Kaisar Chongzhen: Perbedaan revisi

3 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
clean up, replaced: dimana → di mana (3)
k (cuma menambahkan poin di daftar berpoin)
k (clean up, replaced: dimana → di mana (3))
Chongzhen tumbuh dalam lingkungan yang relatif tenang karena dia adalah putra paling bungsu dari Kaisar Taichang sehingga tidak menjadi objek perebutan kekuasaan seperti yang pernah dialami oleh kakaknya, [[Kaisar Tianqi]].
 
Tahun 1627, kakaknya mangkat dan dia mewarisi tahta, umurnya waktu itu baru 16 tahun. Tidak seperti kakaknya yang bergantung pada kasimnya, [[Wei Zhongxian]], dia berusaha memerintah secara independen. Chongzhen menyingkirkan Wei dan [[Selir Ke]] yang telah lama memerintah di belakang layar. Wei diasingkan ke [[Fengyang]], provinsi [[Anhui]] dimanadi mana dia bunuh diri tak lama kemudian. Demikian juga 262 kroni-kroni Wei, mereka diasingkan, dipecat, dan dieksekusi atas perintahnya.
 
Chongzhen berusaha memerintah tanpa tergantung para kasim dan sebisa mungkin menyelamatkan dinastinya yang sudah bobrok. Dia rajin menghadiri rapat-rapat pemerintahan. Ketika mendengar bencana kelaparan di suatu daerah dia memerintahkan penanganan segera.
 
== Kejatuhan Dinasti Ming ==
Dalam dekade 1630-1640an, Dinasti Ming telah menunjukkan tanda-tanda kejatuhannya, bencana alam dimanadi mana-mana dan juga pemberontakan kaum petani. Serbuan suku Manchu dari utara makin memperkeruh situasi. April 1644, pasukan petani Dashun dibawah pimpinan [[Li Zicheng]] menginvasi ibukota [[Beijing]].
 
Pada saat-saat terakhir kejatuhannya, Chongzhen mengumpulkan pejabatnya untuk mendiskusikan situasi. Dia memerintahkan orang-orangnya membunyikan genderang dan lonceng sebagai tanda memanggil pejabat-pejabatnya untuk rapat darurat, namun tak seorangpun hadir pada saat yang kritis itu. Dia lalu pergi ke rumah [[Zhu Chunchen]], bangsawan Ming yang juga salah satu pejabat tingginya. Hasilnya penjaga rumah Zhu tidak membukakan pintu baginya. Chongzhen terpaksa kembali ke istana dengan penuh kekecewaan.
== Kaisar Chongzhen dalam budaya populer ==
Chongzhen sering muncul dalam kisah-kisah silat yang berlatar belakang keruntuhan dinasti Ming.
Misalnya ''Sword Stained with Royal Blood'' (碧血剑) karya [[Jin Yong]], ada bab dimanadi mana Jendral Yuan Chonghuan dan keluarganya dihukum mati atas perintah Chongzhen. Tokoh utama cerita ini, Yuan Chengzhi, seorang anak Yuan yang lolos dari hukuman itu belajar silat dan merencanakan balas dendam atas kematian ayahnya. Belakangan dia mengampuni Chongzhen, namun tak lama kemudian Li Zicheng menyerbu Beijing dan Chongzhen gantung diri.
 
== Lihat pula ==
110.443

suntingan