Buka menu utama

Perubahan

7 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
ejaan, replaced: Propinsi → Provinsi, terlanjur → telanjur
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Kleurenlithos getiteld Orang-Boekit uit de Afdeeling Amoentai en Dajaksche vrouw uit Longwai van haar werk huiswaarts keerend TMnr 5795-30.jpg|thumb|300px|[[Litografi]] berjudul ''Orang-Boekit uit de Afdeeling Amoentai en Dajaksche vrouw uit Longwai'' ("Orang Bukit dari ''afdeeling'' [[Amuntai]] dan wanita Dayak Modang dari [[Long Wai]]") berdasarkan gambar oleh [[Carl Bock]] (1887)]]
 
'''Suku Dayak Meratus''' adalah nama kolektif untuk sekumpulan sub-[[suku Dayak]] yang mendiami sepanjang kawasan [[pegunungan Meratus]] di [[Kalimantan Selatan]]. Orang [[Banjar Kuala]] menyebut suku Dayak Meratus sebagai '''Urang Biaju (Dayak Biaju)''' karena dianggap sama dengan Dayak Ngaju (Biaju), sedangkan orang Banjar [[Hulu Sungai]] menyebut suku Dayak Meratus dengan sebutan '''Urang Bukit (Dayak Bukit/Buguet''')<ref name="The Monthly ">{{en}}{{cite book|first= | last= | url=http://books.google.com/books?id=vEMFAAAAQAAJ&dq=Buguet%2C%20or%20Bukit&hl=id&pg=PA14#v=onepage&q=Buguet,%20or%20Bukit&f=false | title=The Monthly repository (and review). | publisher= | year=1822}}</ref><ref>Istilah bukit sudah terdapat [[Hikayat Banjar]] (1663) merujuk kepada lokasi/penduduk pegunungan Meratus yang hidup terpisah dengan penduduk yang tinggal di sepanjang hilir sungai. Dalam [[Hikayat Banjar]] tertulis: "Kemudian daripada itu raja itu menyuruh Aria Magatsari menundukkan batang Tabalung dan batang Balangan dan batang Petak serta '''bukit'''nya............Sudah kemudian daripada itu maka maharaja Negara-Dipa menitahkan Tumanggung Tatah Jiwa menundukkan batang Alai dan batang Hamandit serta '''bukit'''nya."</ref> Selato menduga, suku Bukit termasuk golongan [[Suku Punan]].<ref>{{en icon}}{{cite book|url=http://books.google.co.id/books?id=T_TGggCgjRgC&lpg=PA26&dq=suku%20bukat&pg=PA17#v=onepage&q=suku%20bukat&f=false|pages=17|title=Nomads of the Borneo rainforest: the economics, politics,and ideology of settling down |first=Bernard |last=Sellato |publisher=University of Hawaii Press|year= 1994 |isbn=0-8248-1566-1}}ISBN 9780824815660</ref>. Tetapi [[Tjilik Riwut]] membaginya ke dalam kelompok-kelompok kecil seperti Dayak Alai, Dayak Amandit (Loksado), Dayak Tapin (Harakit), Dayak [[Kayu Tangi]], dan sebagainya, selanjutnya ia menggolongkannya ke dalam [[Rumpun Ot Danum|Rumpun Ngaju]]. Namun penelitian terakhir dari segi liguistik, bahasa yang digunakan sub suku Dayak ini tergolong ber[[bahasa Melayik]], jadi serumpun dengan [[Suku Kedayan]], [[Dayak Kendayan]] dan [[Dayak Iban]].
 
Sesuai habitat kediamannya tersebut maka belakangan ini mereka lebih senang disebut '''Suku Dayak Meratus''', daripada nama sebelumnya '''Dayak Bukit''' yang sudah terlanjurtelanjur dimaknai sebagai '''orang gunung'''. Padahal menurut [[Hairus Salim]] dari kosa kata lokal di daerah tersebut istilah '''bukit''' berarti ''bagian bawah dari suatu pohon'' yang juga bermakna ''orang atau sekelompok orang atau rumpun keluarga yang pertama yang merupakan cikal bakal masyarakat lainnya''.
 
'''Suku Buket''', nama yang dipakai oleh BPS untuk etnik ini dalam sensus penduduk tahun 2000. Di Kalimantan Selatan pada sensus [[penduduk]] tahun [[2000]] suku Buket berjumlah 35.838 jiwa, sebagian besar daripadanya terdapat di [[kabupaten]] Kota Baru yang berjumlah 14.508 jiwa.
 
== Budaya Bukit ==
Suku ini dapat digolongkan sebagai suku Dayak, karena mereka teguh memegang kepercayaan atau religi suku mereka. Akan tetapi religi suku ini, agak berbeda dengan suku Dayak di [[Kalimantan Tengah]] (Rumpun Dayak Ngaju atau Rumpun Barito), yang banyak menekankan [[ritual]] upacara kematian dalam agama [[Kaharingan]]. Salah satu Suku Dayak di Kalimantan Selatan yang juga banyak menekankan [[ritual]] upacara kematian adalah [[Suku Dayak Dusun Deyah]].
 
Sedangkan kepercayaan suku Meratus biasanya disebut agama [[Balian]] yang lebih menekankan [[upacara]] dalam [[kehidupan]], seperti upacara pada proses penanaman padi atau panen, sebagaimana halnya dengan suku Kanayatn yang melakukan upacara pesta panen Naik Dango di Kalimantan Barat. Suku Dayak Bukit juga tidak mengenal tradisi '''[[ngayau]]''' yang ada zaman dahulu pada kebanyakan suku Dayak.
 
Perbandingan hubungan suku Bukit dengan [[suku Banjar]], seperti hubungan [[suku Baduy]] dengan [[suku Banten]]. Suku Banjar dan suku Banten merupakan suku yang hampir seluruhnya memeluk Islam, sedangkan suku Bukit dan suku Baduy merupakan suku yang teguh mempertahankan religi sukunya.
 
=== Populasi Suku Bangsa Dayak Bukit ===
Populasi suku Dayak Bukit di PropinsiProvinsi Kalimantan Selatan : 35.838 (BPS - sensus th. 2000)
 
Berdasarkan sensus [[penduduk]] tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), populasi suku Dayak Bukit di Kalimantan Selatan berjumlah 35.838 jiwa, yang terdistribusi pada beberapa [[kabupaten]] dan [[kota]], yaitu :
6.353

suntingan