Buka menu utama

Perubahan

305 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
Ia berasal dari keluarga religius. Ayahnya Syihabuddin bin Taimiyah adalah seorang syaikh, hakim, dan khatib. Kakeknya Majduddin Abul Birkan Abdussalam bin Abdullah bin Taimiyah al Harrani adalah seorang ulama yang menguasai fiqih, hadits, tafsir, ilmu ushul dan penghafal Al Qur'an (''hafidz'').
 
Ibnu Taimiyah lahir di zaman ketika [[Baghdad]] merupakan pusat kekuasaan dan budaya [[Islam]] pada masa [[Dinasti Abbasiyah]]. Ketika berusia enam tahun (tahun 667 H/[[1268]]M), Ibnu Taimiyah dibawa ayahnya ke [[Damaskus]] disebabkan serbuan tentara Mongol atas Irak.<ref name=ghaddah>{{aut|Ghaddah, Abdul Fattah Abu}} (2001). ''Ulama yang Tidak Menikah''. hlm.103{{spaced ndash}}16. [[Jakarta]]: Pustaka Azzam.</ref>{{aut|Ahmad, Jamil}} (Oktober 2009). ''Seratus Muslim Terkemuka''. hlm.125{{spaced nash}}27. [[Jakarta]]: Pustaka Firdaus. ISBN 979-541-172-1.</ref>
 
=== Perkembangan dan hasrat keilmuan ===
8.311

suntingan