Ban; The UN's new secretary-general |work = [[The Economist]] |date = 2006-10-07}}</ref> Korps media Korea menyebutnya dengan "belut yang licik" atas kemampuannya untuk menghindari pertanyaan.<ref name=LAT10-09/> Pembawaan dirinya sering dideskripsikan menggunakan "pendekatan Konfusius".<ref name=Time>{{Cite news |url =http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1543932,00.html |title = Can This Guy Run the U.N.? |date = 2006-10-16 |work = [[Time Magazine]]}}</ref>
 
== Karier ==
Setelah lulus dari universitas, Ban meraih angka tertinggi dalam tes pelayanan luar negeri Korea. Ia bergabung dengan [[Menteri Luar Negeri dan Perdagangan (Korea Selatan)|Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Korea Selatan]] pada Mei 1970 dan karirnya terus menanjak selama masa [[Konstitusi Yusin]].<ref name=FT10-10/>
 
Penempatannya yang pertama di luar negeri adalah di [[New Delhi]], [[India]] dimana Ban bekerja sebagai wakil konsul dan menarik perhatian banyak atasannya di kementerian luar negeri dengan kompetensinya, Ban dikabarkan lebih memilih untuk menerima sebuah penempatan di India dibandingkan dengan Amerika Serikat, karena di India ia dapat berhemat dan mengirimkan lebih banyak uang untuk keluarganya. kemudian menempati pos di Divisi Perserikatan Bangsa-bangsa di markas besar Kementrian Luar Negeri. Pada tahun 1974, Ban menerima pengirimannya pertamanya ke PBB, sebagai Sekretaris Pertama pada Misi Pengamat Tetap Republik Korea (Korea Selatan menjadi anggota penuh PBB pada 17 September 1991).<ref name=NYT10-03>{{Cite news |title = Council Backs South Korean for U.N. Secretary General |work = [[The New York Times]] |author = [[Warren Hoge]] |date = 2006-10-03}}</ref> Setelah pembunuhan [[Park Chung-hee]] pada tahun 1979, Ban mengambil alih pos Direktur pada Divisi PBB.
 
Pada tahun 1980, Ban menjadi direktur untuk Biro Traktat dan Organisasi Internasional PBB yang bermarkas di [[Seoul]].<ref name=KH/> Ia pernah ditempatkan dua kali di Kedutaan Besar Korea di Washington D.C.. Di antara kedua penempatannya ini, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal untuk Urusan Amerika pada [[1990]]-[[1992]]. Ia kemudian dipromosikan menjadi Wakil Menteri untuk Perencanaan Kebijakan dan Organisasi Internasional pada 1995. Kemudian ia diangkat menjadi Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden pada [[1996]],<ref name=KH/> dan menjabat sebagai Wakil Menteri pada [[2000]]. Penempatannya yang paling terakhir adalah sebagai Penasihat Kebijakan Luar Negeri untuk Presiden [[Roh Moo-hyun]].<ref name=KH/>
=== Menteri Luar Negeri Korea Selatan ===
[[Berkas:Bankimoon.jpg|thumb|right|200px|Ban Ki-moon saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Korea Selatan]]
Pada tahun 2004, Ban menggantikan [[Yoon Young Kwan|Yoon Young-kwan]] sebagai Menteri Luar Negeri Korea Selatan dibawah kepemimpinan Presiden [[Roh Moo-hyun]]. Pada awal masa jabatannya, Ban menghadapi dua krisis utama: Di bulan Juni 2004, Kim Sun-il, seorang penerjemah Korea diculik dan dibunuh di Irak oleh kelompok ekstrem; dan pada bulan Desember 2004, banyak warga Korea Selatan yang meninggal akibat [[Gempa bumi Samudra Hindia 2004|tsunami di Samudra Hindia]]. Popularitasnya naik setelah pembicaraan dengan Korea Utara mengalami kemajuan.<ref name=KH>{{Cite news |title = Ban surges toward next career step |author = Lee Joo-hee |work = [[The Korea Herald]] |date = 2006-02-15}}</ref> Ban aktif terlibat dalam isu yang berkaitan dengan relasi antar Korea.<ref name=BBCprofile>{{Cite news |url = http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/5401856.stm |title = Profile: Ban Ki-moon |work = [[BBC News]] |date = 2006-10-13 |accessdate = 2007-08-04}}</ref> Pada September 2005, sebagai [[Menteri Luar Negeri dan Perdagangan (Korea Selatan)|menteri luar negeri]], Ban memegang peranan penting dalam usaha-usaha diplomatik untuk mengadopsi Pernyataan Bersama dalam memecahkan masalah nuklir Korea Utara pada Putaran Keempat dari [[Perundingan enam negara]] yang diselenggarakan di [[Beijing]], [[Republik Rakyat Tiongkok]].<ref name="Official Bio"/><ref name="Newsweek">{{Cite news |url =http://www.newsweek.com/id/45039 |title = A Baptism by Fire; Even before taking office, the newly elected secretary-general of the United Nations is confronted with a global crisis |date = 2006-10-23 |author = [[Lally Weymouth]] |work = [[Newsweek]]}}</ref>
 
