Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-dimana +di mana); perubahan kosmetik
Yaitu; tidak ada yang berhak diibadahi secara haq di bumi maupun di langit melainkan Allah semata. Dialah ilah yang haq sedang ilah (sesembahan) selain-Nya adalah batil. Sedang Ilah maknanya ma’bud (yang diibadahi). Artinya secara [[harfiah]] adalah: '''"Tiada Tuhan selain Allah"'''
 
:Orang yang ber[[ibadah]] kepada selain [[Allah]] adalah [[kafir]] dan [[musyrik]] terhadap Allah sekalipun yang dia sembah itu seorang [[nabi]] atau [[wali]]. Sekalipun ia beralasan supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dan ber[[tawasul]] kepadanya. Sebab orang-orang [[musyrik]] yang dulu menyelisihi [[Rasul]], mereka tidak menyembah para nabi dan wali dan orang soleh melainkan dengan memakai alasan ini. Akan tetapi itu merupakan alasan batil lagi tertolak. Sebab mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dan bertawasul kepada-Nya tidak boleh dengan cara menyelewengkan ibadah kepada selain Allah. Melainkan hanya dengan menggunakan nama-nama dan sifat-Nya, dengan perantaraan amal sholeh yang diperintahkan-Nya seperti [[salat]], [[shodaqah]], [[zikir]], [[puasa]], [[jihad]], [[haji]], bakti kepada orang tua serta lainnya, demikian pula dengan perantara doanya seorang mukmin yang masih hidup dan hadir dihadapannya ketika mendoakan.
 
'''Ibadah beraneka ragam:'''
:Di antaranya doa yaitu memohon kebutuhan dimanadi mana hanya [[Allah]] yang mampu melakukannya seperti menurunkan hujan, menyembuhkan orang sakit, menghilangkan kesusahan yang tidak mampu dilakukan oleh makhluk. Seperti pula memohon [[surga]] dan selamat dari [[neraka]], memohon keturunan, [[rizki]], kebahagiaan dan sebagainya.
 
:Semua ini tidak boleh dimohonkan kecuali kepada [[Allah]]. Siapa yang memohon hal itu kepada [[makhluk]] baik masih hidup atau sudah mati berarti ia telah menyembahnya. Allah ta’ala berfirman memerintahkan hamba-hamba-Nya supaya berdoa hanya kepada-Nya berikut mengabarkan bahwa doa itu satu bentuk [[ibadah]]. Siapa yang menujukannya kepada selain Allah maka ia termasuk penghuni [[neraka]]. “Dan [[Rob]]mu berfirman :
Di antara bentuk ibadah : Istighotsah (memohon bantuan), istianah (memohon pertolongan) dan istiadzah (memohon perlindungan).
 
:Tidak ada yang boleh dimintai bantuan ataupun pertolongan ataupun perlindungan kecuali Allah saja. Allah ta’ala berfirman dalam Al Qur’an Al karim :
{{cquote|Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan (Al Fatihah:4)}}
{{cquote|Katakanlah: Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya (Al Falaq:1-2)}}
:Manusia tidak boleh bertawakal selain kepada Allah, tidak boleh berharap selain kepada Allah, dan tidak boleh khusyu' melainkan kepada Allah semata.
 
:Bentuk menyekutukan Allah di antaranya berdoa kepada selain Allah baik berupa orang-orang yang masih hidup lagi diagungkan atau kepada penghuni [[kubur]]. Melakukan [[thowaf]] di kuburan mereka dan meminta dipenuhi hajatnya kepada mereka. Ini merupakan bentuk peribadatan kepada selain Allah dimanadi mana pelakunya bukan lagi disebut sebagai seorang [[muslim]] sekalipun mengaku [[Islam]], mengucapkan [[la ila illallah Muhammad rasulullah]], mengerjakan [[salat]], [[berpuasa]] dan bahkan [[haji]] ke [[baitullah]].
 
* Makna Syahadat “Muhammad Rasulullah”
Makna [[syahadat]] [[Muhammad]] [[Rasulullah]] adalah mengetahui dan meyakini bahwa [[Muhammad]] utusan [[Allah]] kepada seluruh manusia, dia seorang hamba biasa yang tidak boleh disembah, sekaligus rasul yang tidak boleh didustakan. Akan tetapi harus ditaati dan diikuti. Siapa yang menaatinya masuk surga dan siapa yang mendurhakainya masuk [[neraka]]. Selain itu anda juga mengetahui dan meyakini bahwa sumber pengambilan syariat sama saja apakah mengenai syiar-syiar ibadah ritual yang diperintahkan Allah maupun aturan hukum dan syariat dalam segala sector maupun mengenai keputusan [[halal]] dan [[haram]]. Semua itu tidak boleh kecuali lewat utusan Allah yang bisa menyampaikan syariat-Nya. Oleh karena itu seorang muslim tidak boleh menerima satu syariatpun yang datang bukan lewat rasul. Allah ta’ala berfirman :
{{cquote|Apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah ia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah (Al Hasyr:7)}}
{{cquote|Maka demi [[Robb]]mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam [[hati]] mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuh [[hati]] (An Nisa’:65)}}
== Shalat ==
{{artikel|Shalat}}
[[Shalat]] [[Shalat Lima Waktu|lima waktu sehari semalam]] yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim dimanadi mana ia bermunajat dan berdoa kepada-Nya. Juga untuk menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat membahagiakannya di dunia dan akhirat.
 
Allah mensyariatkan dalam shalat, suci badan, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk shalat. Maka seorang muslim membersihkan diri dengan air suci dari semua barang najis seperti air kecil dan besar dalam rangka menyucikan badannya dari najis lahir dan hatinya dari najis batin.
110.443

suntingan