Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 3 tahun yang lalu
k
ejaan, replaced: praktek → praktik (2)
Pada tahun 1994, perusahaan ini memindahkan kantor pusatnya dari Indonesia ke Singapura dan mulai meminjam uang untuk memperluas agresif. Leverage perusahaan ini sangat berat; Pada 1996-1998, hanya menghasilkan 1,5 kali arus kas sebanyak biaya bunga.<ref>{{cite web|url=http://www.businessweek.com/magazine/content/01_33/b3745003.htm |title="Asia's Worst Deal", Business Week, August 13, 2001 |work=Bloomberg BusinessWeek |date=13 August 2001 |accessdate=7 June 2012}}</ref> Pada bulan Maret 2001, selama Krisis Utang Asia, gagal membayar utangnya, sebagian besar yang kemudian dijadwal ulang pada nilai yang lebih rendah.<ref>[http://forests.org/archive/asia/aspulpan.htm "Asia Pulp & Paper to Default on $12 Billion in Debt" Bloomberg, 12 March 2001]{{dead link|date=June 2012}}</ref> Pada bulan November 2003, Anak perusahaan yang berbasis di Jakarta Indah Kiat menggugat penanggung dan pemegang masalah utang (dalam dolar Amerika Serikat) telah diterbitkan pada tahun 1994 di bawah hukum New York, melainkan menggugat, namun, di Indonesia, dan pada bulan Februari 2007 pengadilan Indonesia menyatakan utang tidak sah.<ref>{{cite web|url=http://www.financeasia.com/article.aspx?CIaNID=45672&r=rss |title=Can Indonesian corporates get away without repaying bonds? |publisher=Financeasia.com |accessdate=7 June 2012}}</ref>
 
== Isu lingkungan dan praktekpraktik pembalakan ==
=== LSM & Kritik Aktivis ===
Berbagai LSM mengkritik APP atas dasar pemeliharaan lingkungan. Menurut Friends of the Earth laporan dari tahun 2005, APP telah membersihkan lebih dari 280.000 hektare hutan dalam dekade terakhir, dan berencana untuk memotong 300.000 lain selama lima tahun ke depan.<ref>[http://www.foei.org/en/resources/publications/miscellaneous/clashes/indonesiatrees.html?searchterm=Indonesia indonesia trees Indonesia without trees? Record breaking logging of last rainforests] [[Friends of the Earth]]</ref>
Pada 2010, Patrick Moore, mantan aktivis Greenpeace, menjelaskan bahwa APP tidak bertanggung jawab atas deforestasi tetapi itu disebabkan sebagian besar oleh penduduk setempat "ilegal merambah hutan untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Dengan mempekerjakan orang Indonesia, APP telah mengurangi deforestasi, karena lebih banyak pekerjaan berarti lebih sedikit kemiskinan, yang berarti sedikit tekanan untuk pindah ke hutan.” <ref>{{cite web|url=http://www.theguardian.com/environment/georgemonbiot/2010/dec/02/sumatra-rainforest-destruction-patrick-moore |title=Why is a former Greenpeace activist siding with Indonesia’s logging industry? |publisher=The Guardian |date=02 December 2010 |accessdate=18 December 2013}}</ref>
 
Pada 2011, ketika ditanya apakah ia percaya bahwa APP tulus dalam mereformasi praktik penebangan, Dorjee Sun, CEO dari Carbon Conservation, menyatakan bahwa. <blockquote>"Perubahan organisasi besar selalu membutuhkan waktu, sehingga tujuan kami pada tahun 2020 adalah untuk membangun praktekpraktik keberlanjutan, target dan peta jalan dengan tonggak jawab yang akan menghasilkan keberlanjutan sejati di seluruh perusahaan." <ref>{{cite web|url= http://tech.fortune.cnn.com/2011/04/06/what-green-thinkers-think-about-green/ |title= What green thinkers think about green |publisher=CNN Money |date=06 April 2011 |accessdate=18 December 2013}}</ref>
</blockquote>
 
6.353

suntingan