Krepa: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
clean up, replaced: dimana → di mana
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- asal-usul + asal usul ))
k (clean up, replaced: dimana → di mana)
| Kitab = ''[[Mahabharata]]; [[Bhagawadgita]]
}}
'''Krepa''' atau '''Kripa''' (''Kṛpa''; ''Kripacharya''), adalah seorang tokoh dalam [[wiracarita]] ''[[Mahabharata]]''. Ia merupakan putera [[Resi]] [[Saradwana]] dan Janapadi, dan menjadi guru para pangeran [[Kerajaan Kuru|Kuru]] di [[Hastinapura]].
 
Pada mulanya, ia hidup di hutan bersama dengan adiknya yang bernama Krepi. Suatu ketika Prabu [[Santanu]] dari [[Hastinapura]] berburu ke tengah hutan. Karena merasa kasihan dengan keadaan mereka, ia memungut Krepa dan Krepi, lalu diberi pendidikan. Karena kemahiran Krepa dalam ilmu menggunakan senjata, akhirnya ia diangkat menjadi pejabat di [[Hastinapura]] dan diberi kepercayaan untuk mendidik para pangeran Kuru ([[Pandawa]] dan [[Korawa]]).
 
Ketika [[Karna]] menantang [[Arjuna]] di sebuah stadion, Krepa menanyakan asal usul Karna. Pertanyaan itu tidak bisa dijawab Karna. Akhirnya Duryodana datang lalu membela Karna. Ia juga mengangkat Karna menjadi raja di [[kerajaan Angga|Angga]].
 
Krepa berperang pada pihak [[Korawa]] pada saat [[Baratayuda]] ([[Perang di Kurukshetra|perang keluarga Bharata]]). Sebelum berperang, [[Yudistira]] memberi penghormatan kepadanya. Krepa mengatakan bahwa ia tidak bisa dibunuh. Meskipun demikian, hal itu tidak membuat Korawa menang. Krepa juga berkata bahwa kemenangan sesungguhnya berpihak pada tokoh yang benar, yaitu para [[Pandawa]].
 
Ketika Baratayuda berakhir, dari pihak Korawa hanya Krepa, [[Kertawarma]] dan [[Aswatama]] yang masih hidup. Karena [[Aswatama]] marah dengan kekejaman [[Drestadyumna]] dari pihak [[Pandawa]] yang telah membunuh ayahnya, maka ia menyusup ke kemah Pandawa pada malam hari untuk melampiaskan dendam. Krepa turut serta. Setelah melakukan pembalasan, mereka kabur. Para Pandawa menyusul Aswatama ke tengah hutan, dimanadi mana [[Resi]] [[Byasa]] tinggal. Disana, Aswatama diadili dan dikutuk.
 
Setelah perang berakhir, Krepa tinggal di [[Hastinapura]] untuk mendidik penerus [[Dinasti Kuru]]. Di antaranya ialah [[Parikesit]] dan [[Janamejaya]].
 
Krepa juga dikenal sebagai ''[[Ciranjiwin]]'', atau "makhluk berumur panjang".
 
 
{{Tokoh Mahabharata}}
 
{{mahabharata-stub}}
 
[[Kategori:Tokoh Mahabharata]]
[[Kategori:Resi]]
 
 
{{mahabharata-stub}}
110.443

suntingan