Tagab Obang: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
+perbaiki
k (menghapus Kategori:Orang mati menggunakan HotCat)
k (+perbaiki)
Akhirnya sikap Kiai Jaya Di Pura yang pro perjuangan rakyat ini diketahui Belanda sehingga dia diganti sebagai [[Kiai]] (wedana) dengan Kiai baru yang mempunyai loyalitas tinggi terhadap Belanda. Pada tanggal [[14 Desember]] [[1861]] dilakukan timbang terima jabatan Kiai [[Distrik Margasari|Margasari]] dengan [[Kiai]] (wedana) baru Kiai Sri Kedaton. Pada tanggal 14 Desember 1861 Controleur Fuijck datang ke daerah Margasari dikawal 5 orang serdadu. Pada malam hari tanggal [[16 Desember]] [[1861]], Controleur Fuijck dan pengawalnya dibunuh dan rumahnya dibakar.
 
Mendengar berita yang menyedihkan ini Residen [[Gustave Marie Verspijck]] mengirim Letnan Croes dengan 20 orang serdadu ke daerah Margasari. Letnan Croes mengejar pembunuh dengan menggunakan 5 buah ''jukung'' (perahu) ke Sungai Jaya anak Sungai Negara. Mereka berangkat pukul 11.00 siang. Para pejuang dibawah pimpinan Tagab Obang sudah menunggu di sungai sempit itu. Letnan Croes disergap para pejuang dengan cara tiba-tiba dan terjadilah pergumulan di dalam perahu dan di sekitar [[sungai]] sempit itu. Tiga jam kemudian perahu itu kembali dengan membawa mayat Letnan Croes dan 14 orang serdadunya yang telah menjadi mayat, 8 orang diantaranyadi antaranya [[orang Eropa]]. [[Letnan]] Croes terkulai tangannya kena parang bungkul dan kemudian ditombak dengan ''serapang'' (trisula). Berita duka ini disampaikan kepada Residen [[Gustave Verspijck]] yang sedang bergembira karena kemenangannya menghancurkan perjuangan rakyat Banjar yang ketika itu berada di rumah Asisten Residen di Martapura. Residen Verspijck segera kembali ke [[Kota Banjarmasin|Banjarmasin]] dan memerintahkan kapal perang ''Boni'' dan ''Celebes'' mengejar para [[pembunuh]] tersebut.
 
== Rujukan ==