Buka menu utama

Perubahan

3 bita ditambahkan, 3 tahun yang lalu
k
 
=== Fermentasi anaerobik ===
Spesies [[bakteri anaerob]], termasuk anggota dari genus [[Clostridium|''Clostridium'']] atau [[Acetobacterium|''Acetobacterium'']] dapat mengkonversi gula menjadi asam asetat langsung, tanpa menggunakan etanol sebagai perantara. Reaksi kimia keseluruhan yang dilakukan oleh bakteri ini dapat direpresentasikan sebagai:
Spesies [[bakteri anaerob]], termasuk anggota dari genus [[Clostridium|''Clostridium'']] atau [[Acetobacterium|''Acetobacterium'']] dapat mengkonversi gula menjadi asam asetat langsung, tanpa menggunakan etanol sebagai perantara. Reaksi kimia keseluruhan yang dilakukan oleh bakteri ini dapat direpresentasikan sebagai:<blockquote>C<sub>6</sub>H<sub>12</sub>O<sub>6</sub> → 3 CH<sub>3</sub>COOH</blockquote>[[Bakteri asetogenik]] menghasilkan asam asetat dari senyawa satu-karbon, termasuk metanol, [[karbon monoksida]], atau campuran [[karbon dioksida]] dan [[hidrogen]]:<blockquote>2 CO<sub>2</sub> + 4 H<sub>2</sub> → CH<sub>3</sub>COOH + 2 H<sub>2</sub>O</blockquote>Kemampuan ''Clostridium'' ini untuk memanfaatkan gula secara langsung, atau untuk menghasilkan asam asetat dari bahan yang lebih murah, berarti bahwa bakteri ini berpotensi menghasilkan asam asetat lebih efisien daripada oksidator etanol seperti ''Acetobacter''. Namun, bakteri ''Clostridium'' lebih peka terhadap asam daripada ''Acetobacter''. Bahkan strain ''Clostridium'' yang paling toleran terhadap asam dapat menghasilkan cuka dengan persentase asam asetat yang sangat sedikit, dibandingkan dengan strain ''Acetobacter'' yang dapat menghasilkan cuka hingga 20% asam asetat. Saat ini, masih lebih efisien memproduksi cuka menggunakan ''Acetobacter'' daripada menggunakan ''Clostridium'' dan kemudian dipekatkan. Akibatnya, meskipun bakteri asetogenik telah dikenal sejak tahun 1940, penggunaan industri mereka tetap terbatas pada beberapa aplikasi ceruk.<ref>{{Cite|author1 = Jia Huey Sim|author2 = Azlina Harun Kamaruddin|author3 = Wei Sing Long|author4 = Ghasem Najafpour|year = 2007|title = Clostridium aceticum—A potential organism in catalyzing carbon monoxide to acetic acid: Application of response surface methodology|journal = Enzyme and Microbial Technology|volume = 40|issue = 5|pages = 1234–1243|doi = 10.1016/j.enzmictec.2006.09.017}}</ref>
:<math>\text{C}6\text{H}_{12}\text{O}_6 \longrightarrow 3 \text{CH}_3\text{COOH}</math>
 
[[Bakteri asetogenik]] menghasilkan asam asetat dari senyawa satu-karbon, termasuk metanol, [[karbon monoksida]], atau campuran [[karbon dioksida]] dan [[hidrogen]]:
:<math>2 \text{CO}_2 + 4 \text{H}_2 \longrightarrow \text{CH}_3\text{COOH} + 2 \text{H}_2\text{O}</math>
 
Spesies [[bakteri anaerob]], termasuk anggota dari genus [[Clostridium|''Clostridium'']] atau [[Acetobacterium|''Acetobacterium'']] dapat mengkonversi gula menjadi asam asetat langsung, tanpa menggunakan etanol sebagai perantara. Reaksi kimia keseluruhan yang dilakukan oleh bakteri ini dapat direpresentasikan sebagai:<blockquote>C<sub>6</sub>H<sub>12</sub>O<sub>6</sub> → 3 CH<sub>3</sub>COOH</blockquote>[[Bakteri asetogenik]] menghasilkan asam asetat dari senyawa satu-karbon, termasuk metanol, [[karbon monoksida]], atau campuran [[karbon dioksida]] dan [[hidrogen]]:<blockquote>2 CO<sub>2</sub> + 4 H<sub>2</sub> → CH<sub>3</sub>COOH + 2 H<sub>2</sub>O</blockquote>Kemampuan ''Clostridium'' ini untuk memanfaatkan gula secara langsung, atau untuk menghasilkan asam asetat dari bahan yang lebih murah, berarti bahwa bakteri ini berpotensi menghasilkan asam asetat lebih efisien daripada oksidator etanol seperti ''Acetobacter''. Namun, bakteri ''Clostridium'' lebih peka terhadap asam daripada ''Acetobacter''. Bahkan strain ''Clostridium'' yang paling toleran terhadap asam dapat menghasilkan cuka dengan persentase asam asetat yang sangat sedikit, dibandingkan dengan strain ''Acetobacter'' yang dapat menghasilkan cuka hingga 20% asam asetat. Saat ini, masih lebih efisien memproduksi cuka menggunakan ''Acetobacter'' daripada menggunakan ''Clostridium'' dan kemudian dipekatkan. Akibatnya, meskipun bakteri asetogenik telah dikenal sejak tahun 1940, penggunaan industri mereka tetap terbatas pada beberapa aplikasi ceruk.<ref>{{Cite|author1 = Jia Huey Sim|author2 = Azlina Harun Kamaruddin|author3 = Wei Sing Long|author4 = Ghasem Najafpour|year = 2007|title = Clostridium aceticum—A potential organism in catalyzing carbon monoxide to acetic acid: Application of response surface methodology|journal = Enzyme and Microbial Technology|volume = 40|issue = 5|pages = 1234–1243|doi = 10.1016/j.enzmictec.2006.09.017}}</ref>
 
== Penggunaan ==