Erik Sondhy: Perbedaan revisi

147 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
+perbaiki, +rapikan, replaced: karir → karier (6), Karir → Karier, Pranala Luar → Pranala luar, diantaranya → di antaranya using AWB
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di tahun + pada tahun))
k (+perbaiki, +rapikan, replaced: karir → karier (6), Karir → Karier, Pranala Luar → Pranala luar, diantaranya → di antaranya using AWB)
[[category: Biografi ]]
[[category: Pemusik jazz ]]
[[category: Pemusik Indonesia ]]
[[category: Pianis ]]
[[category: Pianis Indonesia]]
[[category: Bali]]
[[category: Tanggal kelahiran 24 Maret]]
[[category: Kelahiran 1975]]
{{Infobox musical artist
| name = Erik Sondhy
| image = a.k.a Mister Fingers.jpg
| caption = a.k.a Mister Fingers
| background = non_vocal_instrumentalist
| birth_name = Eurysondhy Andrean John Imanuel Mangempis
| birth_date = {{Birth date and age|1975|4|10}}
| birth_place = [[Bali]]
| origin = Indonesia {{flagicon|Indonesia}}
| genre = {{flatlist|
* [[Jazz]]
}}
| associated_acts = Erik Sondhy Project, Karma Jazz Trio, Balawan, Rio Sidik Quartet, Superman is Dead
| occupation = {{flatlist|
* [[Musician]]
* [[Song Writer]]
* [[Band Leader]]
}}
| years_active = 1996–sekarang
| website = {{URL|eriksondhy.com}}
}}
 
'''Eurysondhy Andrean John Imanuel Mangempis''' lahir di Denpasar, Bali, {{Birth date and age|1975|4|10}}, lebih sering diketahui sebagai '''''Mister Fingers''''' sebagai nama panggungnya, adalah seorang pianis berkebangsaan [[Indonesia]]. '''Erik Sondhy''' adalah mantan ''keyboardist'' Jiwa Band dan sekarang sebagai ''leader'' dari Erik Sondhy Project dan ''keyboardist'' dari Rio Sidik Quartet.
 
Perjalanan Erik hingga kini, mencatatnya telah tampil bersama [[musisi]] [[Indonesia]] seperti [[Ireng Maulana]], [[Mus Mujiono]], [[Indra Lesmana]], [[Cendy Luntungan]], [[Dewa Budjana]], [[Dwiki Dharmawan]], [[Indro Hardjodikoro]], [[Balawan]], [[Barry Likumahuwa]], [[Oele Pattiselanno]], Jeffrey Tahalele, Sandy Winarta, Rio Sidik, [[Monita Tahalea]], [[Sierra Soetedjo]], [[Maruli Tampubolon]], [[Titi DJ|Titi Dj]], [[Krisdayanti]], [[Harvey Malaiholo]], [[Andien]], [[Dira Sugandi]], [[Ruth Sahanaya]], [[Dewi Gita]], [[Syaharani]], [[Tompi]], [[Superman Is Dead]] dan [[Ayu Laksmi]].
 
Sedangkan pada skala internasional, Erik telah tampil di ''Penang Island Jazz Festival'', ''Singapore Jazz Festival'', ''Kota Kinabalu Jazz Festival'', Jazz café ternama di [[London]], ''Ronnie Scott’s'' dan ''Troy Jazz Bar''. Erik telah bermain bersama musisi ternama seperti Hadrien Feraud (bass), Toninho Horta (gitar), Andy Davis (trumpet), Mark Lewandowski (bass), Saleem Raman (drums) dan membuka konser pianis Jazz Latin pemenang Grammy Award Chucho Valdez.
 
== Latar Belakang ==
 
[[File:Hadrien Feraud.jpg|thumb|left|Erik Sondhy performing with Hadrien Feraud at Warisan in 2014]]
 
