Buka menu utama

Perubahan

18.085 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
Dinosaurus juga menggunakan sistem nama [[binominal nomenklatur]], seperti yang dicetuskan oleh biologis [[Carolus Linnaeus]]. Setiap dinosaurus memiliki dua nama, satu nama depan sebagai nama [[genus]] dan satu nama belakang sebagai nama [[spesies]]. Misalnya Tyrannosaurus rex, Brachiosaurus altithorax, Triceratops horridus, atau Stegosaurus armatus. Biasanya, di luar lingkungan ilmu pengetahuan, yang digunakan hanya nama genusnya. Namun nama lengkapnya ternyata menarik perhatian banyak orang sehingga sering diikutsertakan, yang berarti juga menambah arti dinosaurus itu. Misalnya [[Triceratops]] berarti "wajah bertanduk tiga", namun jika nama spesiesnya dipakai juga (horridus)berarti "wajah bertanduk tiga yang menakutkan".
 
== Masa Hidup ==
Semua dinosaurus hidup pada Masa Mesozoikum (Zaman Pertengahan) yang berlangsung setelah Masa Paleozoikum dan sebelum Masa Kenozoikum / Neozoikum pada Eon Fanerozoikum (Kehidupan Terlihat). Masa Mesozoikum berlangsung antara 250-65 juta tahun yang lalu. Masa Mesozoikum dibagi menjadi tiga periode, yaitu Periode Triasik / Trias (250-206 juta tahun yang lalu), Jurasik / Jura (205-145 juta tahun yang lalu), dan Kretaseus / Kapur (144-65 juta tahun yang lalu).
 
Tidak semua dinosaurus hidup pada zaman yang sama, misalnya ''Stegosaurus'' dan ''Tyrannosaurus'' tidak pernah bertemu karena ''Stegosaurus'' hidup pada Periode Jurasik, sedangkan ''Tyrannosaurus'' hidup pada Periode Kretaseus. Dinosaurus pertama muncul pada Akhir Periode Triasik pada Kala Carnian, sekitar 237 juta tahun yang lalu, kemudian berkembang secara konstan lalu meledak ketika Periode Jurasik Awal. Kebanyakan dinosaurus hidup pada Periode Jurasik dan Kretaseus. 
 
Berikut ini merupakan tabel pembagian Masa Mesozoikum:
 
{| class="MsoTableGrid"
|
Masa
|
Periode
|
Zaman
|
Kala
|
Waktu
|-
| rowspan="30" |
Mesozoikum
| rowspan="7" |
Triasik
| rowspan="2" |
Triasik Awal
|
''Induan''
|
250-249 jtyl
|-
|
''Olenekian''
|
249-246 jtyl
|-
| rowspan="2" |
Triasik Tengah
|
''Anisian''
|
246-242 jtyl
|-
|
''Ladinian''
|
242-237 jtyl
|-
| rowspan="3" |
Triasik Akhir
|
''Carnian''
|
237-227 jtyl
|-
|
''Norian''
|
227-210 jtyl
|-
|
''Rhaetian''
|
210-206 jtyl
|-
| rowspan="11" |
Jurasik
| rowspan="4" |
Jurasik Awal
|
''Hettangian''
|
205-198 jtyl
|-
|
''Sinemurian''
|
198-191 jtyl
|-
|
''Pliensbachian''
|
191-183 jtyl
|-
|
''Toarchian''
|
183-174 jtyl
|-
| rowspan="4" |
Jurasik Tengah
|
''Aalenian''
|
174-170 jtyl
|-
|
''Bajocian''
|
170-168 jtyl
|-
|
''Bathonian''
|
168-166 jtyl
|-
|
''Callovian''
|
166-162 jtyl
|-
| rowspan="3" |
Jurasik Akhir
|
''Oxfordian''
|
162-157 jtyl
|-
|
''Kimmeridgian''
|
157-152 jtyl
|-
|
''Tithonian''
|
152-145 jtyl
|-
| rowspan="12" |
Kretaseus
| rowspan="6" |
Kretaseus Awal
|
''Berriasian''
|
144-142 jtyl
|-
|
''Valanginian''
|
142-133 jtyl
|-
|
''Hauterivian''
|
133-130 jtyl
|-
|
''Barremian''
|
130-126 jtyl
|-
|
''Aptian''
|
126-113 jtyl
|-
|
''Albian''
|
113-100 jtyl
|-
| rowspan="6" |
Kretaseus Akhir
|
''Cenomanian''
|
100-92 jtyl
|-
|
''Turonian''
|
92-89 jtyl
|-
|
''Coniacian''
|
89-86 jtyl
|-
|
''Santonian''
|
86-83 jtyl
|-
|
''Campanian''
|
83-72 jtyl
|-
|
''Maastrichtian''
|
72-65 jtyl
|}
 