== Pencalonan sebagai Sekjen PBB ==
{|Class="infobox" style="white-space:nowrap; float:right; clear:right; margin-left:1em; margin-right:0em; font-size:90%; width:auto;"
!style="background:#DCDCDC;" colspan="3"|Kandidat Sekretaris Jenderal 2007<ref name=NYT09-29>{{Cite news |title = South Korean Favored to Win Top Job at U.N. |author = [[Warren Hoge]] |work = [[The New York Times]] |date = 2006-09-29}}</ref>
|- style="font-weight:bold;"
|
Ban juga berjuang untuk mendapatkan persetujuan dari Perancis. Biografi resmi yang dimilikinya mencatat bahwa ia mampu berbahasa [[Inggris]] dan Perancis, dua bahasa utama yang digunakan di sekretariat PBB. Ia berulang kali kesulitan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh para wartawan dalam bahasa Perancis.<ref name="Phoney"/> Dalam sebuah konferensi pers pada 11 Januari 2007, ia menyatakan bahwa "Bahasa Perancis saya mungkin bisa lebih diperbaiki, dan saya akan terus berusaha memperbaikinya. Saya telah mengambil kursus bahasa Perancis dalam beberapa bulan ini. Saya pikir, walaupun bahasa Perancis saya tidak bagus, saya akan tetap beruaha mempelajarinya."<ref>{{Cite web |url = http://www.un.org/apps/sg/sgstats.asp?nid=2407 |work = [[United Nations]] |title = Secretary-General's press conference |date = 2007-01-11 |accessdate = 2007-08-02}}</ref>
 
Dengan semakin dekatnya pemilihan Sekretaris-Jenderal, kritikan terhadap Ban sebagai wakil Korea Selatan semakin meningkat. Beberapa artikel menuliskan bahwa Ban telah menemui semua anggota Dewan Keamanan dalam perannya sebagai Menteri Luar Negeri dan Perdagangan untuk mendapatkan dukungan lewat perjanjian kerjasama dalam bidang perdagangan dengan negara - negara Eropa serta janji untuk memberikan bantuan kepada negara - negara berkembang.<ref>{{cite news |url = http://www.timesonline.co.uk/article/0,,25689-2380336,00.html |title = Millions of dollars and a piano may put Korean in UN's top job |work = [[The Times]] |date = 2006-09-26 |accessdate = 2007-08-02 |location=London |first1=Richard |last1=Beeston |first2=James |last2=Bone}}</ref> Menurut [[The Washington Post]],"calon lain telah mengungkapkan kekesalannya kepada Korea Selatan, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kesebelas di dunia karena telah menggunakan pengaruh ekonominya untuk memperkuat pencalonan Ban." Atas pernyataan ini, Ban membalasnya dengan mengatakan bahwa {{cquote2|''"Sebagai seorang calon pemimpin, saya tahu bahwa saya akan menjadi target atas proses yang sedang diamati oleh banyak kepentingan ini dan saya adalah orang yang memegang integritas."''<ref>{{Cite news |url = http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/09/28/AR2006092801765.html |work = The Washington Post |date = 2006-09-28 |accessdate = 2007-08-02 |title = S. Korean Contender for U.N. Post Has an Edge |first=Colum |last=Lynch}}</ref>}}
 
