Buka menu utama

Perubahan

6 bita dihapus, 3 tahun yang lalu
k
ejaan, replaced: dari pada → daripada (3)
 
== Raja-Raja Janggala ==
Pembagian kerajaan sepeninggal [[Airlangga]] terkesan sia-sia, karena antara kedua putranya tetap saja terlibat perang saudara untuk saling menguasai.
 
Pada awal berdirinya, Kerajaan Janggala lebih banyak meninggalkan bukti sejarah dari padadaripada [[Kerajaan Kadiri]]. Beberapa orang raja yang diketahui memerintah Janggala antara lain:
# [[Mapanji Garasakan]], berdasarkan prasasti Turun Hyang II (1044), prasasti Kambang Putih, dan prasasti Malenga (1052).
# [[Alanjung Ahyes]], berdasarkan prasasti Banjaran (1052).
 
== Akhir Kerajaan Janggala ==
Meskipun raja Janggala yang sudah diketahui namanya hanya tiga orang saja, namun kerajaan ini mampu bertahan dalam persaingan sampai kurang lebih 90 tahun lamanya. Menurut prasasti Ngantang (1035), Kerajaan Janggala akhirnya ditaklukkan oleh [[Sri Jayabhaya]] raja [[Kadiri]], dengan semboyannya yang terkenal, yaitu ''Panjalu Jayati'', atau ''Kadiri Menang''.
 
Sejak saat itu Janggala menjadi bawahan [[Kadiri]]. Menurut ''[[Kakawin Smaradahana]]'', raja [[Kadiri]] yang bernama [[Sri Kameswara]], yang memerintah sekitar tahun 1182-1194, memiliki permaisuri seorang putri Janggala bernama '''Kirana'''.
Setelah [[Kadiri]] ditaklukkan [[Singhasari]] tahun 1222, dan selanjutnya oleh [[Majapahit]] tahun 1293, secara otomatis Janggala pun ikut dikuasai.
 
Pada zaman [[Majapahit]] nama [[Kahuripan]] lebih populer dari padadaripada Janggala, sebagaimana nama [[Daha]] lebih populer dari padadaripada [[Kadiri]]. Meskipun demikian, pada prasasti Trailokyapuri (1486), [[Girindrawardhana]] raja [[Majapahit]] saat itu menyebut dirinya sebagai penguasa ''Wilwatikta-Janggala-Kadiri''.
 
=== Bhre Kahuripan ===
Adanya Kerajaan Janggala juga muncul dalam ''[[Nagarakretagama]]'' yang ditulis tahun 1365. Kemudian muncul pula dalam naskah-naskah sastra yang berkembang pada zaman kerajaan-kerajaan [[Islam]] di [[Jawa]], misalnya ''[[Babad Tanah Jawi]]'' dan ''Serat Pranitiradya''.
 
Dalam naskah-naskah tersebut, raja pertama Janggala bernama '''Lembu Amiluhur''', putra Resi Gentayu alias [[Airlangga]]. Lembu Amiluhur ini juga bergelar Jayanegara. Ia digantikan putranya yang bernama [[Panji Asmarabangun]], yang bergelar Prabu Suryawisesa.
 
[[Panji Asmarabangun]] inilah yang sangat terkenal dalam kisah-kisah Panji. Istrinya bernama Galuh Candrakirana dari [[Kediri]]. Dalam pementasan [[Ketoprak]], tokoh Panji setelah menjadi raja Janggala juga sering disebut [[Sri Kameswara]]. Hal ini jelas berlawanan dengan berita dalam [[Smaradahana]] yang menyebut [[Sri Kameswara]] adalah raja [[Kadiri]], dan Kirana adalah putri Janggala.
6.353

suntingan