Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 3 tahun yang lalu
k
→‎Argumen psikologis, sosiologis, dan ekonomi: ejaan, replaced: praktek → praktik
 
==== Argumen psikologis, sosiologis, dan ekonomi ====
Para filsuf seperti [[Ludwig Feuerbach]]<ref>Feuerbach, Ludwig (1841) ''[[The Essence of Christianity]]''</ref> dan [[Sigmund Freud]] berargumen bahwa Tuhan dan kepercayaan keagamaan lainnya hanyalah ciptaan manusia, yang diciptakan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan psikologis dan emosi manusia. Hal ini juga merupakan pandangan banyak [[Agama Buddha|Buddhis]].<ref>Walpola Rahula, ''What the Buddha Taught.'' Grove Press, 1974. Halaman 51–52.</ref> [[Karl Marx]] dan [[Friedrich Engels]], dipengaruhi oleh karya Feuerbach, berargumen bahwa kepercayaan pada Tuhan dan agama adalah fungsi sosial, yang digunakan oleh penguasa untuk menekan kelas pekerja. Menurut [[Mikhail Bakunin]], "pemikiran akan Tuhan mengimplikasikan turunnya derajat akal manusia dan keadilan; ia merupakan negasi kebebasan manusia yang paling tegas, dan seperlunya akan berakhir pada perbudakan umat manusia, dalam teori dan prakteknyapraktiknya." Ia membalikkan aforisme [[Voltaire]] yang terkenal yang berbunyi jika "Tuhan tidak ada, maka adalah perlu untuk menciptakanNya", dengan menulis: "Jika Tuhan benar-benar ada, maka adalah perlu untuk menghapusnya."<ref>{{cite web |url=http://dwardmac.pitzer.edu/anarchist_archives/bakunin/godandstate/godandstate_ch1.html |title=God and the State |accessdate=2007-04-12 |last=Bakunin |first=Michael |authorlink=Michael Bakunin |year=1916 |work= |publisher=New York: Mother Earth Publishing Association}}</ref>
 
==== Argumen logis dan berdasarkan bukti ====
6.353

suntingan