Skeptisisme: Perbedaan revisi

8 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
fixer
k (menghapus Kategori:Teori filsafat menggunakan HotCat)
(fixer)
{{wikify}}
{{refimprove}}
'''Skeptisisme''' adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptis-ismeskeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional. Menurut kamus besar bahasa indonesia '''skeptis''' yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb): contohnya; penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.
 
Dalam penggunaan sehari-hari skeptis-ismeskeptisisme bisa berarti:
# suatu sikap keraguan atau disposisi untuk keraguan baik secara umum atau menuju objek tertentu;
# doktrin yang benar ilmu pengetahuan atau terdapat di wilayah tertentu belum pasti; atau
# metode ditangguhkan pertimbangan, keraguan sistematis, atau kritik yang karakteristik skeptis (Merriam-Webster).
 
Dalam filsafat, skeptis-ismeskeptisisme adalah merujuk lebih bermakna khusus untuk suatu atau dari beberapa sudut pandang. Termasuk sudut pandang tentang:
 
# sebuah pertanyaan,
 
== Skeptisisme menurut filsafat ==
Sikap skeptis adalah sebuah pendirian di dalam [[epistemologi]] (filsafat pengetahuan) yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya. Para skeptikus sudah ada sejak zaman yunani kuno, tetapi di dalam filsafat modern, [[René Descartes]] adalah perintis sikap ini dalam [[metode ilmiah]]. Kesangsian descartes dalam metode kesangsiannya adalah sebuah sikap skeptis, tetapi skeptis-ismeskeptisisme macam itu bersifat metodis, karena tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan kepastian yang tak tergoyangkan, yaitu: cogito atau subjectum sebagai onstansi akhir pengetahuan manusia. Di dalam filsafat [[D.Hume]] kita menjumpai skeptisme radikal, karena ia tidak hanya menyangsikan hubungan-hubungan kausal, melainkan juga adanya [[substansi]] atau realitas akhir yang bersifat tetap.
 
Dalam filsafat klasik, mempertanyakan merujuk kepada ajaran mengenai "Skeptikoi". Dalam ilmu filsafat dari yang dikatakan bahwa mereka "tidak menyatakan apa-apa selain pandangan sendiri saja." (Liddell and Scott). Dalam hal ini, keraguan filsafati, atau Pyrrhonisme adalah posisi filsafat yang harus menangguhkan satu keputusan dalam penyelidikan. Sextus Empiricus, ''Outlines Of Pyrrhonism,'' Terjemahan R.G. Bury, Harvard University Press, Cambridge, Massachusetts, 1933, 21
 
 
=== Lihat pula ===
* [[Berpikir kritis]]
* [[Keraguan]]
* [[Skeptis gadungan]]
 
=== Referensi ===
{{reflist}}