Sekularisme: Perbedaan revisi

1 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
k
ejaan, replaced: dari pada → daripada
k (←Suntingan 146.148.50.0 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh 112.215.36.142)
k (ejaan, replaced: dari pada → daripada)
Pendukung sekularisme menyatakan bahwa meningkatnya pengaruh sekularisme dan menurunnya pengaruh agama di dalam negara tersekularisasi adalah hasil yang tak terelakkan dari [[Pencerahan]] yang karenanya orang-orang mulai beralih kepada [[ilmu pengetahuan]] dan [[rasionalisme]] dan menjauhi [[takhayul]]. Namun hal tersebut juga menjaga persamaan hak-hak sipil dalam kebebasan memeluk suatu kepercayaan dan berkeyakinan baik individu ataupun kelompok, dengan kata lain sekularisme justru menjadi ideologi yang mendukung kebebasan beragama tanpa ada agama superior yang dapat mefonis kepercayaan lain adalah salah dan sesat dan mendaat konsekwensi hukum.
 
Penentang sekularisme melihat pandangan di atas sebagai arogan, mereka membantah bahwa pemerintaan sekuler menciptakan lebih banyak masalah dari padadaripada menyelesaikannya, dan bahwa pemerintahan dengan etos keagamaan adalah lebih baik. Penentang dari golongan Kristiani juga menunjukkan bahwa negara Kristen dapat memberi lebih banyak kebebasan beragama daripada yang sekuler. Seperti contohnya, mereka menukil [[Norwegia]], [[Islandia]], [[Finlandia]], dan [[Denmark]], yang kesemuanya mempunyai hubungan konstitusional antara gereja dengan negara namun mereka juga dikenal lebih progresif dan liberal dibandingkan negara tanpa hubungan seperti itu. Seperti contohnya, Islandia adalah termasuk dari negara-negara pertama yang melegal kan aborsi, dan pemerintahan Finlandia menyediakan dana untuk pembangunan masjid.
 
Namun pendukung dari sekularisme juga menunjukkan bahwa negara-negara [[Skandinavia]] diatas terlepas dari hubungan pemerintahannya dengan agama, secara sosial adalah termasuk negara yang palng sekuler di dunia, ditunjukkan dengan rendahnya persentase mereka yang menjunjung kepercayaan beragama.
 
Komentator modern mengkritik sekularisme dengan mengacaukannya sebagai sebuah ideologi antiagama, ateis, atau bahkan satanis. Kata Sekularisme itu sendiri biasanya dimengerti secara peyoratif oleh kalangan konservatif. Walaupun tujuan utama dari negara sekuler adalah untuk mencapai kenetralan di dalam agama.
 
{{Tanpa agama}}
<!-- interwiki -->
 
[[Kategori:Agama dan politik]]
[[Kategori:Pencerahan]]
[[Kategori:Pemikiran bebas]]
 
<!-- interwiki -->
6.353

suntingan