Gereja Protestan Maluku: Perbedaan revisi

34 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
*[[1622]]: Majelis Jemaat Indische Kerk dibentuk pula di Banda, yang berdampak, aktivitas penginjilan di wilayah Maluku pun mulai kian marak dan intens dilakukan, khususnya melalui peran [[Pendeta]] [[Adriaan Hulsebos]], yang telah berupaya membuat pelayanan ke Ambon, namun kapalnya tenggelam di [[Teluk]] [[Ambon]], dia pun meninggal, dan misinya dilanjutkan oleh Pendeta [[Bernard Rosskot|Rosskot]] (yang selanjutnya pula berperan dalam menyelenggarakan Pendidikan [[Teologi]] pertama di Ambon, Maluku, maupun Indonesia).
*[[1799]]: Setelah VOC dibubarkan, maka ada sejumlah jemaat di Indonesia yang terlantar, termasuk beberapa jemaat di Ambon.
*[[1815]]-[[1833]]: [[Joseph Kam]] diutus ke Maluku oleh NZG (''[[Nederlands ZendingZendeling Genootschap]]'').
*[[1871]]: Joseph Kam mendata jemaat-jemaat di Ambon
*[[1930]]: Gereja terus berkembang pada masa pemerintahan [[Hindia-Belanda]] yang dilayani oleh [[Gereja Protestan di Indonesia]] (GPI) dan Nederlandse Zendeling Genotschaap (NZG) dan daerah pelayanannya telah meliputi hampir seluruh Maluku.
*[[1935]], [[6 September]]: GPM berdiri sebagai gereja yang mandiri dalam bidang [[konfesi]], [[liturgi]] dan keuangan
*[[1950]]: RMS membakar Kota Ambon dan wilayah [[Pulau Seram]] yang mengakibatkan banyaknya gedung gereja ikut terbakar.
*Pada tanggal [[25 Mei]] [[1950]], GPM menjadi anggota [[PGI]].
*[[1999]]-[[2003]]: Kerusuhan antara warga Islam dan Kristen yang terprovokasi, sehingga mengakibatkan ratusan [[gereja]] dan mesjid[[masjid]] terbakar dan ribuan orang meninggal.
 
==Personalia==
458

suntingan