Buka menu utama

Perubahan

12 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
corrected
'''Adu penalti''', atau lebih tepat disebut '''adu tendangan penalti''', merupakan cara yang sekarang sering dipakai untuk menentukan pemenang dalam sebuah pertandingan [[sepak bola]] yang harus diakhiri dengan kemenangan/kekalahan (tidak bisa [[seri]]). Adu penalti dilakukan setelah pertandingan berlangsung 90 menit dan dilanjutkan dengan 2 kali 15 menit perpanjangan waktu namun keadaan masih seri. Biasanya terjadicara ini dipergunakan ketikapada [[sistem gugur]]. Walaupun pelaksanaannya mirip, adu [[Tendangan penalti|penalti]] dilakukan mengikuti peraturan yang berbeda dari [[tendangan penalti]]. Hasil dari adu penalti tidak dimasukkan dalam perhitungan skor (jadi keadaan tetap [[seri]]), ia hanya digunakan untuk menentukan pemenang.
 
== Sejarah ==
Penentuan kejuaraan internasional besar yang pertama kali ditentukan dengan adu penalti adalah pada [[Final Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA 1976]], yaitu antara {{timnas|Cekoslowakia}} melawan {{timnas|Jerman Barat}}. {{Timnas|Cekoslowakia}} menang dengan 5-3.
 
Empat [[final]] [[Piala Dunia FIFA]] tercatat harus diselesaikan dengan adu penalti: [[Final Piala Dunia FIFA 1994]] di Stadion "[[Rose Bowl]]" [[Pasadena]], [[California]], [[Amerika Serikat|AS]] antara {{Timnas|Brasil}} dan {{Timnas|Italia}} (dimenangi oleh [[Brasil]] dengan 3-2); [[final]] [[Piala Dunia Wanita FIFA 1999]] di stadion yang sama antara tim {{fbw|USA}}[[Amerika Serikat]] dan {{fbw|CHN}}[[China]] ([[Amerika Serikat|AS]] menang dengan 5-4); [[Final Piala Dunia FIFA 2006]] di Stadion Olimpiade [[Berlin]], [[Jerman]], yang dimenangi oleh {{Timnas|Italia}} dengan menundukkan {{Timnas|Perancis}} 5-3 setelah keadaan imbang 1-1 hingga [[perpanjangan waktu]] usai; dan final [[Piala Dunia Wanita FIFA 2011]] antara {{fbw|JPN}}[[Jepang]] dan {{fbw|USA}}[[Amerika Serikat]] di Commerzbank arenaArena, Jerman (Jepang menang 3-1) setelah keadaan imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.
 
Beberapa liga di dunia pernah menggunakan adu penalti untuk menghindari seri. Sekitar tahun 1980-an, Liga [[Hungaria]], [[Yugoslavia]], dan [[Norwegia]], mencoba adu penalti bila hasil pertandingan seri, dengan format sama seperti format nilai [[J. League]] dibawah. Peraturan ini kemudian dihapus. Di [[Amerika Serikat]], [[Major League Soccer]] juga pernah menggunakan adu penalti untuk menghindari hasil seri. Sementara di [[Asia]], Jepang dengan [[J. League]] juga pernah menggunakan adu penalti bila pertandingan [[seri]] tidak dapat diselesaikan dengan perpanjangan waktu dengan format perolehan nilai 3 poin untuk kemenangan di waktu normal, 2 poin kemenangan di waktu tambahan, 1 poin untuk kemenangan dalam adu penalti, dan 0 poin untuk kekalahan.
 
== Lihat Jugapula ==
* [[J. League]]