Jogotirto, Berbah, Sleman: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Feri istanto (bicara | kontrib)
Feri istanto (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 11:
|provinsi=Daerah Istimewa Yogyakarta
}}
'''Jogotirto''' adalah sebuah [[desa]] yang terletak di kecamatan [[Berbah, Sleman]], [[Daerah Istimewa Yogyakarta]], [[Indonesia]]. Desa ini merupakan penggabungan 3 Kelurahan Lama yaitu: Kelurahan Jragung, Bulu dan Jogomangsan. Berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka tiga bekas Kelurahan tersebut kemudian digabung menjadi satu desa yang otonom dengan nama Desa Jogotirto yang ditetapkan berdasarkan Maklumat Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-daerah Kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Karongan, Jogotirto, Berbah, Sleman, terletak pada koordinat 07o 48' 56” LS, 110o 27' 49” BT, dengan luas wilayah 5,84 Km2. Desa Jogotirto menyimpan beberapa potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi, yalni; [[Candi Abang]] yang terletak di Padukuhan Krasaan, Lava Bantal di Dusun Watuadeg, Goa Jepang yang terletak di padukuhan Blambangan, dan Goa Sentono di Sentonoharjo.
 
== Kepala Desa ==
Baris 50:
| 10 || [[Morobangun, Jogotirto, Berbah, Sleman|Morobangun]]|| - || Morobangun, Candibang
|}
 
== Candi Abang ==
Candi Abang terletak di Dusun Krasaan, Jogotirto, Berbah. Candi ini adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Banyunibo dan Candi Barong. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 M pada masa Mataram Kuno. Candi yang berbentuk seperti piramid ini dinamakan Candi Abang karena terbuat dari batubata yang berwarna merah (abang dalam bahasa Jawa berarti merah). Sebuah anomali karena candi berbata merah hanya ditemukan di Jawa Timur umumnya.
Bentuk candi ini berupa segi empat dengan ukuran 36 m x 34 meter, sekarang banyak ditumbuhi rerumputan sehingga dari jauh nampak mirip seperti gundukan tanah atau bukit kecil yang lebih terkenal dengan bukit "teletubbies", mengingat bentuknya seperti bukit dalam serial anak-anak teletubbies. Pada waktu pertama kali ditemukan, dalam candi ini terdapat arca dan alas yoni lambang dewa Siwa berbentuk segidelapan (tidak berbentuk segi empat, seperti biasanya) dengan sisi berukuran 15 cm. Kepercayaan sekitar percaya Candi Abang memendam harta terpendam.
 
== Fenomena lingkaran tanaman ==
Pada hari Minggu tanggal [[23 Januari]] [[2011]] pukul 17.00 [[WIB]], pihakWarga [[KepolisianDesa RepublikJogotirto Indonesia]]digemparkan didengan sektor [[Sleman]], [[Yogyakarta]] membenarkan munculnyapenemuan lambang misterius berdiameter 70 meter yang dicurigai terkait dengan isu ''UFO'' atau [[makhluk luar angkasa]] yang dikenal dengan sebutan [[lingkaran tanaman]] atau ''crop circle'' di daerah persawahan di [[Gunung Suru]], [[Jogotirto]]. Pihak kepolisian yang menyelidiki bahkan telah [http://us.foto.detik.com/readfoto/2011/01/23/224706/1552709/157/1/ mengabadikan foto] langka tersebut sebagai dokumentasi. ''Lingkaran tanaman'' di ladang tersebut diyakini sebagai kejadian yang pertama di [[Indonesia]] dan juga disaksikan para warga sekitar tempat kejadian tersebut walaupun cuaca hujan dan tidak baik. Para warga sendiri meyakini lambang tersebut adalah simbol pendaratan pesawat UFO dari planet lain. <ref>[http://m.detik.com/read/2011/01/23/213859/1552700/10/polisi-benarkan-lambang-misterius-ufo-mun "Polisi Benarkan Lambang Misterius "UFO" Muncul di Sleman" - Elvan Dany Sutrisno] dari detik.com, Minggu, 23 Januari 2011, 21:38 WIB, diakses 24 Januari 2011.</ref>
Seorang anak kecil mengaku melihat kejadian tersebut saat cuaca buruk di hari itu dan menyebutkan bahwa sebuah [[angin puting beliung]] terlihat naik turun di ladang tersebut dan membentuk lambang misterius tersebut. <ref>[http://us.detiknews.com/read/2011/01/23/222006/1552705/10/anak-kecil-melihat-puting-beliung-yang-membuat-simbol-ufo-di-sleman-yogya?nd992203605 "Anak Kecil Melihat Puting Beliung yang Membuat Simbol 'UFO' di Sleman Yogya" - Elvan Dany Sutrisno] dari detik.com, 23 Januari 2011, 22:20 WIB, diakses 24 Januari 2011.</ref>