'''Eurysondhy Andrean John Imanuel Mangempis''' atau lebih sering dikenal dengan '''Erik Sondhy''' atau '''''Mister Fingers''''' lahir pada tanggal 10 April 1975, [[Denpasar]], [[Bali]], [[Indonesia]]. Anak dari Marthen Eugene Mangempis, pria asal [[Manado]] seorang guide yang fasih berbahasa [[Belanda]] dan Ni Luh Putu Sri Nulatri Sedani, penari profesional asal Bali, kemudian bertumbuh sebagai anak sulung dari 5 bersaudara.
Disaat anak-anak yang lain, memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter atau insinyur, Erik Sondhy sejak kecil, sudah tahu pasti, apa yang ia inginkan di masa depannya kelak, yaitu menjadi seorang [[musisi]] yang terkenal. Cita-citanya ini terbentuk, karena semenjak kecil Erik sangat mengagumi sebuah band asal [[Inggris]] yaitu [[The Beatles]]. Kegemarannya pada band The Beatles mendorong Erik untuk mempelajari berbagai alat musik, dan alat pertama yang pertama ia tekuni adalah [[gitar]], seiring berjalannya waktu, Erik pun mulai belajar bermain [[piano]], yang ternyata menjadi gairahnya hingga kini.
 
Berkat keseriusannya dalam mempelajari piano secara [[otodidak]], pada tahun 1987, Erik pun menerima penawaran untuk tampil pertama kali di gereja. Saat itu Erik baru saja menginjak usia 12 tahun dan ia tampil bermain organ dihadapan banyak orang, Erik sangat menikmatinya sehingga semakin memantapkan cita-citanya untuk kelak menjadi seorang musisi terkenal. Kecintaannya terhadap The Beatles, tidak pernah surut, kesehariannya selalu ia lewati sambil mendengarkan band favoritnya itu. “''The Beatles songs are the soundtrack of my life''” Erik sering berujar kepada teman-temannya.
 
Waktu itu, tahun 1992, setelah tamat SMP, Erik yang mengetahui bahwa sang nenek adalah seorang pecinta musik dan penyanyi ''choir'' di gereja, meminta ijin kepada orang tuanya untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA di kota Bandung, tempat neneknya berada. Tidak bisa menghentikan keinginan sang anak, kedua orang tuan Erik pun merestui Erik yang masih berusia belia untuk pindah ke kota Bandung. Disini Erik semakin aktif dalam bermusik dengan band yang terbentuk saat bersekolah di SMA Santa Maria 2, [[Bandung]]. Sebuah kegiatan yang membuatnya ketagihan dan terus Erik tekuni dan membuatnya semakin bahagia, karena terus mendapat dukungan dari sang nenek untuk terus mendalami talenta musiknya. Sewaktu SMA, Erik dalam grup band menjadi [[vokalis]], [[gitaris]] dan pemain [[keyboard]]. Pada saat itu, Erik berusaha untuk mengikuti jejak sang idolanya [[John Lennon]], bersama grup band ini, mereka sering membawakan lagu-lagu karya The Beatles di berbagai acara sekolah.
 
== Perjalanan KarirKarier ==
[[File:D Mood Jazz Band.jpg|thumb|left|D'Mood Jazz Band before performing at Jazz Goes to Campus in 1999]]
=== Parameswara dan D'Mood Jazz Band (1996 - 1999) ===
Tahun 1995, Erik tamat SMA, ia mantap mengawali perjalanan karirnyakariernya dengan bermain piano tunggal, sambil menjalani bandnya kala itu, Paremeswara. Tatkala itu, mulai timbul ketertarikan Erik terhadap aliran musik [[Jazz]] sehingga ia mengambil keputusan untuk mengambil kursus di Piano Jazz Bandung, yang ia jalani selama setahun. Tidak puas disitu, ia juga mengambil kursus di Swara Harmony Music School, Bandung. Erik kemudian bersama bandnya Parameswara kemudian berangkat ke kota [[Yogyakarta]] pada tahun 1996 selama 3 bulan. Namun, Erik akhirnya menetap di kota Yogyakarta dan melanjutkan karirnyakariernya bermusik disini bersama D'Mood Jazz Band yang beranggotakan Erik (keyboard), Agung Prasetya (bass), Bagus Djatmiko atau BJ (drum), Yohanes (trombone), Finggo van Leun (gitar) dan Septa Suryoto (saksofon). D'Mood Jazz Band, kemudian mengukir prestasi sebagai juara pertama dalam ajang ''Jazz Goes to Campus'', yang diselenggarakan di [[Jakarta]] pada tahun 1999.
 