== Makanan ==
Sebagian besar dinosaurus (sekitar 65%) adalah [[herbivora]]. Sekitar 30% adalah [[karnivora]] dan 5% sisanya adalah [[omnivora]]. Dinosaurus herbivora memiliki adaptasi yang beranekaragam untuk memakan tanaman yang beranekaragam pula. Beberapa dinosaurus herbivora seperti [[''Kentrosaurus'']] hanya memakan tanaman yang lunak. [[''Ankylosaurus'']] dan [[''Sauropelta'']] memiliki mulut yang lebih lebar, jadi mereka dapat memakan tanaman yang lebih bervariasi.
 
Sauropoda raksasa seperti [[''Diplodocus'']]dapat mencapai tumbuhan yang tumbuh jauh dari tubuhnya, namun Brachiosauria seperti [[''Brachiosaurus'']] dapat meraih puncak pohon. [[''Triceratops'']] memiliki paruh kuat yang mampu memotong bagian tumbuhan yang keras, namun makanan paling bervariasi dari jenis herbivora adalah Hadrosauria seperti [[''Edmontosaurus'']] dan [[''Corythosaurus'']]. Mereka memiliki sistem penggilingan yang efisien yang melibatkan paruh lebar untuk mencabut tanaman serta ratusan gigi geraham berbentuk intan yang berderet rapat di rahang mereka. Beberapa memiliki total 2.000 gigi—jumlah terbanyak dari semua reptilia herbivora.
 
Ornithopoda, Thyreophora, dan Marginocephalia dapat mengunyah makanan sebelum ditelan, namun tidak dengan Sauropodomorpha. Karena gigi mereka hanya di bagian depan mulut guna mencabut tanaman, Sauropodomorpha membantu proses digesti dengan menelan bebatuan kerikil yang disebut gastrolit, untuk membantu menggiling makanan di [[lambung]]. Apabila gastrolit tersebut sudah tumpul dan tidak dapat menggiling secara maksimal, mereka akan memuntahkannya dan menelan kerikil yang baru. Beberapa fosil Sauropodomorpha mengandung lebih dari 200 gastrolit di perut mereka. Beberapa ilmuwan tidak setuju dengan pendapat ini. Mereka beranggapan bahwa batu-batu itu tertelan secara tidak sengaja.
 
Dinosaurus karnivora telah berkembang sejak awal kemunculannya, diperlengkapi rahang berengsel dan gigi-gigi tajam bergerigi. Kelompok paling umum disebut [[Carnosauria]], namun belakangan berkembang kelompok Maniraptorian yang mengembangkan struktur pencernaan omnivora dan herbivora. Salah satu jenis karnivora yang paling berbahaya adalah [[Tyrannosauria]], yang memiliki otot rahang yang lebih kuat dibanding predator darat manapun yang pernah hidup. Gigi-gigi Tyrannosauria lebih pendek dari gigi Carnosauria dan geriginya lebih sedikit, tapi lebih tebal dengan akar gigi yang lebih kokoh.
 
