Buka menu utama

Perubahan

144 bita dihapus, 3 tahun yang lalu
k
ejaan, replaced: Propinsi → Provinsi, diantara → di antara (3), ditiap → di tiap (2), keatas → ke atas, akte → akta (3)
[[Merpati]] putih (MP) merupakan [[warisan]] [[budaya]] peninggalan [[nenek moyang]] [[Indonesia]] yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga [[Keraton]] yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas [[wasiat]] Sang [[Guru]] ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.
 
Awalnya aliran ini dimiliki oleh '''Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro''' kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni [[beladiri]] ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar [[Gagak Samudro]] dan [[Gagak Seto]]. Gagak Samudro diwariskan ilmu peng[[obat]]an, sedangkan Gagak Seto ilmu [[sastra]]. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada [[Gagak Handoko]] (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiapdi tiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.
 
Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiapdi tiap kesatuan [[ABRI]] dan [[Polisi]] serta [[Pasukan Pengawalan Kepresidenan]] (Paspampres).
 
Didirikan pada tanggal [[2]] [[April]] [[1963]] di [[Yogyakarta]], mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun [[1993]]{{fact}}) yang tersebar di seluruh [[Nusantara]] dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh [[Indonesia]].{{fact}}
Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak [[Saring Hadi Poernomo]], sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah [[Purwoto Hadi Purnomo]] (Mas Poeng) dan [[Budi Santoso Hadi Purnomo]] (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).
 
PPS Betako [[Merpati]] Putih berasal dari [[seni]] [[beladiri]] [[keraton]]. Termasuk diantaranyadi antaranya adalah [[Pangeran Diponegoro]].
 
Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
Pada tanggal 7 Oktober 2000, bertempat di Salt Lake City USA, Merpati putih yang dipimpin oleh Ketuanya, mengikuti sayembara yang diadakan oleh JREF (James Randy Educational Fondation) yang berhadiah 1.000.000 dollar,{{fact}} merpati putih mendemonstrasikan ilmu yang dinamakan vibravision (getaran). Pada demo pertama menggunakan tutup mata yang dibawa sendiri. Kontestan dari merpati putih yang merupakan murid senior yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam bidang ini, unjuk gigi dengan berhasil mencari warna bendera yang sesuai dengan yang ditunjukkan dengan tingkat akurasi 100 persen, akan tetapi keesokan harinya ketika tes dimulai oleh pihak JREF dengan menggunakan tutup mata yang disediakan oleh panitia, akurasi dari kontestan Merpati Putih turun drastis hingga mendekati 0 persen yaitu hanya 3 yang benar dari 19 percobaaan.
 
Acara utama sesungguhnya adalah meresmikan cabang MP di Utah, Amerika Serikat. Penandatanganan akteakta notaris, mencoba bentuk/model organisasi/perguruan pencaksilat yg di manage modern, lengkap dengan paten, perizinan, rancangan kerja yang bisa menghidupi perguruan dan juga para pelatihnya. Juga sekaligus mengunjungi pusat pelayanan tunanetra di San Fransisco.
 
Bonusnya mencoba tantangan James Randy.{{fact}} Pelaksanaannya di Weber University, Ogden, Utah. Bertempat di laboratorium fisika (unggulan Weber University pada fakultas fisika). Bentuk bangunan mirip planetarium, tapi pendek. Atapnya setengah bola, dari beton tebal. Kalau di dalam, handphone mati signal.{{fact}} Betul-betul kedap suara dan kedap gelombang elektronik.{{fact}} Frekuensi berapapun tidak akan bisa keluar masuk lab.{{fact}} Letak lab itu agak jauh dari gedung kampus, dekat dengan pangkalan pelatihan F-16, yang dijamin tidak kelihatan di peta.{{fact}}
 
Masuk lab melalui pintu dan dinding berlapis. Ditengah ruangan ada kotak yg dijadikan meja, ukurannya sekitar lebar 1 meter, tinggi 90  cm, panjang 4-5 meter. Ujung-ujung meja ditutup logam selebar 60  cm. Meja tersebut bermuatan listrik statis yg cukup kuat. Ada yg seperti berdengung dibawah kotak. Tidak diduga, pesilat yg di test akan duduk disitu. Menjelang pelaksanaan test, kecuali para pesilat dan Nate Zelesnick sebagai saksi, disamping para "sarjana fisika" sebagai petugas yang melakukan pengetesan, semua harus meninggalkan gedung lab. Setelah selesai, mereka keluar, dan dinyatakan gagal. Terjadi keributan kecil karena Nate protes keras. Tissue basah yang dipakai membersihkan seputar mata terasa amat pedas, sangat mengganggu konsentrasi, protes di dalam lab tidak diterima.{{fact}} Anggota tim, dokter Heru (mahasiswa super spesialis bedah pita suara di fakultas kedokteran Utah university, pelatih MP), masuk untuk melihat sampel tissue.{{fact}} Ternyata yg dipakai adalah tissue basah antiseptic yang dipakai dokter bedah militer untuk membersihkan sekitar luka sebelum operasi darurat.{{fact}} Sangat pedas.{{fact}} Apalagi kelopak mata belum kering langsung ditempel semacam lakban kedap sinar.{{fact}}
 
