Buka menu utama

Perubahan

1.890 bita ditambahkan, 3 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
=== Keluar dari Favourite Group & Bernyanyi Solo ===
Mus kemudian mencoba menyanyikan lagu [[keroncong]] [[Musik populer|pop]], ternyata hasilnya luar biasa dan [[meledak]] di mana-mana, seperti lagu ''Kr. [[Dewi Murni]]''. Kasetnya laku keras. Setelah itu, julukan "Buaya Keroncong" pun melekat padanya. Saat [[show]] ke luar negeri seperti [[Belanda]] atau [[Amerika Serikat|Amerika]], ia dikenal sebagai ''The King of Keroncong''.
 
=== Bermain Film Layar Lebar ===
Popularitas Mus Mulyadi sebagai penyanyi keroncong mendapat perhatian dari kalangan insan dunia perfilman nasional pada tahun 1970-an. Oleh sutradara [[Fred Young (sutradara)|Fred Young]], ia diajak ikut membintangi film bertitel ''Putri Solo'' (1974) diproduksi PT. [[Agasam Film]]. Dalam film ini ia bermain bersama dengan para aktor dan aktris kawakan masa itu seperti [[Mieske Bianca Handoko]], [[Harris Sudarsono]], [[Ratmi B-29]], [[Rendra Karno]], [[S. Poniman]], [[Chitra Dewi]], [[Debby Cynthia Dewi]], dll.
 
Selanjutnya pada tahun (1974) membintangi film berjudul ''Aku Mau Hidup '' di sutradarai oleh [[Rempo Urip]] diproduksi, PT. [[Agasam Film]]. Di sini ia beradu akting dengan oleh [[Emilia Contessa]] dan aktor [[Ferry Irawan]] (bukan Ferry Irawan bintang sinetron era 2000-an - red), serta [[Chitra Dewi]], [[Mansjur Sjah]], [[M. Panji Anom]], [[S. Poniman]], dsb.
 
=== Menyanyikan Lagu Dangdut ===
Pada akhir tahun 1970-an iaMus Mulyadi sempat pula mencoba menyanyikan lagu-lagu dangdut[[Dangdut]] /melayu, dan[[Lagu Melayu]]. Ia sempat berduet dengan pedangdut asal Surabaya senior, [[Ida Laila]]. Beberapa lagu duetnya dengan Ida Laila, seperti ''Suara Hati'' dan ''Bunga Dahlia'', populer diputar di radio masa itu.
 
Tentang cengkoknya yang sangat khas, Mus Mulyadi berujar, "Modal saya cuma berani berimprovisasi. Saya itu punya feeling, biasanya orang kalau dari fa ke mi atau mi ke fa, itu kan hanya dua tangga nada, saya bisa enam tangga nada. Saya berani memainkan tangga nada," begitu kiat si "buaya keroncong" yang telah merilis [[80]] [[album]] [[keroncong]] ini.{{fact}}
Kemudian mereka kembali hadir tahun 1982, dengan nomor-nomor lainnya, ''“Nusantara Jaya'', ''Terima Kasih Musik'', ''Bunga Yang Terindah'', ''Hai Pemuda'', dan ''Selamat Jalan”'' dengan perusahaan rekaman '''Mahkota Records'''. Melalui kehadiran album ini, Favourite’s Group mencoba menawarkan ragam tema musik yang selama ini belum terjamah oleh pemusik negeri ini. Mereka juga menunjukkan bahwa Favourite’s Group masih “solid” dengan kumpul bareng di setiap kesempatan latihan maupun tampil lengkap di pertunjukan show di dalam maupun luar daerah Jakarta.
 
