Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- di masa + pada masa , -Di masa +Pada masa , - di Masa + pada Masa , - di masa-masa + pada masa-masa , -Di masa-masa +Pada masa-masa )
Druk Air menjadi maskapai perdana yang ditunjuk untuk menerbangkan [[Avro RJX|Avro RJX-85]] pada April 2000 saat memberikan pesanan kepada [[BAE Systems]] untuk dua pesawat, dengan pengiriman yang awalnya direncanakan pada November 2001 dan Januari 2002.<ref>{{cite news| title = Druk Air is launch customer for RJX | publisher = [[Air Transport World]] | date = 1 May 2000| url = http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-27822224_ITM| accessdate =26 April 2010| deadurl=yes|archiveurl=http://web.archive.org/web/20090218183900/http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-27822224_ITM|archivedate=18 February 2009}} {{Dead link|date=February 2012|bot=RjwilmsiBot}}</ref> Penundaan pada penerbangan perdana dan sertifikasi dari RJX membuat perkiraan pengiriman kepada Druk Air diubah hingga sesudah April 2002.<ref>{{cite news|last = Max
| first = KJ| title = Avro RJX makes first flight after subcontractor delays | publisher = [[Flight International]]| date = 8 May 2001| url = http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-10807605_ITM| accessdate =26 April 2010 |archiveurl=https://archive.is/KZQYk|archivedate=19 April 2013}} {{Dead link|date=April 2012|bot=H3llBot}}</ref> BAe Systems kemudian membatalkan Program RJX pada bulan November 2002,<ref name="rjxcancel">{{cite news| last = Chuter| first = Andy| title = Druk seeks RJX replacement| publisher = [[Flight International]]| date = 11 December 2001| url = http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-27304127_ITM | accessdate =26 April 2010|archiveurl=https://archive.is/kfl79|archivedate=19 April 2013}} {{Dead link|date=April 2012|bot=H3llBot}}</ref> karena hanya menerima pesanan dari dua maskapai penerbangan,<ref name="stalled">{{cite news| last = Coleman| first = Zach| title = Druk Air's Upgrade Stalled| publisher = [[Wall Street Journal]] | date = 12 December 2001| url = http://online.wsj.com/article/SB1008099397527517920.html?mod=googlewsj
| accessdate =22 July 2008}}</ref> Druk Air dan [[Flybe|British European]].<ref name="rjxcancel"/> Dengan ancaman tuntutan hukum oleh British European karena pelanggaran kontrak oleh BAE Systems,<ref>{{cite news| title = British European agrees to cancel RJXs| publisher = [[Flight International]]|date = 29 January 2002|url = http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-25010124_ITM | accessdate =26 April 2010| deadurl=yes|archiveurl=http://web.archive.org/web/20090218202732/http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-25010124_ITM|archivedate=18 February 2009}} {{Dead link|date=February 2012|bot=RjwilmsiBot}}</ref> pembuat pesawat kemudian menawarkan untuk memenuhi pesanan dari Druk Air, meskipun akhirnya manajemen maskapai memutuskan untuk menolak membeli pesawat, karena potensi permasalahan dengan ketersediaan suku cadang dipada masa depan.<ref name="stalled"/>
 
