Artritis reumatoid: Perbedaan revisi

1.078 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Radang sendi''' atau '''artritis reumatoid''' ({{lang-en|Rheumatoid Arthritis, RA}}) merupakan [[penyakit autoimun]] (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang [[persendian]], biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang. Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus Rheumatoid Arthritis diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia.
 
=== Jenis-jenis Rematik ===
Pada Gambar 1, ditunjukkan bahwa RA dapat mengakibatkan nyeri, kemerahan, bengkak dan panas di sekitar sendi. Berdasarkan studi, RA lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria dengan rasio kejadian 3 : 1.
Ada lebih dari 100 jenis rematik. Namun, ditinjau dari lokasi patologik maka jenis rematik tersebut dapat dibedakan dalam dua kelompok besar, yaitu rematik artikuler dan rematik nonartikuler. Rematik artikuler atau artritis (radang sendi) merupakan gangguan rematik yang berlokasi pada persendiaan, diantaranya meliputi artritis reumatoid, osteoartritis, dan gout artritis. Rematik nonar
 
A. Osteoartritis
Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus Rheumatoid Arthritis diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia.
Osteoartritis merupakan bentuk gangguan artritis yang umum terjadi. Biasanya, osteoartritis lebih banyak menyerang usia lanjut (50 tahun ke atas) dan orang yang berat badan berlebih (obesitas). Gangguan osteoartritis atau di sebut juga rematik karena pengapuran terjadi secara degeneratif, yaitu terjadi secara perlahan-lahan selama beberapa waktu. Pada osteoartritis, terjadi proses pengapuran yang merusak tulang rawan di sekitar tulang sehingga menjadi tipis dan kemudian tumbuh tulang baru di sekitar sendi yang terserang. akibatnya, pinggir sendi bersangkutan kehilangan pembungkusan halus kartilago. tumbuhnya tulang di sekitar sendi akan mengganggu gerakan dan menyebabkan sakit jika sendinya aktif. tulang rawan muda, yang tumbuh dan berfungsi sebagai bantalan antar tulang, mulai menua pada pertengahan umur 20 tahunan. Selanjutnya secara perlahan
 
== Gejala ==
# Anti-CCP IgG sangat spesifik untuk kondisi RA. Antibodi ini terdeteksi pada 80% individu RA dan memiliki spesifisitas 98%. Antibodi ini juga bersifat spesifik karena dapat membedakan kondisi RA dari penyakit artritis lainnya.
# Anti-CCP IgG dapat menggambarkan risiko kerusakan sendi lebih lanjut. Individu dengan nilai anti-CCP IgG positif umumnya diperkirakan akan mengalami kerusakan radiologis yang lebih buruk bila dibandingkan individu tanpa anti-CCP IgG.
 
 
== Rujukan ==
301

suntingan