Ban menduduki tempat teratas pada setiap kali pengumpulan pendapat yang dilakukan oleh [[Dewan Keamanan]] PBB pada 24 Juli,<ref>{{cite web|url=http://www.unsg.org/wordpress/archives/115|title=Ban takes 1st Straw Poll|publisher=[http://www.unsg.org UNSG.org]|date=2006-7-27|Diakses 28 Sept. 2006}}</ref> 14 September,<ref>{{cite web|url=http://www.unsg.org/wordpress/archives/138|title=Ban firms up lead in second Straw Poll|publisher=[http://www.unsg.org UNSG.org]|date=2006-9-14|Diakses 28 Sept. 2006}}</ref> dan 28 September.<ref>{{cite web|url=http://www.unsg.org/wordpress/archives/164|title=Ban slips but holds, Vike Freiberga pushes into third|publisher=[http://www.unsg.org UNSG.org]|date=2006-9-28|Diakses 28 Sept. 2006}}</ref> Dalam pengumpulan pendapat kedua, ia memperoleh 14 suara "yang menggembirakan" dan 1 suara "yang mengecewakan". ''[[The Australian]]'' melaporkan bahwa satu suara yang mengecewakan itu berasal dari [[Qatar]], yang menyiratkan bahwa Ban mendapatkan dukungan dari kelima anggota tetap Dewan Keamanan yang mempunyai hak untuk memveto kandidat.<ref>{{cite news|url=http://www.theaustralian.news.com.au/story/0,20867,20461609-2703,00.html|title=Downer's golf mate firms as UN chief|author=Nason, David|date=[[23 September]] [[2006]]|accessdate=[[28 September]] [[2006]]|publisher=[[The Australian]]}}</ref> Pada pengumpulan pendapat ketiga, Ban memperoleh 13 suara yang menggembirakan, satu suara yeng mengecewakan, dan satu suara “tidak ada pendapat”. Tidak jelas apakah ke-13 pendukungnya kali ini mencakup kelima anggota tetap Dewan Keamanan.
 
Pengumpulan pendapat keempat dilangsungkan pada 2 Oktober. Pengumpulan suara kali ini diberi kode warna untuk membedakan antara suara anggota tetap dan yang tidak tetap.<ref>{{cite web|url=http://www.unsg.org/wordpress/archives/161|title=Straw polls Thursday, Monday|publisher=[http://www.unsg.org UNSG.org]|date=2006-7-27|diakses [[28 September]] [[2006]]}}</ref> Pada pemungutan suara final secara informal yang diadakan pada 2 Oktober dalam Dewan Keamanan, Ban menerima empat belas suara yang menyatakan setuju serta satu suara abstain dari anggota Dewan Keamanan PBB. Satu suara abstain diberikan oleh delegasi Jepang yang menentang ide seorang berkebangsaan Korea menduduki peran sebagai Sekretaris-Jenderal. Dukungan yang sangat besar kepada Ban oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, Jepang akhirnya mendukung Ban untuk mengurangi kontroversi. Hal lain yang lebih penting, Ban adalah satu-satunya calon yang terhindar dari hak veto, kandidat lainnya minimal menerima satu suara "tidak" oleh anggota tetap Dewan Keamanan.<ref>{{cite news |url=http://www.seattlepi.com/national/1104AP_UN_Next_Chief.html |title=Ban vows to reform U.N. if given top job|publisher=[[Seattle Post-Intelligencer]] |date=2006-10-03 |accessdate=2006-10-09}} {{Dead link|date=September 2010|bot=H3llBot}}</ref> Setelah pemilihan, Shashi Tharoor, yang menduduki tempat kedua kemudian mundur dari pencalonan dirinya.<ref>{{cite web|url=http://www.ndtv.com/morenews/showmorestory.asp?id=94211|title=Shashi Tharoor pulls out of UN race|publisher=[http://www.ndtv.com/ NDTV.com]|date=2006-10-02|accessdate=2006-10-02}}</ref> dan Wakil Tetap RRT untuk PBB mengatakan kepada media bahwa "semuanya telah jelas berdasarkan hasil pemungutan suara hari ini bahwa Ban Ki-Moon adalah kandidat yang akan direkomendasikan oleh Dewan Keamanan kepada Majelis Umum."<ref>{{Cite web |url = http://webcast.un.org/ramgen/sc/so061002pm3.rm |title = United Nations Webcast of announcement |work = United Nations |accessdate = 2007-08-02}}</ref>
 