Karena ujicoba adalah jenis paling mudah dibanding kualifikasi pesilat yg diuji (hanya mendeteksi warna-warna potongan kain yg diacak diatas kotak/meja), padahal kualifikasi kemampuan deteksi lebih dari itu, misal mendeteksi urutan setumpuk kartu bridge tanpa salah, mendeteksi narkoba yang disembunyikan, dan sebagainya).{{fact}} Merpati Putih kecolongan tidak waspada karena ada jebakan pada pasal-pasal yg ditandatangani. {{fact}}
 
== Beladiri Tangan Kosong (Betako) ==
Latihan Merpati Putih mementingkan aspek [[beladiri]] tanpa senjata/tangan kosong. Bagian-bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tak kalah ampuhnya dengan senjata sesungguhnya. Tetapi walaupun begitu pada anggota Merpati Putih secara [[ekstra kurikuler]] (bukan kurikulum latihan) diperkenalkan senjata, sifat dan karakteristikkaraktaristik senjata, cara menghadapi dan sebagainya.
 
Karena bagaimana mungkin bisa mengalahkan lawan bersenjata apabila tidak memahami karakteristikkaraktaristik dari senjata seperti bentuk, lintasan, alat penyasar, target sasaran senjata, dan sebagainya. Untuk itulah teknik penggunaan senjata juga dipelajari.
 
Senjata khas Merpati Putih adalah TEKBI dan KUDI dan akan diajarkan secara wajib pada pesilat secara bertahap pada tingkatan tertentu.
 
KUDI Merpati Putih berbentuk sangat khas, dan diciptakan oleh Mas Poeng (Guru Besar MP). Memiliki dimensi horizontal dan dimensi vertikal. Sarat dengan nilai-nilai dan falsafah. Mas Poeng (Guru Besar MP) sudah bertransformasi menjadi seorang MPU yang membuat senjata khas.
 
 
 
== Tujuan ==
Merpati Putih menggunakan [[tenaga dalam]] asli manusia, dengan teknik olah napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam [[Pencak Silat]] ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.
 
Secara normal [[sel]] dalam tubuh manusia menghasilkan [[zat]] yang bernama ''Adenosine Triphospate'' (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah napas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh. Ada banyak teknik olah napas di dalam [[Pencak Silat]] ini diantaranyadi antaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa [[Teknik]] jurus (disebut dengan rangkaian gerak) diantaranyadi antaranya adalah Rangkaian Gerak Praktis ([[RGP]]), Rangkaian Gerakan Terikat ([[RGT]]) dan Rangkaian Gerakan Bebas ([[RGB]]).
 
Hasil olah gerak dan olah napas ini kemudian dapat diolah menjadi tenaga 'getaran'.
Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara [[ilmu pengetahuan]] dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang [[tuna netra]], agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.
 
Pola latihan Merpati Putih sudah diteliti oleh ilmuwan sejak mulainya Operasi Seta I (1972) bersama dengan para Taruna Militer dengan hasil bahwa metode latihan Merpati Putih menghasilkan pola yang hampir sama dengan aerobik plus ditambah munculnya tenaga tambahan. Secara aktif diteliti efeknya pada tubuh manusia oleh para dokter-dokter spesialis di Yayasan Jantung Sehat. Getaran juga diujicobakan pada Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) untuk mendeteksi radiasi nuklir. Hasilnya, getaran Merpati Putih dapat lebih cepat digunakan untuk mendeteksi radiasi nuklir dibanding alat yang digunakan oleh BATAN. Pada Markas Polisi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Mapolda MetroJaya) getaran Merpati Putih diujicobakan untuk mendeteksi narkoba yang disembunyikan pada mobil, kantong perorangan, lemari, dan banyak tempat. Hasilnya, pesilat berhasil menunjukkan dengan sempurna lokasi penyimpanan narkoba tersebut. Belum lama ini (2009), bekerja sama dengan Pemerintah PropinsiProvinsi DKI Jakarta, getaran Merpati Putih digunakan untuk mendeteksi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sepanjang Ciliwung. Tahun 2010 sedang diupayakan kerjasama dengan Palang Merah Internasional untuk masuk di dalam tim bantuan pencarian korban bencana alam.
 
