Buka menu utama

Perubahan

226 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
{{no footnotes}}
[[Berkas:Worker Gathering GASBIINDO.jpg|thumb]]
Gabungan Serikat Buruh Islam didirikan di Kota Surakarta pada tanggal 27 November 1947. GASBIINDO adalah federasi yang menjadi wadah berhimpun bagi 15 serikat buruh tingkat nasional.
 
 
Gagasan ini dituangkan dalam rapat persiapan di Yogyakarta pada 10 Juni 1947<ref>GASBIINDO Soko Guru Revolusi Indonesia, PB GASBIINDO, 1966</ref>. Harun Al Rasyid ditunjuk sebagai pimpinan sementara. Dalam pelaksanaanya, Harun Al Rasyid turut didukung oleh tokoh-tokoh Masyumi lainnya, seperti Mohammad Daljono dan [[Sukiman Wiryosandjoyo]]. Akhirnya, pada 27 November 1947 di kota Solo, Serikat Buruh Islam Indonesia (SBII) resmi berdiri<ref>GASBIINDO Soko Guru Revolusi Indonesia, PB GASBIINDO, 1966</ref> dan menjadi anggota khusus Masyumi. Dalam Muktamar I SBII tersebut Mohammad Daljono diamanahi sebagai ketua umumnya<ref>Puji Suwasono, Skripsi Sarekat Buruh Islam Indonesia 1947-1960, Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, 2002</ref>. Kehadiran SBII memicu munculnya serikat buruh Islam lainnya seperti Serikat Buruh Muslim Indonesia (SARBUMUSI) berafilisasi dengan [[Nahdlatul Ulama]] dan Gabungan Organisasi Buruh Serikat Islam Indonesia (GOBSI) berafilisasi dengan Partai Syarikat Islam Indonesia ([[PSII]]).
[[Berkas:Tokoh gasbiindo - Copy.jpg|thumb]]
 
==Menjadi GASBIINDO==
 
Perpecahan ini baru memudar paska Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Serikat buruh dilarang untuk terlibat dalam politik praktis, dan aspirasinya cukup diwakili oleh parpol yang sealiran. Selain itu Soekarno memposisikan kaum buruh sebagai golongan fungsionil dalam masyarakat, diakui sebagai soko guru dalam revolusi Indonesia. Apalagi, belakangan SBII juga mendapat tekanan dari militer. Di Sumatra Barat dan Yogyakarta, banyak anggota SBII yang ditangkap karena dituduh terlibat dalam PRRI/Permesta.
[[Berkas:GASBIINDO dan Soekarno jpg.jpeg|thumb]]
 
Perubahan situasi dan kondisi politik ini mendorong SBII untuk melakukan otokritik. Akhirnya pada Muktamar VII pada 23-26 Januari 1960 di Jogyakarta, diputuskan bahwa SBII adalah independen dan non partai. Selain itu sebagai langkah menjadikan SBII sebagai alat revolusi yang aktif dan progresif, SBII bertransformasi dari unitaris menjadi federasi. SBII menjadi wadah bagi 6 serikat buruh sektor pekerjaan.
 
Reposisi dan transformasi ini menjadi titik tolak perkembangan SBII ke depan. Perubahan ini disambut positif oleh KBIM yang memutuskan untuk bergabung kembali ke dalam SBII. Akhirnya pada Majlis Nasional I di Jakarta pada 5-7 November 1961, diputuskan untuk mengganti nama SBII menjadi Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (GASBIINDO)<ref>GASBIINDO Soko Guru Revolusi Indonesia, PB GASBIINDO, 1966</ref>.
[[Berkas:MC Annas - Gasbiindo.jpg|thumb]]
 
==Perkembangan Organisasi==
 
Paska reformasi, dinamisasi serikat buruh muncul kembali. Khususnya setelah diterbitkannya UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, GASBIINDO kemudian mencatatkan diri kepada pemerintah. Berikut ini adalah nama-nama Serikat Buruh yang tergabung dalam wadah GASBIINDO, yaitu : 1. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBM)<ref>SBM GASBIINDO</ref>, 2. Serikat Buruh Informal dan Umum (SERBIUM), 3. Serikat Buruh Pekerjaan Umum dan Properti (SERPUKTI), 4. Serikat Buruh Industri Logam, Elektronika dan Mesin (SERBILEM), 5. Serikat Pekerja Perhotelan, Restoran dan Kepariwisataan (SERHORESPA), 6. Serikat Buruh Percetakan, Penerbitan dan Media Massa (SERTABIM), 7. Serikat Buruh Pertambangan dan Energi (SERBINTER), 8. Serikat Buruh Industri Kimia dan Farmasi (SERBIKIS), 9. Serikat Pekerja Industri Niaga Keuangan dan Asuransi (SESINKA), 10. Serikat Buruh Industri Tekstil dan Sandang (SERTIKSA), 11. Serikat Buruh Perhubungan, Transportasi dan Telekomunikasi (SERHUSTANTEL), 12. Serikat Pekerja Lembaga Pendidikan dan Guru Indonesia (SPLGI), 13. Serikat Buruh Kehutanan, Pertanian dan Perkayuan (HUTANKU), 14. Serikat Buruh Industri Makanan, Minuman, Rokok dan Agrobisnis (SERBIMRA), dan 15. Serikat Pekerja Rumah Sakit dan Kesehatan (SERUMKES)
[[Berkas:Sekretariat GASBIINDO.jpg|thumb]]
 
==Referensi==
35

suntingan