Pada 9 Oktober, [[Dewan Keamanan PBB]] resmi mencalonkan Ban sebagai Sekretaris Jenderal PBB yang baru. Keputusan ini masih harus dikukuhkan oleh Sidang Umum PBB yang akan bertemu pada akhir tahun 2006.<ref>[http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/10/11/AR2006101101645.html U.N. to Appoint Ban As Secretary-General], ''[[Associated Press|The Associated Press]]'', [[11 Oktober]] [[2006]]. Diakses pada [[9 Oktober]] [[2006]].</ref> Pada 13 Oktober, 192 anggota [[Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa|Majelis Umum]] mengesahkan Ban sebagai Sekretaris-Jenderal.
 
== Jabatan sebagai Sekretaris-Jenderal ==
Saat Ban menjadi Sekretaris-Jenderal, pada tahun 2007, ''[[The Economist]]'' membuat daftar tantangan yang harus ia hadapi:"meningkatnya ancaman nuklir di [[Iran]] dan Korea Utara, konflik di [[Darfur]], kekerasan yang tidak pernah selesai di Timur Tengah, ancaman bencana alam, meningkatnya ancaman terorisme internasional, berkembangnya [[senjata pemusnah massal]], penyebaran HIV/AIDS dan beberapa hal lain seperti bisnis raksasa yang tidak pernah habis mengenai usaha untuk mereformasi dalam sejarah PBB."<ref name=Econ01-06>{{Cite news |title = Mission impossible?—The United Nations |date = 2007-01-06 |work = [[The Economist]]}}</ref> Sebelumnya, Kofi Annan bercerita mengenai [[Trygve Lie]], Sekretaris-Jenderal yang pertama, ia meninggalkan pesan kepada penerusnya, [[Dag Hammarskjöld]], "Kamu akan mengambil alih pekerjaan paling penting di dunia."<ref name="Times10-14">{{Cite news |work = The New York Times |date = 2006-10-14 |title = South Korean Is Appointed Secretary General of the U.N. |author = Warren Hoge}}</ref>
 