Dalam usaha untuk mencari pengganti dari 2 BAe 146s, manajemen Druk Air memutuskan menampilkan pengajuan dari [[Airbus]], [[Boeing]] dan [[Embraer]] untuk menentukan kelayakan produk mereka terhadap persyaratan operasional yang ketat dari Druk Air. [[Bombardier Aerospace|Bombardier]] juga diundang oleh manajemen untuk mempertunjukkan [[pesawat penumpang regional]] [[CRJ900]] [[regional jet]],<ref>{{cite news| title = Bhutan's national carrier set to acquire two new aircraft|publisher = Airline Industry Information|date = 6 May 2002| url = http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-6813956_ITM |accessdate =26 April 2010|deadurl=yes|archiveurl=http://web.archive.org/web/20090220104320/http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-6813956_ITM|archivedate=20 February 2009}} {{Dead link|date=February 2012|bot=RjwilmsiBot}}</ref> namun, maskapai mendapat saran dari Bombardier bahwa pesawat ersebut tidak akan sesuai bila doperasikan di Paro.<ref name="renewagain">{{cite news| last = Max | first = KJ| title = Druk Air revives suspended fleet renewal effort|publisher = [[Flight International]]|date = 25 March 2003 | url = http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-22830092_ITM|accessdate =26 April 2010|archiveurl=https://archive.is/hz1C7|archivedate=18 April 2013}} {{Dead link|date=April 2012|bot=H3llBot}}</ref> Pada bulan Februari 2002, Airbus A319 menjadi pesawat terbesar yang pernah mendarat di bandar udara Paro, saat Airbus mempertunjukkan pesawatnya kepada pihak maskapai. Pada bulan Oktober, Boeing mengundurkan diri dari kompetisi karena tidak mampu menyediakan pesawat yang dapat dipertunjukkan kepada maskapai. Dengan [[Embraer E-190]] yang masih belum terbang, diperkirakan bahwa Druk Air akan memesan A319. Namun pemerintah memiliki kesulitan memperoleh pembiayaan terhadap pembelian, dan pada bulan Oktober keputusan akhirnya ditunda.<ref>{{cite news| last = Max| first = KJ| title = Boeing pulls out of Druk Air fleet competition| publisher = [[Flight International]]| date = 8 October 2002| url = http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-26284090_ITM| accessdate =26 April 2010|archiveurl=http://web.archive.org/web/20090219004609/http://www.accessmylibrary.com/coms2/summary_0286-26284090_ITM|archivedate=19 February 2009}} {{Dead link|date=April 2012|bot=H3llBot}}</ref> Setelah masa jeda yang pendek, pemerintah memerintahkan manajemen untuk memulai evaluasi sekali lagi,<ref name="renewagain"/> dan sebuah [[Boeing 737 Next Generation|Boeing 737–700]] melakukan sebelas uji coba penerbangan di Bandar Udara Paro pada bulan Februari 2003, dimana pada saat itu ditunjukkan bawa pesawat memenuhi kebutuhan untuk dapat beroperasi di Paro.<ref>{{cite journal|title = 737-700 Technical Demonstration Flights in Bhutan|journal = Aero|issue = 23|pages = 3–16|publisher =[[Boeing Commercial Airplanes]]|location = [[Seattle]]| month= July|year=2003|url = http://www.boeing.com/commercial/aeromagazine/aero_23/aero_23.pdf|format=pdf|accessdate =22 July 2008}} ([http://www.webcitation.org/5pGaCbnG4 Archived] at [[WebCite]])</ref>
Pada bulan Oktober 2009, pemerintah Bhutan merencanakan pengerjaan pembangunan sebuah landasan pacu di [[Bandar Udara Yongphulla|Yongphulla]]. Landasan pacu tersebut, yang diperkirakan akan memiliki panjang {{Convert|3900|ft|m}} dan beroperasi pada bulan Maret 2010, akan memungkinkan layanan oleh pesawat kecil dengan kapasitas 15&ndash;16 penumpang.<ref name="yonphula">{{cite news|url=http://www.kuenselonline.com/modules.php?name=News&file=article&sid=13522|title=Getting ready to take off|last=Penjore |first=Ugyen|date=25 September 2009|publisher=[[Kuensel]]|accessdate=1 October 2009 }}</ref> Proyek ini dibiayai dengan anggaran sebesar Nu. 34 juta yang sebelumnya dialokasikan untuk pengembangan penerbangan helikopter domestik. Landasan pacu hanya akan beroperasi pada pagi hari karena angin kencang pada siang hari, membuata operasional menjadi beresiko.<ref name="domairservice">{{cite news|url=http://www.kuenselonline.com/modules.php?name=News&file=article&sid=13325|title=Domestic air service to take wing soon|last=Palden|first=Tshering|date=1 September 2009|publisher=[[Kuensel]]|accessdate=1 October 2009}}</ref> Druk Air sedang melakukan studi kelayakan untuk membuka penerbangan menuju landasan pacu tersebut dari Paro, bersama dengan, dua landasan pacu lainnya yang sedang dibangun di [[Bathpalathang]] dann [[Gelephu]].<ref>[http://www.kuenselonline.com/modules.php?name=News&file=article&sid=14069 Kuensel Newspaper – 2 domestic airports by 2010<!-- Bot generated title -->]</ref><ref name="kuenselonline.com">[http://www.kuenselonline.com/modules.php?name=News&file=article&sid=14428 Kuensel Newspaper – Groundwork begins for taking to the air<!-- Bot generated title -->]</ref>
 
