Orang Kurdi: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  4 tahun yang lalu
k
ejaan, replaced: karaktar → karakter (2)
k (ejaan, replaced: propinsi → provinsi, akte → akta (3), faham → paham)
k (ejaan, replaced: karaktar → karakter (2))
Sepanjang sejarahnya, tidak ada satu bangsa atau kekuatan pun yang mampu menguasai secara penuh bangsa dan wilayah Kurdi, juga sering disebut sebagai Kurdistan. [[Yunani]], [[Romawi]], Persia, dan bahkan [[dinasti]] berbasis Islam selalu gagal menundukkan secara penuh bangsa Kurdi. Pada era modern pun, sistem yang melahirkan negara seperti Turki, Iran, Irak, dan Suriah gagal pula menguasai secara penuh wilayah Kurdi.
 
Namun, secara geopolitik, karaktarkarakter geografis Kurdi justru membawa petaka karena harus menerima wilayah itu terbagi di antara lima negara pasca-[[Perang Dunia I]].
 
Terpecahnya geografis, sejarah, dan politik bangsa Kurdistan terjadi pertama kali pada tahun 1514 menyusul [[pertempuran Chaldiran]] antara [[Dinasti Safawiyah]] dan [[Ottoman]] yang membawa mereka menandatangani sebuah perjanjian pembagian pengaruh di wilayah Kurdi.
====Bangsa Tanpa Negara====
 
Sesuai dengan sejarah politik Kurdi yang cukup tua, bangsa Kurdi termasuk bangsa yang kurang beruntung. Bahkan, Kurdi disebut sebagai bangsa tragis akibat karaktarkarakter [[geografi]]s, sentimen [[tribalisme]], tirani, dan [[kolonialisme]].
 
Tragedi bangsa Kurdi itu pun kemudian dikenal dengan nama “problem Timur”. Ironinya, problem Kurdi sering kali dilupakan, diabaikan. Tidak ada pembelaan terhadap bangsa Kurdi, bahkan dijadikan komoditas politik kekuatan regional maupun internasional untuk tujuan politik tertentu.
6.353

suntingan