Pada 23 Januari 2007 Ban mulai bekerja sebagai Sekretaris-Jenderal PBB kedelapan. Masa jabatan Ban sebagai Sekretaris-Jenderal dimulai dengan kejutan. Pada 2 Januari 2007, awal pertemuannya dengan pers sebagai Sekretaris-Jenderal, ia menolak menjatuhkan hukuman mati kepada [[Saddam Hussein]] yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Irak. Pernyataan Ban bertolak belakang dengan kesepakatan jangka panjang dari PBB mengenai penolakan pinalti hukuman mati sebagai sebuah kepentingan hak asasi manusia. Ia segera mengklarifikasi pernyataannya dalam kasus [[Barzan Ibrahim|Barzan al-Tikriti]] dan [[Awad al-Bandar]], dua petinggi utama yang dinyatakan bersalah atas meninggalnya 148 kaum Muslim Syiah di desa [[Dujail]], Irak pada dekade 1980an. Dalam sebuah pernyataan lewat juru bicaranya pada 6 Januari, ia "dengan keras mendesak pemerintah Irak untuk memberikan penundaan eksekusi kepada mereka yang akan dihukum mati dalam waktu dekat."<ref name=FT02-01/><ref>{{Cite web |url = http://www.un.org/apps/sg/sgstats.asp?nid=2395 |title = Statement attributable to the Spokesperson for the Secretary-General on the death sentences in Iraq |work = United Nations |date = 2007-01-06 |accessdate = 2007-08-02}}</ref> Dalam isu yang lebih luas, ia mengatakan kepada seorang audiensi di Washington, D.C. bahwa ia mendorong "tren global yang sedang berkembang dalam himpunan masyarakat internasional, hukum internasional dan kebijakan domestik serta kebiasaan untuk menarik secara bertahap kebijakan pinalti hukuman mati"<ref>{{Cite web |url = http://www.un.org/apps/sg/sgstats.asp?nid=2410 |title = Address at the Center for Strategic and International Studies and Q&A (transcript)|work = United Nations |date = 2007-01-16 |accessdate = 2007-08-02}}</ref>
=== Kabinet ===
[[Berkas:Yudhoyono BanKiMoon.jpg|thumb|Ban Ki-moon bersama Presiden [[Susilo Bambang Yudhoyono]]]]
Pada awal Januari, Ban menunjuk beberapa anggota penting dalam kabinetnya. [[Asha-Rose Migiro]], professor dan menteri luar negeri asal [[Tanzania]] dipilih untuk menjabat sebagai [[Deputi Sekretaris-Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa|Deputi Sekretaris-Jenderal]] - sebuah regenerasi yang menggembirakan bagi para diplomat Afrika karena mereka tidak kehilangan wakilnya setelah Annan tidak lagi menjabat.<ref>{{Cite news |url =http://www.nytimes.com/2007/01/06/world/06nations.html |title = Tanzanian Woman Is Chosen for U.N.'s 2nd Highest Post |work = [[The New York Times]] |date = 2007-01-06 |author = Julia Preston }}</ref>
 
Jabatan Wakil Sekretaris-Jenderal Manajemen diisi oleh [[Alicia Bárcena Ibarra]] dari Meksiko. Sebelumnya Bárcena bekerja sebagai kepala staf dibawah pimpinan Annan. Penunjukkannya oleh Ban dipandang sebagian orang sebagai kritik dan indikasi yang diperkirakan tidak akan membuat perubahan besar dalam birokrasi PBB.<ref name=NYT01-04>{{Cite news |title = Mexican U.N. Insider Gets Manager's Post |date = 2007-01-04 |author = Julia Preston}}</ref> Ban menunjuk [[Sir John Holmes]], Duta Besar Britania Raya untuk Perancis, sebagai [[Wakil Sekretaris-Jenderal|Wakil Sekretaris-Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat]].<ref name=NYT01-04/>
 
Pada awalnya, Ban menyatakan bahwa ia akan menunda membuat janji lain hingga putaran pertama program reformasi PBB terlaksana, tetapi kemudian ia mengabaikan ide ini setelah menerima kritik.<ref name=FT02-01/> Pada bulan Februari, ia melanjutkan janjinya, memilih [[B. Lynn Pascoe]], Duta Besar AS untuk Indonesia, menjadi Wakil Sekretaris-Jenderal untuk urusan politik. [[Jean-Marie Guéhenno]], diplomat asal Perancis yang telah bekerja pada periode Annan sebagai Wakil Sekretaris-Jenderal untuk operasi perdamaian dipertahankan posisinya. Ban memilih [[Vijay K. Nambiar]] sebagai Kepala Staf.<ref name=NYT02-10>{{Cite news |title = U.N. Chief Gives Key Post to American |author = [[Warren Hoge]] |date = 2007-02-10 |work = The New York Times}}</ref>
 
