Buka menu utama

Perubahan

648 bita ditambahkan, 3 tahun yang lalu
Asam asetat merupakan salah satu [[asam karboksilat]] paling sederhana, setelah [[asam format]]. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah [[asam lemah]], artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi [[ion]] H<sup>+</sup> dan {{chem2|CH|3|COO}}{{sup|–}}. Asam asetat merupakan [[pereaksi kimia]] dan [[bahan baku]] [[industri]] yang penting. Asam asetat digunakan dalam [[produksi]] [[polimer]] seperti [[polietilena tereftalat]], [[selulosa asetat]], dan [[polivinil asetat]], maupun berbagai macam [[serat]] dan [[kain]]. Dalam industri makanan, asam asetat, dengan [[Kode E|kode aditif makanan]] E260, digunakan sebagai pengatur [[keasaman]]. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai [[kesadahan air|pelunak air]]. Sebagai [[aditif makanan]], asam asetat disetujui penggunaannya di banyak negara, termasuk Kanada<ref>{{cite|title=Food and Drug Regulations (C.R.C., c. 870)|journal=Consolidated Regulations|publisher=Canadian Department of Justice|date=31 May 2013|url=http://laws-lois.justice.gc.ca/eng/regulations/C.R.C.,_c._870/FullText.html}}</ref>, Uni Eropa<ref>UK Food Standards Agency: [http://www.food.gov.uk/safereating/chemsafe/additivesbranch/enumberlist "Current EU approved additives and their E Numbers"]</ref>, Amerika Serikat<ref>US Food and Drug Administration: [https://web.archive.org/web/20120117060614/http://www.fda.gov/Food/FoodIngredientsPackaging/FoodAdditives/FoodAdditiveListings/ucm091048.htm "Listing of Food Additives Status Part I"]</ref>, Australia dan Selandia Baru<ref>Australia New Zealand Food Standards Code: [http://www.comlaw.gov.au/Details/F2011C00827 "Standard 1.2.4 – Labeling of ingredients"]</ref>.
 
Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta [[ton]] per tahun. 1,5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil [[daur ulang]], sisanya diperoleh dari industri [[petrokimia]].<ref name=":2">{{cite|author1=Hosea Cheung|author2=Robin S. Tanke|author3=G. Paul Torrence|year=2005|title=Acetic Acid|encyclopedia=[[Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry]]|location=Weinheim|publisher=Wiley-VCH|doi=10.1002/14356007.a01_045.pub2}}</ref> Sebagai pereaksi kimia, sumber [[makhluk hidup|hayati]] cukup menarik, tetapi tidak kompetitif. Cuka adalah asam asetat encer, seringkali diproduksi melalui [[fermentasi]] dan oksidasi lanjutan [[etanol]].
 
== Tata Nama ==
Atom [[hidrogen]] (H) pada [[gugus fungsional|gugus]] [[gugus karboksil|karboksil]] (−COOH) dalam [[asam karboksilat]] seperti asam asetat dapat dilepaskan sebagai ion H<sup>+</sup> ([[proton]]), melalui peroses ionisasi sebagai berikut:<blockquote>CH<sub>3</sub>CO<sub>2</sub>H → CH<sub>3</sub>CO<sub>2</sub><sup>−</sup> + H<sup>+</sup></blockquote>Oleh karena itu, asam asetat mempunyai sifat asam. Asam asetat adalah asam lemah [[asam monoprotik|monoprotik]] dengan nilai [[Konstanta disosiasi asam|pK<sub>a</sub>]]=4,76.<ref>{{Cite|last1 = Goldberg|first1 = R.|last2 = Kishore|first2 = N.|last3 = Lennen|first3 = R.|year = 2002|title = Thermodynamic Quantities for the Ionization Reactions of Buffers|journal = Journal of Physical and Chemical Reference Data|volume = 31|issue = 2|pages = 231–370|bibcode = 1999JPCRD..31..231G|doi = 10.1063/1.1416902|url = http://www.nist.gov/data/PDFfiles/jpcrd615.pdf}}</ref> Basa konjugasinya adalah [[asetat]] (CH<sub>3</sub>COO<sup>−</sup>). [[Asam konjugat|Basa konjugatnya]] adalah asetat (CH<sub>3</sub>COO<sup>−</sup>). Sebuah larutan 1.0&nbsp;[[Molar|M]] asam asetat (kira-kira sama dengan konsentrasi pada cuka rumah) memiliki [[pH]] sekitar 2,4; menandakan bahwa sekitar 0,4% molekul asam asetat terdisosiasi.<ref group="n">[H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>] = 10<sup>−2.4</sup> = 0.4 %</ref>
 