Kebanyakan dinosaurus karnivora memburu langsung mangsa mereka, baik sendirian maupun berkelompok, juga dengan mencari-cari bangkai, atau merebut mangsa dari predator yang lebih kecil. Beberapa dinosaurus seperti [[''Majungasaurus'']] menunjukkan sifat kanibal. Beberapa kelompok dinosaurus seperti [[Spinosauria]] juga diketahui telah terspesialisasi untuk menangkap [[ikan]] dan hewan akuatik. Dinosaurus karnivora menelan bulat-bulat potongan daging dan memiliki sistem pencernaan yang lebih pendek dari dinosaurus herbivora.
 
Dinosaurus omnivora umumnya hanya memiliki sedikit atau bahkan tanpa gigi samasekali, sebagian besar meliputi kelompok Ornithomimoidea dan Oviraptoria yang bertubuh sedang dan kecil dengan mobilitas yang tinggi. Mereka biasanya mengkonsumsi [[kadal]], telur, katak, mamalia kecil, [[pakis]], [[paku-pakuan]], tanaman berbunga, atau akar tumbuhan, dan barangkali ikan dan bangkai.
 
== Perilaku ==
Perilaku dinosaurus merupakan salah satu topik yang paling seru untuk dibahas sekaligus menjadi perdebatan hangat para ahli paleontologi dan para ahli biologi modern selama puluhan dekade. Fosil memberitahukan kita mengenai struktur tubuh dinosaurus, dan juga mengindikasikan tempat hidup mereka, tetapi karena jaringan tubuh lunak seperti organ-organ dalam jarang terawetkan, tingkah laku dinosaurus masih menjadi misteri meskipun sedikit demi sedikit terbongkar. Pada dasarnya, hampir semua anggapan kita mengenai tingkah laku dinosaurus umumnya keliru.
 
Awalnya, dinosaurus dianggap sebagai hewan lamban yang bodoh dan tidak mengurus bayi-bayinya. Kini kita tahu banyak dinosaurus bipedal dapat berlari cepat dengan kelincahan yang baik, terutama untuk memburu mangsa kecil atau meloloskan diri dari karnivora. Kita kini juga tahu, kelompok Maniraptorian yang disebut Dromaeosaurida memiliki [[otak]] yang terhitung besar dibanding reptilia manapun. Mata dinosaurus Theropoda akhir menunjukkan pengelihatan steroskopis yang berguna mengukur jarak mangsa. Dari rongga mata mereka, kita juga bisa memperkirakan apakah dinosaurus tersebut aktif pada siang hari (diurnal) atau pada malam hari (nokturnal).
 
'''Pertahanan'''
Dinosaurus herbivora mutlak membutuhkan pertahanan diri untuk menghadapi karnivora, yang bervariasi sesuai kelompok mereka. Kelompok Sauropodomorpha mengandalkan ukuran tubuh raksasanya untuk menghalau pemangsa. Umumnya, Sauropodomorpha berukuran lima sampai sepuluh kali lebih besar dibanding pemakan daging yang sezaman. Selain itu, mereka juga mengembangkan ekor cambuk, kaki yang kuat, cakar, bahkan pada beberapa kasus mereka memiliki perisai tubuh ekstra ([[''Ampelosaurus'']] dan [[''Agustinia'']]) serta ''thagomizer'' seperti Stegosauria ([[''Spinophorosaurus'']]) dan gada ekor seperti Ankylosauria ([[''Shunosaurus'']]). Penggunaan cambuk ekor masih diperdebatkan. Sebagian ahli menyetujui ekor panjang milik Sauropoda seperti ''Diplodocus'' dan [[''Apatosaurus'']] dapat membelit tubuh pemangsa dan membantingnya atau mencambuk predator dengan ekornya, namun tindakan itu dapat melukai vertebra ekornya. Sebagian ahli lain setuju suara menggelegar yang dihasilkan ketika ekor raksasa Sauropoda dikibaskan ke udara sudah cukup untuk menakuti predator. Dinosaurus-dinosaurus raksasa ini juga dapat berdiri dengan dua kaki untuk membuatnya terlihat lebih besar dan menakutkan.
 