Pada tahun 2006 pemerintah India yang berperan sebagai perwakilan dari pemerintah Bhutan, melakukan sebuah studi kelayakan untuk membuka sebuah [[bandar udara internasional]] di sebelah selatan dari kota [[Gelephu]].<ref name="flapswings"/> Dalam rencana lima tahun (antara tahun 2008–2013) dana senilai BTN 2,826 juta telah disiapkan oleh pemerintah Bhutan untuk mengembangkan badar udara baru.<ref>{{Cite book|title = Draft 10th Five Year Plan Volume I Main Document 2008{{spaced ndash}}2013|publication-place = [[Thimphu]], Bhutan|publisher = [[Gross National Happiness Commission]]|pages = 131{{spaced ndash}}133|url = http://www.pc.gov.bt/fyp/Draft%2010thplan/Draft_Main_Document_Volume_I.pdf|format=pdf|accessdate =22 July 2008}}</ref> Sebuah survei awal dilakukan oleh [[India]] pada bulan Mei 2006 dan tim survei dari Otoritas Bandar Udara India akan kembali dan menyelesaikan survei akhir pada bulan September 2006. Pada bulan Oktober 2008 proyek ersebut dihentikan, dan pemerintah Bhutan memutuskan bahwa bandara Gelephu hanya digunakan untuk penerbangan domestik.<ref>[http://www.kuenselonline.com/modules.php?name=News&file=article&sid=11282 Kuensel Newspaper – Gelephu int’l airport – now a domestic one<!-- Bot generated title -->]</ref> Sejak saat itu, pembangunan sebuah bandar udara di Gelephu direncanakan dan akan dimulai pada akhir tahun 2010 dengan bandara yang direncanakan akan beroperasi pada bulan Juni 2011. Departemen Penerbangan Sipil Bhutan telah mengindikasikan bahwa Gelephu akan menjadi bandar udara segala cuaca yang dipada masa depan akan mampu menerima beberapa penerbangan internasional.<ref name="kuenselonline.com"/>
 
Di bawah ''Rencana Visi 2020'', Pemerintah Bhutan telah mengidentifikasi kebutuhan untuk mengembangkan jaringan penerbangan pada tahun 2017, dalam usaha untuk meningkatkan pendapatan pariwisata sebesar 100% pada tahun 2012 dan 150% pada tahun 2017.<ref name=ADB>{{cite web|url=http://www.adb.org/documents/csps/bhu/2005/csp-bhu-2005.pdf|format=pdf|title=Country Strategy and Program: 2006–2010, Bhutan|work=Bhutan 2020-A Vision for Peace, Prosperity and Happiness|page=10|accessdate=22 April 2010|publisher=Asian Development Bank}}</ref> Druk Air sedang melakukan studi kelayakan untuk membuka penerbangan menuju Hong Kong atau Singapura pada bulan Maret 2011. Manajer komersial maskapai telah menyatakan bahwa studi awal menunjukkan bahwa penerbangan dari Bhutan menuju Singapura umumnya akan terdiri dari penerbangan resmi,sedangkan penerbangan menuju Hong Kong akan menjadi penerbangan komersial, dengan potensi yang bagus untuk perkembangan pariwisata.<ref name="drukorient">{{cite news|url=http://www.kuenselonline.com/modules.php?name=News&file=article&sid=15216|title=Drukair in the Orient |last=Dorji |first=Gyalsten K|date=18 April 2010|publisher=[[Kuensel]]|accessdate=25 April 2010}} ([http://www.webcitation.org/5pFolC0fB Archived] at [[WebCite]])</ref>
Druk Air mulai mengoperasikan Airbus A319-115 sejak 23 Oktober 2004. Airbus kedua datang pada 3 Desember 2004.<ref>{{cite news|url=http://www.drukair.com.bt/COMMON.aspx?Type=Fleet%20Information.htm|title=FLEET INFORMATION|publisher=Drukair|accessdate=30 January 2012}}</ref>
 
ATR 42 pertama dioperasikan dalam penyewaan selama sembilan bulan dari April 2010 yang akan dievaluasi oleh maskapai untuk kemungkinan pembelian dipada masa depan. Keputusan Departemen Penerbangan Sipil di mana perusahaan akan mendapat otoritas untuk mengoperasikan rute domestik di Bhutan akan mempengaruhi keputusan pesawat apa yang harus dibeli. Pada 4 Juni 2011, sebuah ATR 42 tiba di Paro. Druk Air memnggunakan konfigurasi 48 tempat duduk dengan penggunaan pesawat pada rute menuju Bumthang dan Yonphula pada akhir tahun 2011.<ref name="drukorient"/>
Pesawat Airbus A 319-115 Druk Air menyediakan 20 kersi kelas bisnis dan 94 kursi kelas ekonomi.<ref name=Corporate>{{Cite web|url= http://www.drukair.com.bt/COMMON.aspx?Type=Fleet%20Information.htm|title=Corporate Information|work=Fleet Information|accessdate=25 April 2010|publisher=Druk Air}}</ref>
 
605.364

suntingan