Sepuluh Suku yang Hilang: Perbedaan revisi

k
ejaan, replaced: Propinsi → Provinsi
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di masa + pada masa , -Di masa +Pada masa , - di Masa + pada Masa , - di masa-masa + pada masa-masa , -Di masa-masa +Pada masa-masa ))
k (ejaan, replaced: Propinsi → Provinsi)
* [[Zilpa]] : [[Gad]](7) , [[Asyer]](8)
 
Kedua belas anak laki-laki ini kelak menjadi bapak leluhur dari "Dua belas suku Israel". Ketika [[Musa]], [[Eleazar bin Harun|Eleazar]], [[Yosua]] dan para kepala suku-suku Israel membagi tanah Israel pada 12 suku ini, [[Suku Lewi]] tidak mendapatkan bagiannya karena suku ini dikhususkan untuk menjadi [[imam]]. [[Suku Yusuf]], atas wasiat [[Yakub]] sebelum meninggal, mendapatkan dua bagian tanah melalui [[Suku Efraim]] dan [[Suku Manasye|Manasye]], yang merupakan keturunan dari dua putra [[Yusuf bin Yakub|Yusuf]] dari [[Asnat]], istrinya yang berasal dari [[Mesir kuno|Mesir]].<ref>{{Alkitab|Kejadian 41:50-52}}</ref>
 
[[Suku Yehuda]], dan [[Suku Benyamin]] bergabung membentuk [[Kerajaan Yehuda]]/Yudea, yang dipercaya merupakan cikal bakal dari [[bangsa Yahudi]] yang hidup saat ini. [[Suku Lewi]] yang memiliki tugas keagamaan sama sekali tidak memiliki tanah (hanya menguasai area [[Bait Suci]] dan 6 kota sisa). Sedangkan suku lainnya ([[Suku Ruben|Ruben]], [[Suku Simeon|Simeon]], [[Suku Isakhar|Isakhar]], [[Suku Zebulon|Zebulon]], [[Suku Dan|Dan]], [[Suku Naftali|Naftali]], [[Suku Gad|Gad]], [[Suku Asyer|Asyer]], [[Suku Efraim|Efraim]], [[Suku Manasye|Manasye Timur, dan Manasye Barat]]) merupakan bagian dari [[Kerajaan Israel Utara]] yang nantinya dinyatakan sebagai "Suku yang Hilang".
== Qiang (Ch’iang-min) di China bagian barat ==
 
Orang-orang Qiang atau Ch’iang-min (sekitar 250 ribu orang, 1920) bermukim di PropinsiProvinsi Sechuan, China bagian barat, di daerah pegunungan sebelah barat Sungai Min, dekat perbatasan Tibet [Thomas Torrance “The History, Customs and Religion of the Ch’iang People of West China” (1920) dan “China’s First Missionaries: Ancient Israelites” (1937)]. Mereka menganggap diri sebagai imigran dari barat yang datang ke tempat tersebut setelah berjalan selama tiga tahun tiga bulan. Orang China menganggap mereka sebagai barbar, dan mereka menilai orang China sebagai penyembah berhala (Ch’iang-min percaya hanya pada satu Tuhan dan menyebutnya ‘Yawei’ ketika berada dalam kesulitan). Ch’iang-min mempraktikkan persembahan korban yang dilakukan Imam, jabatan yang hanya bisa dijabat oleh pria yang sudah menikah ({{Alkitab|Imamat 21:7,13}}) dan diwariskan turun-temurun. Para Imam mengenakan jubah putih bersih dan bersurban khusus. Mezbah dibuat dari batu yang tidak dipotong dengan alat logam ({{Alkitab|Keluaran 20:25}}), dan tidak boleh didekati oleh orang asing dan “cacat” ({{Alkitab|Imamat 21:17-23}}). Para Imam Ch’iang-min menggunakan tali pengikat jubah, dan sebatang tongkat berbentuk seperti ular (kisah Musa di gurun). Setelah berdoa, para Imam membakar bagian dalam dan daging korban sembelihan, dan mengambil bagian pundak, dada, kaki dan kulit, sementara dagingnya dibagikan kepada pemberi persembahan. Saat persembahan, mereka mengibarkan 12 bendera di sekitar altar untuk menjaga tradisi bahwa mereka berasal dari satu bapak yang memiliki 12 anak. (Mereka bertradisi sebagai keturunan Abraham dan berleluhur seorang bapak dengan 12 anak). Di antara orang Ch’iang-min, terdapat tradisi mengoleskan darah pada ambang pintu demi keselamatan dan keamanan rumah, pernikahan ipar, tudung kepala bagi wanita, memberi nama anak pada usia 7 hari hingga menjelang malam ke-40.
<!--Tanpa referensi, diragukan
== Kelompok Suku/Bangsa lainnya yang 'terindikasi' keturunan dari 10 Suku Utara Israel yang 'Hilang' ==
6.353

suntingan