Bhagawadgita: Perbedaan antara revisi

31 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
membetulkan kata
k (penggantian teks otomatis dengan menggunakan mesin AutoWikiBrowser, replaced: Beliau → Dia)
(membetulkan kata)
{{Hindu sastra}}
'''Bhagawadgita''' ([[bahasa Sanskerta|Sanskerta]]: भगवद् गीता; ''Bhagavad-gītā'') adalah sebuah bagian dari ''[[Mahabharata]]'' yang termasyhur, dalam bentuk [[dialog]] yang dituangkan dalam bentuk [[syair]]. Dalam dialog ini, [[Kresna|Sri Krishna]], kepribadianpersonalitas [[Brahman|Tuhan Yang Maha Esa]] adalah pembicara utama yang menguraikan ajaran-ajaran [[filsafat vedanta]], sedangkan [[Arjuna]], murid langsung Sri [[Kresna]] yang menjadi pendengarnya. Secara [[harfiah]], arti ''Bhagavad-gita'' adalah "Nyanyian Sri Bhagawan (''Bhaga'' = kehebatan sempurna, ''van'' = memiliki, ''Bhagavan'' = Yang memiliki kehebatan sempurna, ketampanan sempurna, kekayaan yang tak terbatas, kemasyuran yang abadi, kekuatan yang tak terbatas, kecerdasan yang tak terbatas, dan ketidakterikatan yang sempurna, yang dimiliki sekaligus secara bersamaan).
 
[[Syair]] ini merupakan [[interpolasi]] atau sisipan yang dimasukkan kepada "[[Bhismaparwa]]". Adegan ini terjadi pada permulaan [[Baratayuda]], atau [[perang di Kurukshetra]]. Saat itu Arjuna berdiri di tengah-tengah medan perang [[Kurukshetra]] di antara pasukan [[Korawa]] dan [[Pandawa]]. Arjuna bimbang dan ragu-ragu berperang karena yang akan dilawannya adalah sanak saudara, teman-teman dan guru-gurunya. Lalu Arjuna diberikan pengetahuan sejati mengenai rahasia kehidupan (spiritual) yaitu ''Bhagawadgita'' oleh [[Kresna|Sri Krishna]] yang berlaku sebagai sais Arjuna pada saat itu.
 
== Penulis ==
* BAB 1 [[Arjuna Wisada Yoga]] (Meninjau tentara-tentara di medan perang [[Kurukshetra]]). Tentara-tentara kedua belah pihak siap siaga untuk bertempur. Arjuna, seorang ksatria yang perkasa, melihat sanak keluarga, guru-guru, dan kawan-kawannya dalam tentara-tentara kedua belah pihak siap untuk bertempur dan mengorbankan nyawanya. Arjuna tergugah kenestapaan dan rasa kasih sayang, sehingga kekuatannya menjadi lemah, pikirannya bingung, dan dia tidak dapat bertabah hati untuk bertempur.
 
* BAB II Ringkasan isi Bhagavad-gita, menguraikan tentang Arjuna menyerahkan diri sebagai murid kepada Sri KresnaKrishna, kemudian KresnaSri Krishna memulai pelajaran-Nya kepada Arjuna dengan menjelaskan perbedaan pokok antara badan jasmani yang bersifat sementara dan sang roh yang bersifat kekal. Kresna menjelaskan proses perpindahan sang roh, sifat pengabdian kepada Yang Mahakuasa tanpa mementingkan diri sendiri dan ciri-ciri orang yang sudah insaf akan dirinya.
 
* BAB III [[Karma Yoga]], menguraikan mengenai semua orang harus melakukan kegiatan di dunia ini. Tetapi perbuatan dapat mengikat diri seseorang pada dunia ini atau membebaskan dirinya dari dunia. Seseorang dapat dibebaskan dari hukum karma (perbuatan dan reaksi) dan mencapai pengetahuan sejati tentang sang diri dan Yang Mahakuasa dengan cara bertindak untuk memuaskan Tuhan, tanpa mementingkan diri sendiri.