Janji untuk menempatkan banyak wanita di bagian jabatan yang penting dilihat sebagai janji kampanye yang direalisasikan oleh Ban. Selama satu tahun sebagai Sekretaris-Jenderal, jabatan utama dan penting dipegang oleh wanita lebih banyak daripada masa - masa sebelumnya. Walaupun tidak ditunjuk langsung oleh Ban, Presiden Sidang Umum, [[Haya Rashed Al-Khalifa]], menjadi wanita ketiga yang memegang posisi tersebut dalam sejarah PBB.<ref name=CT04-11>{{Cite news |title = Leaders making world of difference\ Higher profile at UN brings new emphasis on issues affecting women |author = Stevenson Swanson |work = [[Chicago Tribune]] |date = 2007-04-11}}</ref>
 
=== Agenda Reformasi ===
Ban mengajukan dua restrukturisasi besar selama bulan - bulan awal jabatannya; memisahkan operasi perdamaian PBB menjadi dua departemen dan menggabungkan bagian urusan politik dengan departemen perlucutan senjata. Rencana ini mendapat perlawanan dari anggota Sidang Umum PBB yang menolak agar rencana Ban dapat segera diterima. Rencana penggabungan ini juga dikritisasi oleh banyak negara berkembang. Rumor yang beredar bahwa Ban mengharapkan menempatkan seorang Amerika, B. Lynn Pascoe di kantor baru. [[Alejandro D. Wolff]], kemudian bertindak sebagai Duta Besar Amerika Serikat, kata Amerika Serikat membalas rencana tersebut.<ref name=FT02-01>{{Cite news |title = Ban's month of muddle: how the new UN chief is struggling to win over the doubters |author = Mark Turner |date = 2007-02-01 |work = [[Financial Times]]}}</ref><ref name=NYT02-06>{{Cite news |title = U.N. Chief Returns to Headquarters, Where Battles Await Him |date = 2007-02-06 |work = [[The New York Times]] |author = [[Warren Hoge]]}}</ref>
 
=== Isu penting ===
=== Pemanasan global ===
[[Berkas:20061017-1 d-0298-2-515h.jpg|thumb|Mantan Presiden AS [[George W. Bush]] berbincang dengan [[Sekretaris-Jenderal PBB]] Ban Ki-moon. Dalam pertemuan mereka, Ban menekankan masalah kurangnya kepedulian Amerika Serikat terhadap masalah pemanasan global.]]
Ban mengungkapkan bahwa [[pemanasan global]] adalah salah satu isu penting dalam kebijakannya. Dalam pertemuan dengan presiden Amerika Serikat [[George W. Bush]] di [[Gedung Putih]], Ban mendesak Bush untuk mengambil langkah membatasi emisi [[gas rumah kaca]]. Pada 1 Maret 2007, dalam pidatonya sebelum sidang Majelis Umum PBB, Ban lebih lanjut menekankan kepeduliannya terhadap pemanasan global. Ia menyatakan {{cquote2|''"Bagi generasi saya, lahir pada masa sulitnya Perang Dingin, ketakutan terhadap nuklir musim dingin sepertinya menjadi masalah yang amat penting. Namun dampak yang ditimbulkan atas perang - dan dampaknya bagi planet kita - sangat berhubungan erat dengan masalah [[perubahan iklim]]."<ref name=Wash03-02>{{Cite news |url =http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2007/03/01/AR2007030101484.html |title = U.N. Secretary General Calls Global Warming a Priority |author = Colum Lynch |date = 2007-03-02 |work = [[The Washington Post]]}}</ref>''}}
 