[[Berkas:Acetic_acid_deprotonation.png|375x375px]]
[[Berkas:Acetic acid deprotonation.png|375px|Reaksi kesetimbangan asam asetat dalam air]]
 
=== Struktur ===
; Dimer siklis
StrukturAsam [[kristal]]asetat asam asetatpadat menunjukkan bahwa [[molekul|molekul-molekul]] asam asetat berpasangan membentuk [[dimer]] yang dihubungkan oleh [[ikatan hidrogen]].<ref>Jones, R.E.; Templeton, D.H. (1958). "The crystal structure of acetic acid". ''Acta Crystallogr.'' '''11'''(7), 484–87.</ref> Dimer juga dapat dideteksi pada [[uap]] [[temperatur|bersuhu]] {{Convert|120&nbsp;[[Derajat Celsius|°C]]|F}}. Dimer juga terjadi pada larutan encer di dalam pelarut tak-berikatan-hidrogen, dan kadang-kadang pada cairan asam asetat murni.<ref>James M. Briggs; Toan B. Nguyen; William L. Jorgensen. Monte Carlo simulations of liquid acetic acid and methyl acetate with the OPLS potential functions. ''J. Phys. Chem.'' '''1991''', ''95'', 3315-3322.</ref> Dimer dirusak dengan adanya pelarut berikatan hidrogen (misalnya [[air]]). Entalpi disosiasi dimer tersebut diperkirakan 65.,0–66.,0 kJ/mol, entropi disosiasi sekitar 154–157 J mol<sup>−1</sup> K<sup>−1</sup>.<ref>James B. Togeas. Acetic Acid Vapor: 2. A Statistical Mechanical Critique of Vapor Density Experiments. ''J. Phys. Chem. A'' '''2005''', ''109'', 5438-5444. {{doi|10.1021/jp058004j}}</ref> Sifat dimerisasi ini juga dimiliki oleh asam karboksilat sederhana lainnya.<ref>{{Cite|last = McMurry|first = John|year = 2000|title = Organic Chemistry|edition = 5th|publisher = Brooks/Cole|page = 818|isbn = 0-534-37366-6}}</ref>[[Berkas:Acetic acid cyclic dimer.png|160px|thumb|Dimer siklis dari asam asetat, garis putus-putus melambangkan ikatan hidrogen.|left]]
 
; Sebagai Pelarut
=== Sebagai pelarut ===
Asam asetat cair adalah [[pelarut protik]] [[hidrofilik]] ([[Molekul polar|polar]]), mirip seperti [[air]] dan [[etanol]]. Asam asetat memiliki [[konstanta dielektrik]] yang sedang yaitu 6.,2,; sehingga ia bisa melarutkan baik [[senyawa kimia|senyawa]] polar seperi [[garam (kimia)|garam]] [[kimia anorganik|anorganik]] dan [[gula]] maupun senyawa non-polar seperti minyak dan [[unsur kimia|unsur-unsur]] seperti [[sulfur]] dan [[iodin]]. Asam asetat bercamburbercampur dengan mudah dengan [[pelarut]] polar atau nonpolar lainnya seperti air, [[kloroform]] dan [[heksana]]. Dengan alkana yang lebih tinggi (dimulai dari [[oktana]]), asam asetat tidak lagi bercampur sempurna, dan kebercampurannya terus menurun berbanding lurus dengan kenaikan rantai n-alkana.<ref>{{Cite|last1 = Zieborak|first1 = K.|first2 = K.|last2 = Olszewski|year = 1958|magazine = Bulletin de L'Academie Polonaise des Sciences-Serie des Sciences Chimiques Geologiques et Geographiques|volume = 6|issue = 2|pages = 3315–3322}}</ref> Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia, misalnya sebagai pelarut dalam produksi [[dimetil tereftalat]].<ref name=":2" />
 
; Reaksi-reaksi kimia