Kota Samarinda: Perbedaan antara revisi

600 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
Secara yuridis Kota Samarinda terbentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1959.
 
PatokanDasar untuk menetapkan hari jadi kota Samarinda adalah catatankesimpulan sejarahtim ketikapenyusun orang-orangsejarah Bugisyang Wajodibentuk iniPemerintah bermukimDaerah diKotamadya Samarinda padaberdasarkan permulaanasumsi tahundan [[1668]]prediksi atau tepatnyaestimasi pada64 bulanhari Januarimasa 1668.pelayaran Telahdari ditetapkanWajo padamenuju peraturanSamarinda, Daerahsejak Kotamadyapenandatangan DaerahPerjanjian TingkatBongaya II18 SamarindaNovember Nomor:1667. 1Akhirnya, tahundiperoleh 1988hasil tanggal [[21 Januari]] [[1988]]1668, pasalyang 1bertepatan berbunyi,pula "Haridengan Jadihari Kotajadi SamarindaPemerintah ditetapkanDaerah pada tanggalSamarinda, [[21 Januari]] [[1668]]1960.<ref>Tim M,penyusun bertepatan(2004). denganMerajut tanggalKembali 5Sejarah Sya'banKota 1078 Hijriyah"Samarinda. PenetapanSamarinda: iniPemerintah dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi kotaKota Samarinda, ke-320 pada tanggal [[21 Januari]]hlm. [[1988]]168.</ref>
 
Telah ditetapkan pada peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Samarinda Nomor: 1 tahun 1988 tanggal [[21 Januari]] [[1988]], pasal 1 berbunyi, "Hari Jadi Kota Samarinda ditetapkan pada tanggal [[21 Januari]] [[1668]] M, bertepatan dengan tanggal 5 Sya'ban 1078 Hijriyah". Penetapan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi kota Samarinda ke-320 pada tanggal [[21 Januari]] [[1988]].
Tanggal [[21 Januari]] [[1668]] (5 [[Sya'ban]] 1078 [[Hijriyah]]) adalah hari yang diyakini sebagai awal kedatangan orang-orang [[Suku Bugis|suku Bugis Wajo]] yang kemudian mendirikan pemukiman di [[muara]] [[Karang Mumus, Samarinda Ilir, Samarinda|Karang Mumus]].
 
Tanggal [[21 Januari]] [[1668]] adalah hari yang diperkirakan dari satu versi sebagai awal kedatangan orang-orang [[Suku Bugis|suku Bugis Wajo]] yang kemudian mendirikan pemukiman di Samarinda Seberang. Meskipun demikian, sebelum rombongan Bugis Wajo datang ke Samarinda, sudah ada peradaban komunitas Kutai Kuno dan Banjar di wilayah Samarinda.<ref>Sarip, Muhammad (2015). Samarinda Bahari, Sejarah 7 Zaman Daerah Samarinda. Samarinda: Komunitas Samarinda Bahari, ISBN: hlm. 5—19. ISBN: 978-602-73617-0-6.</ref>
 
=== Wali kota ===
5

suntingan