Sampai awal tahun 1989, Favourite's Group secara resmi masih berdiri, tetapi dengan anggota berbeda. Pada penampilannya tahun 1988, anggotanya terdiri dari '''Mus Mulyadi''' sebagai vokalis, '''A. Riyanto''' pada keyboard, '''Is Haryanto''' pada gitar menggisi tempat Harry Toos yang mengundurkan diri, '''Tommy W.S.''' pada bass gitar, '''Y. Rizal''' yang direkrut sebagai additional pada drum, plus additional player '''Bartje van Houten''' yang juga punggawa group [[Syamsuar Hasyim|D'Lloyd]] '''Bartje van Houten''' pada melodi gitar.<Ref>http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/568/Favourites-Group</Ref>
 
=== Wafatnya Para Personil Favourite Group ===
Kebersamaan mereka tersebut seolah menyiratkan akan duka yang dalam atas kepergian sang penggagas Favourite’s Group untuk selamanya. Penampilan Favourite’s Group di kota Surabaya pada 9 Oktober 1993 di Plaza Tirta Swimming Pool (kini ditempati Monkasel), tampaknya merupakan penampilan terakhir grup ini bersama A. Riyanto menyambangi penggemarnya di kota Pahlawan. Pada 17 Juni 1995 A Riyanto sang “Legenda” menghebuskan nafas terakhirnya, dengan penyakit komplikasi Ginjal & Kencing Manis yag sudah lama diidapnya. Kepergiannya membuat insan musik & bangsa Indonesia berduka, sahabat-sahabatnya di Favourite's Group merasa kehilangan gairah dan menjadi mati suri. Akhirnya Is Haryanto yang masih memiliki hubungan saudara dengan almarhum lebih berjiwa besar untuk melanjutkan cita-cita A. Riyanto untuk tetap membawa Favourite's Group menjadi bagian dari sejarah musik pop di Indonesia, seperti yang dicita- citakannya pada saat memberi nama Favourite’s untuk bandnya. Mus Mulyadi mendukung penuh rekannya ini, dengan bersedia terus menjadi vokalis untuk melanjutkan mengibarkan band mereka yang sudah melegenda tersebut.
 
Posisi A. Riyanto sebagai keyboardist digantikan oleh adiknya '''B. Hariadi''', Pada tahun 2005. Mereka sempat mengeluarkan dua album yang ternyata saat ini bisa dikatakan merupakan album terakhir mereka dalam berkarya di blantika musik Indonesia. Album tersebut adalah Pop Indonesia berjudul “''Katakanlah dan Ya Ya Ya''. Album itu menoreh sukses di pasaran karena telah lama dinantikan oleh para penggemar lama mereka. Namun selepas peluncuran album tersebut, B. Hariadi pun mengundurkan diri karena sakit stroke berat, hingga akhirnya meninggal pada hari Minggu 30 November 2008. Posisi keyboardist kemudian diisi oleh additional player '''Denny Sami'''. Tak lama berselang, Tommy W.S. pun mengalami sakit stroke berat, hingga ia tak bisa mengikuti aktivitas bermusik bersama favourite Group. Posisinya sebagai bassist diberikan kepada '''Nana Sumarna'''. Nana kembali ke Favourite’s Group yang pernah ditinggalkannya sekitar 4 dekade yang lalu. Favourite's Group mengalami goncangan lagi pada hari Selasa 26 Mei 2009 sekitar pukul 23.00 WIB di Jakarta dengan kepergian untuk selamanya Is Harianto. Ia meninggal karea penyakit [[Kanker Rectum]] yang sudah cukup lama dideritanya.<Ref>http://showbiz.liputan6.com/read/231155/selamat-jalan-is-haryanto</Ref> Beberapa tahun kemudian tepatnya pada hari Minggu 21 April 2013 Tommy WS wafat dan meninggalkan banyak kenangan bagi para personil yang masih tersisa.
 
