Buka menu utama

Perubahan

23 bita dihapus, 3 tahun yang lalu
k
minor cosmetic change
<br />
 
Sebagai bagian dari Roadmap perusahaan, pada November 14, 2012 APP mengumumkan bahwa semua sembilan dari pabrik Indonesia yang telah menerima sertifikasi SVLK kayu legalitas, yang merupakan Legalitas Kayu Indonesia Sistem Jaminan - rantai ketat proses tahanan dirancang untuk memastikan pabrik hanya menerima dan kayu proses dari sumber yang legal, dan bahwa semua produk yang diekspor dari negara dapat ditelusuri ke titik diverifikasi asal. APP adalah bisnis pertama di Indonesia yang sepenuhnya mencapai kepatuhan SVLK, yang memungkinkan perusahaan dan negara Indonesia harus diakui oleh Komisi Eropa sebagai pengimpor produk serat hukum.<ref name="PackagingNews02">{{cite news|last=Gyekye|first=Liz|title= APP receives SVLK timber legality certification for ninth mill|url= http://www.packagingnews.co.uk/news/app-receives-svlk-timber-legality-certification-for-ninth-mill/ |work=Packaging News|date=30 November 2012}}</ref>
<br />
 
<br />
 
APP juga mengungkapkan kemitraan dengan organisasi non-profit The Forest Trust,<ref name="Reuters FCP">{{cite news|last=Taylor|first=Michael|title=Paper firm says to stop cutting Indonesia's natural forests |url=http://www.reuters.com/article/2013/02/05/indonesia-asiapulppaper-forest-idUSL4N0B53CP20130205
|work=Reuters|date=5 February 2013}}</ref> yang membantu perusahaan dengan High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) penilaian untuk mengidentifikasi wilayah hutan untuk perlindungan. TFT bekerja dengan APP dan Greenpeace untuk mendesain Kebijakan Konservasi Hutan APP dan akan memantau dan melaporkan progress APP untuk mencapai komitmennya. Selain itu, Kebijakan APP khusus menyambut pengamat pihak ketiga untuk memverifikasi implementasi - yang pertama untuk APP dan untuk industri.<ref name="Economist FCP">{{cite news|title= Logging the good news|url=http://www.economist.com/news/asia/21578441-president-has-helped-transform-debate-about-forest-conservation-logging-good-news|work=The Economist|date=25 May 2013}}</ref>
<br />
 
Sebagai hasil dari pengumuman rencana deforestasi nol, Greenpeace, Rainforest Action Network dan LSM lainnya menyatakan optimisme hati-hati dan menyambut Kebijakan Konservasi Hutan perusahaan.<ref name="RAN">{{cite news|last=Sutherlin|first=Laurel|title= Rainforest Action Network Responds to Asia Pulp and Paper’s New Forest Commitments|url=http://ran.org/rainforest-action-network-responds-asia-pulp-and-paper%E2%80%99s-new-forest-commitments|work= Rainforest Action Network|date=5 February 2013}}</ref> Greenpeace juga sepakat untuk menghentikan kampanye global melawan APP dan menyelenggarakan diskusi terbuka untuk memastikan bahwa perusahaan benar-benar menerapkan kebijakan.<ref name="Greenpeace FCP">{{cite news|last=Maitar|first=Bustar|title=APP commits to end deforestation! |url=http://www.greenpeace.org/international/en/news/Blogs/makingwaves/app-commits-to-end-deforestation/blog/43860/|work=Greenpeace International|date=5 February 2013}}</ref>
<br />
 
Pada tanggal 5 Juni 2013, APP mengumumkan batas waktu mutlak 31 Agustus 2013 untuk semua kayu hutan alam ditebang sebelum 1 Februari 2013 yang akan diterima di pabrik bubur.<ref name="Sustainable Brands">{{cite news|last=Elks|first=Jennifer|title= Asia Pulp and Paper Reports Latest on No Deforestation Policy in Third ‘Vision 2020’ Update |url=http://www.sustainablebrands.com/news_and_views/supply_chain/asia-pulp-and-papers-reports-latest-no-deforestation-policy-third-vision|work= Sustainable Brands|date=24 June 2013}}</ref><ref name="Graphic Arts Magazine">{{cite news |title= APP reports 25% annual growth rate once again |url=http://graphicartsmag.com/news/2013/06/app-reports-25-annual-growth-rate-once-again/|work=Graphics Arts Magazine|date=14 June 2013}}</ref> APP juga meluncurkan dashboard pemantauan online percontohan, yang menyediakan akses ke informasi teknis yang diperbarui, untuk memungkinkan para pemangku kepentingan dan pihak ketiga untuk secara aktif meninjau kemajuan dalam mengimplementasikan Kebijakan Konservasi Hutan.<ref name="TAPPI">{{cite news|title= APP issues progress report on “No Deforestation”|http://www.naylornetwork.com/PPI-OTW/articles/?aid=221489&issueID=29122|work=TAPPI|accessdate=15 October 2013}}</ref>
 
