Erik Sondhy: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- di masa + pada masa , -Di masa +Pada masa , - di Masa + pada Masa , - di masa-masa + pada masa-masa , -Di masa-masa +Pada masa-masa )
k (+perbaiki, +rapikan, replaced: karir → karier (6), Karir → Karier, Pranala Luar → Pranala luar, diantaranya → di antaranya using AWB)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di masa + pada masa , -Di masa +Pada masa , - di Masa + pada Masa , - di masa-masa + pada masa-masa , -Di masa-masa +Pada masa-masa ))
'''Eurysondhy Andrean John Imanuel Mangempis''' atau lebih sering dikenal dengan '''Erik Sondhy''' atau '''''Mister Fingers''''' lahir pada tanggal 10 April 1975, [[Denpasar]], [[Bali]], [[Indonesia]]. Anak dari Marthen Eugene Mangempis, pria asal [[Manado]] seorang guide yang fasih berbahasa [[Belanda]] dan Ni Luh Putu Sri Nulatri Sedani, penari profesional asal Bali, kemudian bertumbuh sebagai anak sulung dari 5 bersaudara.
Disaat anak-anak yang lain, memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter atau insinyur, Erik Sondhy sejak kecil, sudah tahu pasti, apa yang ia inginkan dipada masa depannya kelak, yaitu menjadi seorang [[musisi]] yang terkenal. Cita-citanya ini terbentuk, karena semenjak kecil Erik sangat mengagumi sebuah band asal [[Inggris]] yaitu [[The Beatles]]. Kegemarannya pada band The Beatles mendorong Erik untuk mempelajari berbagai alat musik, dan alat pertama yang pertama ia tekuni adalah [[gitar]], seiring berjalannya waktu, Erik pun mulai belajar bermain [[piano]], yang ternyata menjadi gairahnya hingga kini.
 
Berkat keseriusannya dalam mempelajari piano secara [[otodidak]], pada tahun 1987, Erik pun menerima penawaran untuk tampil pertama kali di gereja. Saat itu Erik baru saja menginjak usia 12 tahun dan ia tampil bermain organ dihadapan banyak orang, Erik sangat menikmatinya sehingga semakin memantapkan cita-citanya untuk kelak menjadi seorang musisi terkenal. Kecintaannya terhadap The Beatles, tidak pernah surut, kesehariannya selalu ia lewati sambil mendengarkan band favoritnya itu. “''The Beatles songs are the soundtrack of my life''” Erik sering berujar kepada teman-temannya.
637.317

suntingan