Suku Banggai: Perbedaan revisi

57 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Suku Banggai''' merupakan suku asli yang mendiami [[kepulauan Banggai]] di [[kabupaten Banggai]] di [[Provinsi Sulawesi Tengah]]. Suku Banggai terdiri dari dua kelompok, yaitu ''suku Banggai Kepulauan'' yang berada di [[kabupaten Banggai]] Kepulauan [[provinsi Sulawesi Tengah]], dan ''suku Sea-sea'' (''Suku Banggai Pegunungan'') yang berada di daerah pegunungan di [[kabupaten Banggai]] [[Provinsi Sulawesi Tengah]].
Di Kabupaten Banggai sebenarnya terdapat tiga suku bangsa, yaitu ''Suku Banggai'', [[Suku Saluan]] dan [[Suku Balantak]], tetapi ketiga suku ini berbeda dan masing-masing memiliki adat dan kebudayaan sendiri-sendiri. Suku Banggai dianggap sebagai penduduk asli wilayah ini. Sedangkan suku Saluan dan suku Balantak, merupakan pendatang dari wilayah lain di luar wilayah Banggai.
<ref name="A"><small>[http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1246/suku-banggai-sulawesi-tengah Suku Banggai Sulawesi Tengah] diakses 12 Februari 2016 </small></ref>
 
== Kepercayaan Suku Banggai ==
Penduduk [[Sulawesi Tengah]] sebagian besar beragama Islam dengan persentase 72,36 % pemeluk agama Kristen 24,51%, pemeluk agam hindu dan Budha 3,13%.
Penyebaran agama Islam di Sulawesi Tengah adalah [[Abdullah Raqile]] yang lebih dikenal dengan [[Dato Karamah]] seorang Ulama dari [[Sumatera Barat]]. Agama Kristen pertama kali disebarkan oleh Missionaris dari [[belanda]] yaitu A.C Cruyt dan Adrian diwilayah kabupaten Poso dan bagian selatan kabupaten Donggala. Sedangkan agama Hindu dan Budha dibawa oleh para transmigran asal [[bali]].
<ref name="W"><small>[http://www.sultengprov.go.id/profil-sulteng/sekilas-sulteng/65-tentang-propinsi-sulawesi-tengah Sekilas tentang Provinsi Sulawesi Tengah] diakses 12 Februari 2016 </small></ref>
 
== Kesenian dan Kebudayaan ==
553

suntingan