== Indah Kiat Perawang ==
==== Insiden Harimau Sumatera ====
 
Selama akhir Juli 2011 [[Greenpeace]] mengunggah gambar dan rekaman di situs web mereka<ref>[http://www.greenpeace.org.uk/blog/forests/endangered-sumatran-tiger-dies-trap-app-concession-indonesia-20110725 Endangered Sumatran tiger dies in trap on APP concession in Indonesia] – Greenpeace 25 July 2011</ref> yang menunjukkan [[harimau sumatera]] terancam punah. Harimau ini telah menjadi terperangkap oleh jerat hewan di tepi sebuah konsesi APP, dan telah ada selama setidaknya tujuh hari, tanpa makanan atau air. Upaya untuk tranquilise dan menyelamatkan harimau gagal karena kondisi miskin kesehatan. APP menyatakan bahwa perangkap ditetapkan oleh penduduk lokal dan dimaksudkan untuk menargetkan mamalia kecil.<ref>{{cite news|title=Asia Pulp Paper Under Fire Following Tiger Death |url= http://www.proprint.com.au/News/264760,asia-pulp--paper-under-fire-following-tiger-death.aspx |accessdate=18 December 2013|newspaper=ProPrint|date=26 July 2011}}</ref>
 
Pada Februari 2012, WWF menerbitkan daftar kertas toilet Amerika Serikat yang mungkin memiliki dampak langsung terhadap 400 harimau Sumatera yang tersisa di alam.<ref>[http://www.worldwildlife.org/sites/tigers/report-landing-page.html Don’t Flush Tiger Forests] WWF 8 February 2012</ref>
 
Untuk membantu melestarikan spesies yang terancam punah ini, APP telah menciptakan 106 000 hektare tempat perlindungan, [[Senepis Buluhala Tiger Sanctuary]] dari empat perusahaan penebangan konsesi. Tempat perlindungan ini dikelilingi dan dilindungi oleh hutan produksi, di mana para pekerja terus-menerus waspada untuk penebangan liar dan kebakaran liar yang mengancam habitat Harimau Sumatera yang terancam punah.<ref>{{cite news|title=APP engaged in protecting tigers |url= http://www.thejakartapost.com/news/2010/02/22/app-engaged-protecting-tigers.html |accessdate=18 December 2013|newspaper=The Jakarta Post|date=22 February 2010}}</ref>
 
==== Penebangan ramin ====
Pohon [[Ramin (pohon)|Ramin]] ''Gonystylus'' dilindungi secara hukum di bawah hukum Indonesia dan regulasi nasional [[CITES]]. Hutan rawa gambut Sumatera merupakan habitat utama ramin.<ref name=GPMarch2012>[http://www.greenpeace.org/international/Global/international/publications/forests/2012/Indonesia/Greenpeace_TRPT_report.docx The Ramin Paper Trail Asia Pulp & Paper Under Investigation – Part 2] [http://www.greenpeace.org/international/en/publications/Campaign-reports/Forests-Reports/The-Ramin-Paper-Trail in short] [[Greenpeace]] 1 March 2012</ref> Pada 2012 Greenpeace mengekspos video praktik pembalakan liar APP. Dalam video mereka menunjukkan kayu dari pohon ramin duduk di pekarangan bubur APP.<ref>{{cite web |author=Publication – 1 March 2012 |url=http://www.greenpeace.org/canada/en/campaigns/forests/Indonesia/Resources/Reports/The-Ramin-paper-trail/ |title=Asia pulp & paper under investigation part two: &#124; Greenpeace Canada |publisher=Greenpeace.org |date=1 March 2012 |accessdate=7 June 2012}}</ref>
 
Menurut Greenpeace pada Maret 2012, pabrik kertas utama APP di Indonesia (Indah Kiat Perawang) mencampur kayu ramin ilegal secara teratur dengan spesies hutan hujan lainnya dalam pasokan kayu pulp nya. APP membantah tuduhan tersebut, menyatakan “APP berterima kasih kepada Greenpeace untuk membawa laporan ini untuk perhatian kita. Kami mengambil sangat serius bukti pelanggaran peraturan tentang perlindungan spesies pohon yang terancam punah…APP mempertahankan kebijakan toleransi nol ketat untuk kayu ilegal memasuki rantai pasokan dan memiliki sistem rantai balak yang komprehensif (CoC) untuk memastikan bahwa hanya kayu legal yang dapat memasuki pabrik pulp.” <ref>{{cite news|title=APP statement on Greenpeace Ramin report |url= http://www.scoop.co.nz/stories/PO1203/S00024/app-statement-on-greenpeace-ramin-report.htm |newspaper=Scoop Independent News|date=1 March 2012}}</ref> Sejak Indonesia melarang penebangan dan perdagangan [[Ramin (pohon)|ramin]] pada 2001, lebih dari seperempat dari habitat ramin ini telah dibersihkan - banyak dari daerah ini saat ini memasok APP. Peta pemerintah menunjukkan bahwa 800.000 ha (28%) dari hutan rawa gambut Sumatra dibersihkan antara tahun 2003 dan 2009. Pada tahun 2003, 80% dari hutan rawa gambut Sumatra, habitat ramin kunci, juga diidentifikasi sebagai habitat penting untuk kelangsungan hidup [[Harimau sumatera]].<ref name="GPMarch2012"/>
 