Dinosaurus dengan pertahanan paling mengesankan adalah Thyreophora. Pada [[Zaman Jurasik]], Stegosauria mendominasi dengan lempengan di leher, punggung, dan ekor, serta duri-duri ekor yang dikenal sebagai ''thagomizer'', yang dapat membuat luka fatal bagi predator. Contoh terbaik mengenai penggunaan ''thagomizer'' terdapat pada fosil ''Allosaurus'' yang vertebranya mengalami luka hebat akibat tusukan ''thagomizer'' milik ''Stegosaurus''. Ankylosauria memiliki pertahanan yang lebih menyeluruh, bahkan beberapa jenis seperti [[''Minmi'']] dari [[Australia]] juga memiliki pelindung di perut. Ankylosauria seperti ''Ankylosaurus'' dan ''Euoplocephalus'' hidup bersama predator-predator berbahaya seperti ''Tyrannosaurus'' dan ''Albertosaurus'', jadi mereka membutuhkan pertahanan yang kuat. Ankylosauria mengembangkan perisai dari tonjolan tulang yang melingkupi leher, punggung, dan ekor, bahkan kelopak mata bertulang. Pada beberapa spesies Nodosauria seperti ''Sauropelta'' dan ''Edmontonia'', pelindung bahu mereka berkembang menjadi duri raksasa yang mampu memberikan tusukan mematikan di kaki Theropoda. Gada Ankylosauria yang terbuat dari beberapa [[tulang]] padat yang menyatu bisa seberat 30 kg. Satu ayunan cukup untuk meretakkan tulang kaki, rusuk, atau bahkan tengkorak Theropoda.
 
Dinosaurus mengesankan lainnya adalah Marginocephalia, terutama [[Ceratopsia]]. Mereka mengembangkan jumbai seperti kerah raksasa, tersusun dari tulang, yang melindungi leher dari gigitan predator. Tanduk-tanduk Ceratopsia juga mampu mengakibatkan kerusakan hebat. Sebagian ahli tidak setuju dengan pendapat ini. Mereka beranggapan sebagian Ceratopsia mempunyai kerah leher yang terlalu tipis untuk dijadikan pertahanan, dan tanduk mereka berrongga dan mudah patah. Namun, beberapa Ceratopsia seperti ''Triceratops'' menunjukkan kerusakan tanduk dan jumbai yang kemungkinan besar disebabkan oleh pertarungan melawan predator. Pada umumnya, sekalipun tidak digunakan langsung dalam pertarungan, Ceratopsia bukan pilihan pertama bagi predator karena jumbai dan tanduk mereka sudah bisa mengitimidasi pemangsa.
 
Marginocephalia lain seperti Pachycephalosauria dan Ornithopoda menerapkan strategi pertahanan sederhana: mereka lari secepat mungkin. Mereka mengembangkan [[otot]] kaki yang kuat sehingga dapat berlari hingga kecepatan 45 km/jam untuk waktu yang lama. Mereka juga hidup dalam kelompok beranggotakan ratusan hingga ribuan binatang untuk memperkecil kemungkinan dimangsa. Beberapa Ornithopoda juga menggunakan suara keras untuk menakut-nakuti pemangsa.
 
'''Pengembangbiakan'''
 
Diformisme seksual pada dinosaurus paling terlihat pada kelompok Ornithopoda dan Marginocephalia. Pada Ornithopoda berjengger seperti ''Parasaurolophus'', ''Corythosaurus'', dan ''Lambeosaurus'', jengger besar menandakan dinosaurus tersebut merupakan jantan dan sebaliknya. Hal ini disepakati oleh tiap ilmuwan sebab binatang-binatang modern juga memiliki ciri yang sama, misalnya [[merak]] jantan mempunyai ekor yang panjang, tanduk [[rusa]] jantan lebih besar dari yang betina, dan sebaliknya. Marginocephalia seperti Ceratopsia melakukan hal yang sama dengan jumbai dan tanduk mereka. Para ahli berpendapat bahwa jumbai Ceratopsia dialiri oleh darah sehingga dapat merubah warna kulit jumbai pada saat-saat tertentu untuk memikat betina. Ritual ‘adu kepala’ juga merupakan hal yang umum pada Pachycephalosauria dan Ceratopsia. Ceratopsia saling tanduk dengan tanduk-tanduk besar mereka untuk memperebutkan betina.
 
