Paroki: Perbedaan revisi

11 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
ejaan, replaced: praktek → praktik
k
k (ejaan, replaced: praktek → praktik)
'''Paroki''' berasal dari bahasa Yunani ''parokein'' artinya musafir, pengembara. Paroki ([[Bahasa Inggris]]: ''parish'') pada umumnya mengesankan suatu tipe [[pembagian administratif]]. Istilah ini digunakan pada beberapa [[gereja]] [[Kristen]], terutama [[Gereja Katolik Roma]], [[Komuni Anglikan]], dan [[Gereja Ortodoks]]. [[Pemerintahan]] sipil pada beberapa [[negara]] seperti [[Inggris]], [[Irlandia]], dan [[Estonia]], juga menggunakan istilah ini, yang lebih dikenal dengan "[[paroki sipil]]".
== Paroki dalam gereja Katolik ==
[[Paroki]] adalah komunitas kaum beriman yang dibentuk secara tetap dengan batas-batas kewilayahan tertentu dalam [[Keuskupan]] (Gereja Partikular). Sebagaimana Gereja terutama adalah himpunan umat beriman, bukan gedung, maka pengertian paroki pun pertama-tama adalah himpunan orang, bukan sekedar wilayah, walaupun sifat kewilayahan sebagai aspek yang tetap juga inheren padanya (Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik, kanon 515 art. 1). [[Uskup]]lah yang berwenang mendirikan, membubarkan atau mengubah Paroki (Kitab Hukum Kanonik kanon 515 art 2). Pada umumnya Paroki bersifat teritorial, bukan personal, bukan kategorial, di dalam prinsip organisasinya.
== Reksa pastoral paroki ==
Karena Paroki lebih merupakan himpunan umat, maka pertama-tama dalam [[Hukum Kanon]] [[Gereja Katolik]] reksa pastoral umatlah yang diperhatikan. Dan reksa pastoral itu dipercayakan kepada [[Pastor]] Paroki sebagai gembalanya sendiri, di bawah otoritas Uskup ([[Kitab Hukum Kanonik]] Gereja Katolik, kanon 515 art. 1). Namun bila dituntut oleh keadaan, reksa pastoral paroki dapat dipercayakan kepada beberapa imam dalam kebersamaan, asal salah seorang menjadi moderator, memimpin kegiatan secara terpadu dan mempertanggung-jawabkannya kepada Uskup ([[Kitab Hukum Kanonik]], kanon 517 art 1)
Mengenai hubungan pastor-awam dalam Dewan Pastoral Paroki, Konstitusi Konsili Vatikan II tentang Gereja menyatakan: “Para gembala harus mengakui dan memajukan martabat dan tanggungjawab kaum awam dalam Gereja; hendaknya para gembala memanfaatkan nasihat yang arif, mempercayakan kepada mereka tugas-tugas dalam pelayanan Gereja dan menghargai kebebasan dan ruang gerak mereka, mendorong mereka agar karena prakarsa sendiri melaksanakan karya-karya. Hendaknya para gembala mempertimbang-kan aspirasi yang dikemukakan kaum awam” ([[Lumen Gentium]] 37).
== Wilayah, stasi, lingkungan ==
Dalam paroki-paroki besar, partisipasi awam di dalam reksa pastoral diperluas dengan membagi paroki menjadi bentuk-bentuk seperti [[Wilayah gereja|wilayah]], [[stasi]], [[lingkungan gereja|lingkungan]] bahkan blok. Satuan terkecil, yaitu blok, dalam prakteknyapraktiknya dibatasi sebanyak-banyaknya 20 keluarga yang secara teritorial tinggal berdekatan. Seluruhnya diikat dan dipersatukan dalam Dewan Pastoral Paroki. Pada prinsipnya, setiap satuan itu diharapkan merupakan suatu komunitas basis ([[Komunitas Basis Gerejani]]) sendiri yang bersifat terbuka, yang dapat berfungsi meneladan cara hidup jemaat perdana dalam Kis 2:42: “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”, dan berbagi tugas dan tanggungjawab di antara mereka sendiri.
 
== Lihat pula ==
# Kitab Hukum Kanonik Gereja Katolik, 1983
 
{{Templat:Macam pembagian negara}}
 
{{katolik-stub}}
 
[[Kategori:Paroki| ]]
[[Kategori:Pembagian administratif]]
[[Kategori:Istilah dalam Gereja Katolik Roma]]
 
 
{{katolik-stub}}
6.353

suntingan