=== Kritik operasional ===
 
Pada 2004, Zhejiang Hotels Association mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi membeli produk APP karena perusahaan melakukan kegiatan pembalakan liar di provinsi Yunnan, menyebabkan APP mengancam untuk menuntut kepada perusahaan.<ref>{{cite news|title=Paper Maker Backs Off from Lawsuit |url= http://www.china.org.cn/english/2005/Feb/121196.htm |newspaper= China Through a Lens |date=25 February 2005}}</ref> Gugatan itu kemudian dibatalkan karena dari kampanye publisitas besar dari [[Greenpeace China]].<ref>{{cite news|title= Victory for public environmental action as APP withdraws lawsuit |url= http://www.greenpeace.org/eastasia/press/releases/forests/2005/victory-for-public-environment/|work= Greenpeace East Asia |date=22 February 2005}}</ref>
 
Pada 2005, APP juga ditemukan melakukan pembalakan liar di [[Provinsi Yunnan]] di China,<ref>{{cite web|author=english@peopledaily.com.cn |url=http://english.peopledaily.com.cn/200503/31/eng20050331_178828.html |title=People's Daily Online – Forestry authorities charges Singaporean paper giant with illegal logging |work=People's Daily |date=31 March 2005 |accessdate=7 June 2012}}</ref> sementara anak perusahaan dari perusahaan bernama "Green Rich" tertangkap melakukan pembalakan liar di [[Kamboja]].
Para penulis laporan menyatakan:<blockquote>Kami sangat mendesak APP untuk bergabung dengan jajaran bisnis yang bertanggung jawab dan melakukan operasinya sesuai dengan hukum.<ref name="Sciencedaily.com"/></blockquote>
 
Pada Januari 2008, pengecer kantor [[Staples (perusahaan)|Staples]] mengakhiri hubungan 11 tahun dengan APP, yang sebelumnya diberikan antara 5 dan 9% dari kertas dijual dengan rantai "karena kurang jelas kemajuan mereka dalam meningkatkan kinerja lingkungan mereka."<ref>Bloomberg.com Staples Ends Contracts With Asia Pulp on Environment. 7 February 2008. [http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=20601087&sid=acXOtxbg7KDs&refer=home Staples Ends Contracts With Asia Pulp on Environment (Update1)], Heather Burke – 7 February 2008 21:52</ref> Perusahaan lain termasuk [[Office Depot]] dan [[Wal-Mart]] telah memutuskan hubungan sebelumnya dengan alasan lingkungan,<ref name=autogenerated1>{{cite news |url=http://online.wsj.com/article/SB120240874246651263.html?mod=googlenews_wsj |work=The Wall Street Journal |first=Tom |last=Wright |title=Staples Cuts Off Paper Supplier |date=8 February 2008}}</ref> dan ini telah diikuti dengan pengecer Australia [[Woolworths Limited]].<ref>{{cite web|url=http://news.mongabay.com/2008/0810-hance_woolworths.html |title=Woolworths drops contract with APP, activist group remains wary |publisher=News.mongabay.com |date=10 August 2008 |accessdate=7 June 2012}}</ref>
 
Pada 2010, Patrick Moore, mantan aktivis Greenpeace, menjelaskan bahwa APP tidak bertanggung jawab atas deforestasi tetapi itu disebabkan sebagian besar oleh penduduk setempat "ilegal merambah hutan untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Dengan mempekerjakan orang Indonesia, APP telah mengurangi deforestasi, karena lebih banyak pekerjaan berarti lebih sedikit kemiskinan, yang berarti sedikit tekanan untuk pindah ke hutan.” <ref>{{cite web|url=http://www.theguardian.com/environment/georgemonbiot/2010/dec/02/sumatra-rainforest-destruction-patrick-moore |title=Why is a former Greenpeace activist siding with Indonesia’s logging industry? |publisher=The Guardian |date=02 December 2010 |accessdate=18 December 2013}}</ref>
2.121.570

suntingan