=== Jiwa Band (2000 - 2002) ===
Rindu dengan kampung halaman dan keluarganya di Bali, setelah menorehkan namanya dalam lingkungan Jazz berskala [[nasional]], Erik yang memiliki visi ingin membangun Jazz di pulau Dewata tempat kelahirannya itu akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band-nya kala itu dan pindah kembali ke Bali pada awal tahun 2000. Disinilah awal pertemuannya dengan Rio Sidik (trumpet), yang kemudian mengajaknya bergabung dalam Jiwa Band bersama dengan Ito Kurdhi (bass), Koko Harsoe (gitar) dan Sonny Riwis (drum). Kala itu Jiwa Band cukup banyak mengisi berbagai ajang Jazz di Indonesia, seperti ''Jazz Merah Putih'' dan ''Matra Jamz Jazz''. Kemudian mereka menandatangani perjanjian dengan label '''BMG Records''' untuk memproduksi album mereka perdana mereka. Ternyata, setelah proses rekaman awal, dikarenakan beberapa dari personil Jiwa Band menerima tawaran untuk bermain di luar negeri, produksi terpaksa ditunda. Dan akhirnya Jiwa Band terpaksa bubar pada tahun 2002.
 
=== Svara Band (2002 - 2005)===
Di tahun 2002, lahirlah Svara Band, yang terdiri dari Erik Sondhy (keyboard), Rio Sidik (trumpet), Koko Harsue (gitar), Doddy Sambodo (bass) dan Oni Pah (drum). Svara Band juga kerap mengikuti berbagai ajang Jazz, seperti ''Jazz Merah Putih'' dan ''Indonesian Open Jazz''. Erik pun bermain dalam Koko Harsue Quartet, yang melahirkan sebuah album yang dirilis pada tahun 2002 bertajuk Mainan. 3 tahun kemudian, 2005, Erik Sondhy mulai menjajaki kembali bersolo karirkarier, selain bermain solo piano di ''Jazz Merah Putih'' ia pun tampil di [[Java Jazz]] bersama [[Bertha]] and Friends. Di tahun 2007, Erik merilis album perdananya bertajuk '''Introducing Trio''' yang digarapnya bersama dengan Helmy Agustrian (bass) dan I Made Niko (drum).
[[File:Erik with Rio Sidik Quartet at.jpg|thumb|Rio Sidik Quartet after performing at the Penang Island Jazz Festival 2011]]
[[File:Erik Sondhy performing at Ngayogja Jazz in 2012.jpg|thumb|Erik Sondhy performing at Ngayogja Jazz in 2012]]
=== Rio Sidik Quartet (2008 - sekarang) ===
Pada tahun 2008, Erik bergabung dengan Rio Sidik Quartet yang terdiri atas Rio Sidik (trumpet), Ito Kurdhi (bass), Erik Sondhy (keyboard) dan Eddy Siswanto (drum) dan masih berjalan. Dan mereka kerap mengisi ajang Festival Jazz di dalam maupun luar negeri. Seperti Penang Island Jazz Festival yang ke-8, pada tanggal 3-4 Desember 2011, mewakili Indonesia dan pada tahun 2015 Rio Sidik Quartet telah tampil di ''Kota Kinabalu Jazz Festival'', ''International Java Jazz Festival'' dan ''Jazz Market by the Sea'' yang diselenggarakan di [[Nusa Dua]].
 
=== Erik Sondhy Project (E.S.P) (2009 - sekarang) ===
Erik yang telah menapaki perjalanan yang cukup panjang ini, dalam karirkarier bermusiknya merasa bahwa penampilan yang baik harus organik dan sinergi, Erik kerap berada di antara penonton terlebih dahulu sebelum naik ke panggung untuk merasakan energinya secara langsung, sehingga totalitas dapat tercipta dalam setiap penampilannya.
 