Hingga kini terus dikembangkan untuk masuk pada aspek-aspek kemanusiaan lainnya.
Para anggota berlatih paling tidak dua kali dalam seminggu di suatu Kelompok Latihan atau biasa disebut Kolat. Setiap kali latihan memakan waktu sekitar kurang-lebih dua jam. Pada tiap [[tahun]], yaitu tepatnya setiap [[Tahun Baru]] [[1]] [[Suro]] atau [[1 Muharam]], seluruh anggota dari [[Sabang]] sampai [[Merauke]] diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di [[Yogyakarta]], tepatnya di pantai [[Parang Kusumo]] untuk latihan bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan [[Napak Tilas]] di daerah [[Bukit Manoreh]]. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.
 
Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada tiap tingkatan dibedakan berdasarkan wilayah. Pada tingkat Dasar I hingga Balik II dilaksanakan di Cabang (Pengcab). Pada UKT Tingkat Kombinasi I menuju Kombinasi II dilaksanakan di Daerah (Pengda). Sedangkan UKT untuk tingkat Kombinasi 2 keataske atas dilaksanakan di Pusat (Parangkusumo, Yogyakarta) baik anggota dalam negeri maupun luar negeri.
 
== Sikap Hormat Perguruan ==
"Mengangkat dua jari tangan kiri (telunjuk dan jari tengah) di depan kening. Bersamaan itu pula sambil menarik napas halus disertai tangan kanan mengepal di depan dada agak ke kiri (di depan jantung) tidak menempel, badan tegak, pandangan lurus ke depan, muka tegak, kaki terbuka (selebar sikap sempurna)"
 
Artinya :<br />
 
1. Dua jari di depan kening<br />
* Anggota Merpati Putih selalu mengutamakan pemikiran terlebih dahulu daripada bertindak<br />
* Dua jari juga merupakan lambang perdamaian (kode etik internasional) sehingga anggota Merpati Putih harus selalu mengutamakan, menjunjung tinggi menghormati, serta mencintai perdamaian<br />
* Dua jari juga mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada dua hal yang selalu ada baik-buruk, siang-malam, ayah-ibu, pria-wanita, untung-rugi, ada penciptaan-ada ciptaan.<br />
 
2. Tangan mengepal<br />
* Melambangkan keteguhan hati (waktu menghirup napas) menyatukan dengan alam, dengan kehendak-Nya, berpasrah diri, menyadari sedalam-dalamnyabahwa kita hamba Tuhan.<br />
 
3. Bentuk kaki (sikap sempurnya)<br />
 
* Melambangkan sikap mandiri, kokoh, tegak, tegap, tegas dengan sikap memandang lurus ke depan.
 
== Arti Baju Seragam Merpati Putih ==
1. '''Baju''', terdapat lubang 3 pasang di dekat leher. Warna putih dengan leher warna merah berbentuk segi lima dengan garis - garis jahitan berjumlah 5 buah pada bagian setiap ujung lengan.<br />
 
Artinya :<br />
* Warna putih menunjukkan kesucian, ketulusan hati, kepasrahan, keterbukaan hati serta menjunjung tinggi arti perdamaian.
* Leher berbentuk segi lima menggambarkan Pancasila, terdapat juga jumlah jahitan pada leher tersebut. Ini berarti anggota Merpati Putih menjunjung tinggi dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.
* Lubang tali kancing mengingatkan kita agar selalu ingat bahwa di dalam hidup ini terdapat :
TUHAN YME (sang pencipta), ALAM (sumber hidup), DUNIA (kehidupan). Selain itu juga menggambarkan jumlah janji anggota Merpati Putih yang sering disebut TRI PRASETYA.<br />
 
2. '''Celana''', berwarna hitam menggambarkan ciri khas Pencak Silat indonesia dan merupakan pakaian khas masyarakat (petani). Warna hitam juga melambangkan keteguhan hati.<br />
 
3. '''Sabuk''', berwarna merah dengan jumlah jahitan 5 jalur menggambarkan Pancasila. Dalam menggunakan seragam yang telah dilengkapi dengan menggunakan sabuk merah berarti telah siap sebagai anggota Merpati Putih yang mengerti makna baik dan buruk serta bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengamalkan ajaran perguruan yaitu MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING. Anggota yang sudah bersabuk merah sebenarnya memiliki beban tanggung jawab yang besar. Anggota yang sudah diakui penuh, disumpah melalui janji Anggota. Disitulah perguruan mulai menanamkan sesuatu yang harus dilaksanakan anggota yaitu :<br />
 
