Emral Djamal Datuk Rajo Mudo: Perbedaan revisi

k
Bot: Penggantian teks otomatis (- di masa + pada masa , -Di masa +Pada masa )
k (isi)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di masa + pada masa , -Di masa +Pada masa ))
Ia banyak menulis tentang silek, adat, dan sejarah Minangkabau yang digali dari [[warisan tradisi]] di Minangkabau yang berupa [[Pidato adat Minangkabau|pidato-pidato adat]], gelar-gelar adat, pitutur, wawancara dengan para [[pemuka adat]] dan [[tuo silek]], pepatah petitih, dan naskah-naskah kuno. Ia menjadi salah seorang penggerak kegiatan [[Galanggang Siliah Baganti]] (GSB), suatu acara festival silat tradisional Minangkabau sebagai bentuk nyata dari upaya mempertahankan tradisi silek di Minangkabau dari kepunahan.
 
Sejak tahun 1989, ia mulai menelusuri, meneliti, dan menulis sejarah [[Kesultanan Inderapura]] atas permintaan [[Sutan Boerhanoeddin Sultan Firmansyah Alamsyah]], ahli waris Kerajaan Kesultanan Inderapura agar tidak tenggelam begitu saja karena lokasi Inderapura saat sekarang terpencil dan jauh dari pusat kota. Sulit membayangkan saat sekarang bahwa Kerajaan Inderapura dipada masa lalu adalah daerah yang besar dan ramai dikunjungi oleh berbagai bangsa di seluruh dunia. Penelitian tersebut kemudian dimuat di [[Harian Singgalang]] dalam bentuk tulisan bersambung dan naskah [[Ranji|ranji raja-raja di Kesultanan Inderapura]] yang dimiliki oleh Soetan Boerhanoeddin dipublikasikan pada [[Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara]] VIII di kampus [[Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta|Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]], 26–28 Juli 2004.
 
== Karya-karya ==
* Penyusun [[kaba|''kaba'']] ''[[Pusako Minangkabau]]'', ''[[Bonsu Pinang Sibaribuik]]'', kisah yang dilatarbelakangi perjuangan masyarakat Minangkabau di Pesisir Selatan melawan Portugis <ref>http://www.goodreads.com/author/show/5354473.Emral_Djamal_Dt_Rajo_Mudo</ref>. Kaba ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan akademisi yang mengungkapkan tentang [[Perdagangan manusia|''human trafficking'']] dipada masa lalu yang jarang disebutkan di dalam karya sastra Indonesia <ref>http://id.shvoong.com/social-sciences/1786404-human-trafficking-dalam-kaba-bongsu/</ref>. Penulisan kaba ini disponsori oleh salah seorang pejabat tinggi dari Malaysia [[Rais Yatim|Dr. Rais Yatim]] <ref>http://karyapitospunjadi.blogspot.jp/2007/12/peluncuran-dan-pembicaraan-kaba-bonsu.html</ref>
* Puisi
** ''Rindu Dan Bayang-Bayang Putih'' (kumpulan puisi) bersama dengan A. Caniago Hr. Dt. Rajo Sampono (alm.), Taman Budaya Padang, (ca. 1994)