Tahun 2008 ditandai dengan era kebangkitan Kembali beberapa group band era '60 dan 70-an yang masih bertahan ataupun memutuskan ‘''comeback''’, antara lain Panbers, [[Noor Bersaudara]], [[The Singers]], [[Ayodhia]], & [[The Steps]], dan tak ketinggalan Favourite’s Group. Semuanya kembali meramaikan dunia rekaman dan panggung musik nasional dengan segala upayanya. Meskipun tertatih, Favourite’s Group terus melangkah di beberapa panggung hiburan. Bersama tiga personel yang tersisa yaitu Is Haryanto, Mus Mulyadi, dan Tommy WS mereka mencoba hadir memenuhi kerinduan penggemar terhadap lagu-lagu hits grup ini. Dibantu oleh beberapa additional player seperti '''Denny Sammy''', '''Yul Cristal''', '''Pius''', dan '''Raharjo''' mereka kerap tampil di beberapa acara televisi yang menghadirkan lagu-lagu nostalgia.
 
Tak lama berselang, Tommy W.S. pun mengalami sakit stroke berat, hingga ia tak bisa mengikuti aktivitas bermusik bersama favourite Group. Posisinya sebagai bassist diberikan kepada '''Nana Sumarna'''. Nana kembali ke Favourite’s Group yang pernah ditinggalkannya sekitar 4 dekade yang lalu. Favourite's Group mengalami goncangan lagi pada hari Selasa 26 Mei 2009 sekitar pukul 23.00 WIB di Jakarta dengan kepergian untuk selamanya Is Harianto. Ia meninggal karea penyakit [[Kanker Rectum]] yang sudah cukup lama dideritanya.<Ref>http://showbiz.liputan6.com/read/231155/selamat-jalan-is-haryanto</Ref> Beberapa tahun kemudian tepatnya pada hari Minggu 21 April 2013 Tommy WS wafat dan meninggalkan banyak kenangan bagi para personil yang masih tersisa.
 
=== Mus Mulyadi Menjadi BentengPilar Terakhir Favourite's Group ===
Sepeninggal rekan-rekannya, Mus Mulyadi menjadi menjadi benteng terakhir eksistensi band ini. Ia bersama Favourite’s Group masih tampil di beberapa ''event''. Dibantu oleh Mamiek Slamet (eks vocalist II Favourite's Group) dan Nana Sumarna (eks bassis Empat Nada), Mus Mulyadi masih sempat eksis mengibarkan bendera grup yang dulu didirikannya bersama A. Riyanto ini. Adapun Harry Toos sudah lebih dulu menghindari hingar bingar gemerlapnya industri musik Indonesia, dengan memilih fokus membina keutuhan keluarga. Penampilan besar mereka sempat dilihat publik sekitar tahun 2010 dalam acara “Zona Memori” [[Metro TV]] dan konser The Legend di [[Istora Senayan]] Jakarta pada tahun 2011. Saat itu Mus Mulyadi tampil dalam kondisi yang sudah sangat memprihatinkan, tak bisa melihat sekelilingnya yang hadir. Namun begitu tak sedikit pun beliau kehilangan semangat sebagai seorang penghibur.<Ref>http://okkyrahardjo.blogspot.co.id/2013/11/favourites-group-sebuah-jejak-langkah.html</Ref>
 
== Mus Mulyadi Terkena Penyakit Diabetes dan Mengalami Kebutaan ==
 
== Filmografi ==
* ''Putri Solo'' (1974) di sutradarai oleh [[Fred Young (sutradara)|Fred Young]] bermain dengan bintang film [[Mieske Bianca Handoko]], [[Harris Sudarsono]], [[Ratmi B-29]], [[Rendra Karno]], [[S. Poniman]], [[Chitra Dewi]], [[Debby Cynthia Dewi]] dengan [[direktur]] fotography [[Irwan Tahyar]], [[komposer]] [[Nasruri]], dan diproduksi, PT. [[Agasam Film]].
* ''Aku Mau Hidup ''(1974) di sutradarai oleh [[Rempo Urip]]. Di bintangi oleh [[Emilia Contessa]] dan [[Ferry Irawan]].
 
940

suntingan