1. Kepada Tuhan Yang Maha Esa.<br />
2. Kepada negara dan bangsa sebagai perwujudan alam seisinya.<br />
3. Kepada perguruan sebagai wadah penggaliannya.<br />
 
Anggota yang masih bersabuk putih merupakan ujian semakin dijiwainya gerak dalam berlatih pencak silat dan olah napas. Maka akan muncul semangat dari anggota bersabuk putih untuk mendapat pengakuan dari Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih.<br />
 
Arti Lambang PPS Betako Merpati Putih<br />
 
1. '''Bentuk segi lima''', PPS Betako Merpati Putih berasaskan Pancasila dan UUD 1945.<br />
 
2. '''Garis segi lima berwarna merah''', melammbangkan persatuan dan kesatuan seluruh Keluarga Besar PPS Betako Merpati Putih dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa.<br />
 
3. '''Warna dasar biru''', melambangkan sikap dan watak perdamaian sebagai pesilat, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.<br />
 
4. '''Tulisan Betako dan Merpati Putih Bermotif Aksara Jawa''', melambangkan sumber ilmu Merpati Putih berasal dari tanah Jawa yang merupakan budaya asli bangsa indonesia.<br />
 
5. '''Gambar tangan berwarna hitam (telapak tangan)''', melambangkan keteguhan hati bagi setiap anggota Merpati Putih.<br />
 
6. '''Warna kuning melingkari tangan''', melambangkan kejayaan dari ilmu Merpati Putih.<br />
 
7. '''Burung merpati dengan kepala tunduk''', melambangkan sikap dan watak anggota Merpati Putih, semakin memiliki ilmu semakin mencapai ketenangan lahir dan batin, seperti falsafah padi (semakin berisi semakin merunduk).<br />
 
8. '''Pita berwarna merah bertuliskan Merpati Putih berwarna putih''', melambangkan warna bendera Pusaka Merah Putih yang melambangkan keberanian dan kesucian.
== Guru dan Pewaris ==
'''Sang Guru''' :<br />
Saring Hadi Poernomo (Ayah Mas Poeng dan Mas Budi)<br />
 
'''Guru Besar''' :<br />
Poerwoto Hadi Poernomo (Mas Poeng) <br />
Budi Santoso Hadi Poernomo (Mas Budi) <br />
 
'''Dewan Guru''' :<br />
Soenarjo (Mas Nardjo)<br />
Mulyanto Tambak (Mas Mul)<br />
M. Poerwono (Mas Poer)<br />
 
'''Pewaris Muda''' :<br />
Masuk lab melalui pintu dan dinding berlapis. Ditengah ruangan ada kotak yg dijadikan meja, ukurannya sekitar lebar 1 meter, tinggi 90 cm, panjang 4-5 meter. Ujung-ujung meja ditutup logam selebar 60 cm. Meja tersebut bermuatan listrik statis yg cukup kuat. Ada yg seperti berdengung dibawah kotak. Tidak diduga, pesilat yg di test akan duduk disitu. Menjelang pelaksanaan test, kecuali para pesilat dan Nate Zelesnick sebagai saksi, disamping para "sarjana fisika" sebagai petugas yang melakukan pengetesan, semua harus meninggalkan gedung lab. Setelah selesai, mereka keluar, dan dinyatakan gagal. Terjadi keributan kecil karena Nate protes keras. Tissue basah yang dipakai membersihkan seputar mata terasa amat pedas, sangat mengganggu konsentrasi, protes di dalam lab tidak diterima. Anggota tim, dokter Heru (mahasiswa super spesialis bedah pita suara di fakultas kedokteran Utah university, pelatih MP), masuk untuk melihat sampel tissue. Ternyata yg dipakai adalah tissue basah antiseptic yang dipakai dokter bedah militer untuk membersihkan sekitar luka sebelum operasi darurat. Sangat pedas. Apalagi kelopak mata belum kering langsung ditempel semacam lakban kedap sinar.
 
Karena ujicoba adalah jenis paling mudah dibanding kualifikasi pesilat yg diuji (hanya mendeteksi warna-warna potongan kain yg diacak diatas kotak/meja), padahal kualifikasi kemampuan deteksi lebih dari itu, misal mendeteksi urutan setumpuk kartu bridge tanpa salah, mendeteksi narkoba yang disembunyikan, dan sebagainya). Merpati Putih kecolongan tidak waspada karena ada jebakan pada pasal-pasal yg ditandatangani.
 
Kesimpulan, protes ditolak. Meski esok sorenya, mata para pesilat baru bisa sembuh dari merah gatal.
6.353

suntingan