Mandar dengkur: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
 
==Status==
Mandar dengkur dibatasiterbatas untukdi Sulawesi dan Buton, dan memiliki perkiraan populasi 3,.500-15,.000 individuekor. Jumlahnya diperkirakan akan menurun, dan jangkauan terbatas dan populasi kecil berarti bahwa spesies diklasifikasikan sebagai [[Spesies rentan|Rentan]] oleh [[International Union for Conservation of Nature]] (IUCN).<ref name=IUCN/>
 
Mungkin burung ini telah menyebar sedikit, tetapi terdapat pengawahutanan luas dalam jangkauannya yang mengakibatkan kehilangan dan fragmentasi habitat yang sesuai. Mandar ini telah dilindungi oleh hukum Indonesia sejak tahun 1972, dan [[Taman Nasional Lore Lindu]] dan [[Taman Nasional Bogani Nani Wartabone]] besar berada dalam jangkauannya, tetapi penebangan dan pemotongan rotan terjadi bahkan di daerah-daerah yang dilindungi, dan perambahan manusia juga merupakan masalah di Lore Lindu. Mandar ini ditangkap untuk makanan di masa lalu, dan kadang-kadang dibunuh oleh anjing, kucing, dan predator diintroduksi lainnya.<ref name=IUCN/><ref name= roots> Roots (2006) pp. 56–57. </ref> Sebuah survei tahun 2007 dari kawasan lindung Sulawesi gagal menemukan mandar ini, menunjukkan bahwa burung ini benar-benar langka bahkan dalam kawasan lindung.<ref name= lee>{{cite journal |last1= Lee |first1= Tien Ming |last2= Sodhi |first2= Navjot S |last3=Prawiradilaga |first3= Dewi M |year=2007 |title= The importance of Protected Areas for the forest and endemic avifauna of Sulawesi (Indonesia) | journal= Ecological Applications | volume=17 | pages=1727–1741 | url = |doi=10.1890/06-1256.1|jstor=40062070 |issue=6}}</ref>
 
== Referensi ==