Tebal tengkorak [[Pachycephalosaurus]] dapat mencapai 25 cm (tebal tengkorak manusia rata-rata hanya 5,5 mm) dan cukup kuat untuk menahan benturan. Akan tetapi, alih-alih saling menumbukkan kepala, mereka mungkin hanya saling dorong dengan kepala atau main gebuk ke tubuh. Benturan terlalu sering juga tidak baik untuk struktur kepala mereka. Stegosauria juga memiliki lempeng yang dialiri oleh darah, yang mungkin juga berubah warna ketika berusaha memikat berhatian betina. Hal yang sama bisa terjadi pada modifikasi spina punggung beberapa dinosaurus seperti [[Ouranosaurus]] dan [[Spinosaurus]]. Jengger Theropoda seperti [[Dilophosaurus]] juga mungkin berfungsi sama, karena meskipun terbuat dari tulang, jengger ini terlalu tipis untuk perkelahian. Banyak paleontolog berpendapat bahwa beberapa Theropoda seperti Tyrannosaurus mesti memberikan ‘hadiah’ untuk merayu betina, misalnya makanan, karena Tyrannosaurus betina berukuran satu meter lebih panjang dibanding Tyrannosaurus jantan dan hampir satu ton lebih berat. Sauropodomorpha seperti [[Giraffatitan]] mungkin melakukan adu leher seperti [[jerapah]] modern untuk memperebutkan betina.
 
'''Perawatan'''
Salah satu kekeliruan etologi dinosaurus yang paling terkenal adalah penemuan fosil seekor dinosaurus yang tengkurap di sebuah sarang berisi telur. Para paleontolog menamainya [[Oviraptor]], yang berarti pencuri telur, atas dasar anggapan bahwa dinosaurus tersebut mati saat berusaha mencuri telur dinosaurus lain. Akan tetapi, beberapa dekade kemudian kita mengetahui bahwa Oviraptor mati karena melindungi sarangnya sendiri, mungkin karena badai pasir. Ini menunjukkan pola dasar perawatan binatang: menjaga telur.
 
Tak cukup sampai di situ, banyak dinosaurus terutama Ornithopoda dan Theropoda menjaga bayi-bayi mereka, memberi mereka makan sampai cukup besar untuk hidup sendiri. Pola pengasuhan ini kelak diturunkan ke hasil evolusi dinosaurus, yakni burung. Penemuan pertama mengenai pola perawatan telur dan bayi terjadi di Formasi Two Medicine, dimana dinosaurus yang dinamai [[Maiasaura]] (berarti “ibu kadal yang baik”) berada di sebuah situs sarang, masing-masing sarang berjarak 7-9 meter, yang berarti sepanjang Maiasaura dewasa. Maiasaura merawat bayi-bayi mereka dan menyertakannya dalam kelompok seperti kebanyakan mamalia herbivora masa kini.
Salah satu perilaku pengasuhan aneh didapat dari [[Troodon]], Maniraptorian sepanjang 3,5 meter yang menitipkan telurnya ke sarang dinosaurus lain agar induknya tidak perlu susah payah merawat anak-anaknya, mirip perilaku [[burung tekukur]] modern. Pendapat ini didasarkan pada fosil sarang [[Orodromeus]] yang berisi sebutir telur dengan embrio Troodon. Sementara itu, kebanyakan Sauropodomorpha bertelur dan menimbunnya begitu saja di tanah seperti [[penyu]] modern. Sauropodomorpha memiliki laju pertumbuhan paling cepat dari semua dinosaurus—beberapa dari mereka bertambah berat 2-5 kilogram dalam sehari dan hanya butuh 20 tahun untuk mencapai ukuran maksimal.
 