Erik yang mengagumi gairah dan energi [[Keith Jarrett]] ketika bermain di panggung, mulai memiliki sebuah impian untuk dapat melakoni banyak kreasi, sebuah ''project'' tanpa batas dalam bermusik. Sehingga, pada Agustus '''2009''', lahirlah Erik Sondhy Project atau lebih dikenal luas hingga sekarang dengan nama E.S.P. Pada kesempatan yang berbeda, pada tanggal 17 Juni 2009, Erik turut tampil dalam World Peace Orchestra oleh [[Dwiki Dharmawan]] . Masih pada tahun yang sama, terbentuk kelompok jazz yang dinamakan Jazz Empat Orang oleh pemain saksofon Donny Koeswinarno bersama Rayendra (drum), Indra Perkasa (bass) dan Erik Sondhy (piano). Mereka kemudian mengambil beragam inspirasi dari kultur Jazz yang kaya. Donny Koeswinarno sendiri adalah pendiri dan pemimpin kelompok jazz Pitoelas, juga menulis lagu dan membuat aransemen bagi big band yang beranggotakan 17 orang itu. Personil lain seperti Rayendra jebolan ''Berklee College of Music'' kala itu aktif sebagai ''sideman'' di beberapa band selain mendirikan ''Parkdrive'', sedangkan Indra Perkasa merupakan bassis ''Tomorrow People Ensemble'' yang menyelesaikan studinya di Institut Musik Daya. Di tanggal 11 Oktober 2009 ''Jazz Empat Orang'' tampil di Salihara. Satu bulan kemudian, tanggal 6 November 2009, Erik tampil bersama Balawan, Barry Likumahuwa, Karen (finalis Indonesian Idol) dan Sandy Winarta, dengan ''special performance'' [[Bubi Chen]] dalam ''Big Jazz Return''. Tanpa menunggu lama, setelah Erik merintis project-nya, pada tanggal 29 November 2009, Erik Sondhy Project (E.S.P) tampil pertama kalinya di ajang ''Jazz Goes to Campus''.
Erik yang telah menapaki perjalanan yang cukup panjang ini, dalam karir bermusiknya merasa bahwa penampilan yang baik harus organik dan sinergi, Erik kerap berada di antara penonton terlebih dahulu sebelum naik ke panggung untuk merasakan energinya secara langsung, sehingga totalitas dapat tercipta dalam setiap penampilannya.
 
Menginjak tahun '''2010''', tanggal 14 Februari 2010, Erik tampil bersama dengan Sandy Winarta dan [[Dira Sugandi]]. Ia juga tampil di Java Jazz bersama Revelation, beranggotakan Jeffrey Tahalele, Sandy Winarta, Oele Pattiselano, [[Sierra Soetedjo]] dan Arief Setiady. Tanggal 9 November '''2011''', Erik Sondy Project (E.S.P), tampil di Festival Seni Surabaya.
Erik yang mengagumi gairah dan energi [[Keith Jarrett]] ketika bermain di panggung, mulai memiliki sebuah impian untuk dapat melakoni banyak kreasi, sebuah ''project'' tanpa batas dalam bermusik. Sehingga, pada Agustus '''2009''', lahirlah Erik Sondhy Project atau lebih dikenal luas hingga sekarang dengan nama E.S.P. Pada kesempatan yang berbeda, pada tanggal 17 Juni 2009, Erik turut tampil dalam World Peace Orchestra oleh [[Dwiki Dharmawan]] . Masih pada tahun yang sama, terbentuk kelompok jazz yang dinamakan Jazz Empat Orang oleh pemain saksofon Donny Koeswinarno bersama Rayendra (drum), Indra Perkasa (bass) dan Erik Sondhy (piano). Mereka kemudian mengambil beragam inspirasi dari kultur Jazz yang kaya. Donny Koeswinarno sendiri adalah pendiri dan pemimpin kelompok jazz Pitoelas, juga menulis lagu dan membuat aransemen bagi big band yang beranggotakan 17 orang itu. Personil lain seperti Rayendra jebolan ''Berklee College of Music'' kala itu aktif sebagai ''sideman'' di beberapa band selain mendirikan ''Parkdrive'', sedangkan Indra Perkasa merupakan bassis ''Tomorrow People Ensemble'' yang menyelesaikan studinya di Institut Musik Daya. Di tanggal 11 Oktober 2009 ''Jazz Empat Orang'' tampil di Salihara. Satu bulan kemudian, tanggal 6 November 2009, Erik tampil bersama Balawan, Barry Likumahuwa, Karen (finalis Indonesian Idol) dan Sandy Winarta, dengan ''special performance'' [[Bubi Chen]] dalam ''Big Jazz Return''. Tanpa menunggu lama, setelah Erik merintis project-nya, pada tanggal 29 November 2009, Erik Sondhy Project (E.S.P) tampil pertama kalinya di ajang ''Jazz Goes to Campus''.
 
Menginjak tahun '''2010''', tanggal 14 Februari 2010, Erik tampil bersama dengan Sandy Winarta dan [[Dira Sugandi]]. Ia juga tampil di Java Jazz bersama Revelation, beranggotakan Jeffrey Tahalele, Sandy Winarta, Oele Pattiselano, [[Sierra Soetedjo]] dan Arief Setiady. Tanggal 9 November '''2011''', Erik Sondy Project (E.S.P), tampil di Festival Seni Surabaya.
 