=== Timur Tengah ===
Pada Kamis, 22 Maret 2007, ketika Ban melakukan kunjungan di Timur Tengah, sebuah bom mortar meledak sekitar 80 meter dari tempat dimana Sekretaris-Jenderal berdiri, mengganggu kegiatan jumpa pers yang diadakan di [[zona hijau]] [[Baghdad]]. Kejadian ini mengejutkan Ban dan yang lainnya. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.<ref>[http://news.xinhuanet.com/english/2007-03/23/content_5884102.htm Rocket blast shakes UN chief in Baghdad] Xinhua - 2007-03-23</ref> PBB telah membatasi aktivitasnya di Irak setelah perwakilannya di Baghdad diledakkan pada Agustus 2003, mengakibatkan 22 orang meninggal dunia. Namun, Ban tetap mengharapkan agar dapat menemukan solusi terbaik untuk PBB untuk "berbuat lebih bagi perkembangan kehidupan politik dan sosial di Irak."<ref name=NYT03-24>{{Cite news |title = U.N. Chief Isn't Discouraged by His Close Call in Iraq |author = Warren Hoge |date = 2007-03-24 |work = [[The New York Times]]}}</ref>
 
Dalam kunjungannya di Timur Tengah, Ban mengunjungi [[Mesir]], [[Israel]], [[Tepi barat]], [[Yordania]], [[Lebanon]] dan [[Arab Saudi]]. Ban juga menghadiri konferensi dengan para pemimpin [[Liga Arab]] dan bertemu dengan [[Umar Hasan Ahmad al-Bashir|Omar Hassan al-Bashir]], presiden Sudan yang menolak pasukan keamanan PBB di Darfur. Saat Ban bertemu dengan [[Mahmoud Abbas]], presiden Palestina, ia menolak untuk bertemu dengan [[Ismail Haniya]] yang berasal dari [[Hamas]].<ref name=NYT04-03>{{Cite news |title = On Mideast Trip, U.N. Chief Sought to Expand New Role |date = 2007-04-03 |author = Warren Hoge |work = The New York Times}}</ref>
 
Pada 10 Maret 2008, Ban mengeluarkan kritikan terhadap Israel yang membangun permukiman di Tepi barat dan keputusan Israel tersebut bertentangan dengan "kewajiban Israel dibawah peta jalan" untuk perdamaian di Timur Tengah.<ref>{{Cite news |title =U.N. blasts Israel for West Bank housing expansion plan|url=http://edition.cnn.com/2008/WORLD/meast/03/10/israel.palestinian.settlement/index.html |publisher=[[CNN]] |date=2008-03-10 |accessdate=2008-03-10}}</ref>
 
== Penghargaan ==
Ban dua kali memperoleh penghargaan Bintang Jasa pada tahun 1975, 1986, dan 2006 dari Pemerintah [[Republik Korea]].<ref name="Official Bio">{{Cite web |url = http://www.un.org/sg/biography.shtml |title = Official U.N. biography |work = un.org |accessdate = 2007-08-12}}</ref> Atas keberhasilannya sebagai duta besar, ia memperoleh Bintang Kehormatan Besar dari [[Austria|Republik Austria]] pada 2001. Setahun kemudian, pemerintah [[Brasil]] menganugerahi Salib Agung Rio Branco kepadanya. Pada September [[2005]], Masyarakat Korea di [[New York]] menganugerahkan kepadanya Penghargaaan Van Fleet atas sumbangannya untuk persahabatan AS-Republik Korea.<ref>{{cite news|url=http://world.kbs.co.kr/english/news/news_detail.htm?No=39557|title=Samsung Chairman Lee Receives Van Fleet Award|date=[[20 September]] [[2006]]|accessdate=[[28 September]] [[2006]] |publisher=[http://world.kbs.co.kr/english/ KBS World]}}</ref>
 
== Referensi ==
2.502.854

suntingan