'''Teritorial'''
Burung modern bisa dibilang sebagai salah satu binatang paling ketat menjaga wilayah kekuasaan dan perburuan mereka, jadi kita bisa simpulkan bahwa perilaku ini kemungkinan besar diwarisi dari nenek moyang mereka: dinosaurus. Terutama Theropoda, teritori menjadi urusan yang penting. Dinosaurus pemakan daging dapat bertarung baik dengan sesama maupun berbeda spesies untuk memperebutkan teritori. Banyak fosil yang telah membuktikan hal ini, terutama pada Carnosauria dan Tyrannosauria, terdapat bekas-bekas gigitan baik dari sesama maupun berbeda spesies. Pada beberapa kasus, Theropoda melakukan tindakan yang lebih ekstrem lagi, yaitu [[kanibalisme]]. Hal ini telah diketahui dari fosil Majungasaurus dari [[Madagaskar]], dan kemungkinan besar Tyrannosauria.
 
==Ukuran==
 
Semua ahli setuju bahwa dinosaurus merupakan binatang terbesar yang pernah berjalan di bumi. Dinosaurus-dinosaurus terbesar berada di kelompok [[Sauropodomorpha]], yang dapat tumbuh hingga sepuluh kali lebih besar dibanding mamalia darat terbesar, [[Paraceratherium]], dan sepuluh kali lebih besar dibanding dinosaurus karnivora terbesar atau dinosaurus Ornithschia terbesar. Ukuran dinosaurus raksasa meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Sebelumnya, dinosaurus raksasa terpopuler adalah Brachiosaurus, yang diklaim mencapai panjang 25 m dengan tinggi 13 m dan berat 50 ton. Pada tahun 1987 di [[Argentina]], fosil [[Argentinosaurus]] ditemukan. Estimasi ukuran dinosaurus ini mencapai 35 atau 40 m panjangnya dan berat sekitar 80-100 ton. Sebagian besar dinosaurus yang berukuran panjang di atas 30 m hanya dikenali dari sisa-sisa parsial, bahkan kadang hanya satu atau dua tulang saja, sehingga upaya merekonstruksi makhluk sebesar ini membutuhkan usaha menduga-duga. Paleontolog biasanya mengambil perkiraan kerabat dekat sebagai penentu ukuran. Dinosaurus terbesar yang diklaim valid adalah [[Bruhathkayosaurus]] dan [[Amphicoelias]]. Amphicoelias, dengan panjang 60 m, adalah vertebrata terpanjang dalam sejarah bumi. Bruhathkayosaurus mungkin merupakan dinosaurus terberat. Rekor dinosaurus sekaligus binatang tertinggi jatuh pada [[Sauroposeidon]], tingginya mencapai 18 m.
 
Dinosaurus karnivora raksasa mempunyai selisih ukuran yang tipis, akan tetapi telah diketahui bahwa Theropoda terbesar adalah Spinosaurus dari Afrika Utara, dengan panjang antara 15-16 m dan berat 7-11 ton, disusul [[Giganotosaurus]], [[Carcharodontosaurus]], dan [[Tyrannosaurus]] lalu [[Mapusaurus]].
 
Sementara, pemegang rekor dinosaurus terkecil masih diperdebatkan. [[Compsognathus]] pernah diduga sebagai dinosaurus terkecil, dengan panjang 60 cm dan berat 4 kg. Kemudian diketahui bahwa fosil tersebut merupakan hewan yang masih muda. Compsognathus dewasa mencapai panjang sekitar satu meter. Ornithschia terkecil adalah [[Fruitadens]] dengan panjang kurang dari 80 cm, yang hidup pada Zaman Jurasik.
 
== Referensi ==
3

suntingan