===== Karma Jazz Trio =====
Pada tahun '''2012''' Erik Sondhy Project, menggarap trio bernama Karma Trio, yang beranggotakan Erik Sondhy ([[rhodes]]), Sandy Winarta (drum) dan Indra Gupta (bass). Dan menghasilkan album bertajuk '''Karma''' yang memuat tiga ''track'' ''free improvisation'' yang berisikan elemen jazz serta nuansa gamelan Bali pada ''scale'' yang digunakan serta pada beat ''rhythm''.
[[File:Java Jazz.jpg|thumb|left|Erik Sondhy at Java Jazz Festival]]
 
Pada tahun 2012 Erik mulai kerap dijuluki ''Mister Fingers'', karena ulasan dalam ''The Yak Magazine'', pada tahun ini Erik Sondhy Project (E.S.P), kembali menggarap grup trio yang dinamakan Erik Sondhy Trio dan tampil di ''[[Java Jazz]]'' beranggotakan Erik Sondhy (keyboard), Sandy Winarta (drum) dan Kevin Joshua (bass). Dan Erik juga bermain di ''Ngayogjazz Festival'' yang mengambil tema “Dengan Jazz Kita Tingkatkan Swasembada Jazz”.
 
Langganan tampil di ''Java Jazz'' setiap tahun sejak 2005, Erik Sondhy yang pada tahun '''2013''', terpilih sebagai salah satu nominasi ''Yak Man of the Year'' dari ''The Yak Magazine'' ini, kerap tampil dengan banyak ''project'' dan band, diantaranyadi antaranya Erik Sondhy Trio (E.S.P.), Karma Jazz Trio (E.S.P.), Bertha and Friends, [[Dewa Budjana]], The Revelation dan masih banyak musisi Jazz kenamaan lainnya. Pertama kali Erik tampil di ''Java Jazz'' adalah bersama [[Bertha]] and Friends pada tahun 2005. Erik juga bermain di ''Braga Jazz Festival'' pada tahun yang sama bersama Pra Budi Dharma (bass) dan penyanyi [[Trie Utami]].
 
Tahun '''2014''', Erik tampil di ''Bali Live International Festival'', dan di '''2015''', Erik Sondhy telah tampil di ''Jazz Café Ubud Bali'', ''Ubud Village Jazz Festival'', ''Bali Live International Jazz Festival'', berkolaborasi dengan DJ Wilson dan Rio Sidik dalam acara ''Midnight Madness Velvet Hypnotized''. Tampil di [[Java Jazz]] sebagai featuring dari band [[Maruli Tampubolon]], bersama dengan [[Mus Mujiono]] dan Rio Sidik.
[[File:Erik Sondhy at Abbey Road Studios.jpg|thumb|Erik Sondhy during a recording session at Abbey Road Studios, London 2015]]
 
===== Abbey Road Studios, London =====
Pada bulan Juni 2015, Erik Sondhy berangkat ke [[London]], [[Inggris]], untuk merekam album ketiganya di [[Abbey Road Studios]], studio yang membesarkan nama band sang idola The Beatles. Sebuah album yang akan ia rilis awal tahun 2016. Dulunya ''Abbey Road Studios'' di London sering disebut sebagai EMI Studio, berlokasi di ''3 Abbey Road, St John’s Wood, City of Westminster, London, Inggris''. Seperti mimpi yang jadi kenyataan, The Beatles merupakan alasan kenapa Erik Sondhy memilih karirkarier sebagai musisi.
 
Proses rekaman Erik di ''Abbey Studio'' ditangani oleh Chris Bolster, pria asal New Zealand yang telah menangani beragam musisi termasuk diantara Al Di Meola, Jamie Cullum, Herbie Hancock, dan banyak lagi lainnya. Kesempatan untuk berangkat ke London dan rekaman didapat Erik dengan bantuan dari seorang penggemar beratnya. Disana, Erik sempat bermain di klab jazz kenamaan Ronnie Scott's dan berkesempatan ngejam bersama Andy Davies (trumpet), Mark Lewandowski (bass) dan Saleem Raman (drums). Dalam album terbarunya ini, Erik Sondhy memiliki 3 buah lagu yang ia ciptakan sendiri, berjudul ''London Blues'', ''The Love of My Life'' dan ''Song for My Mother''.
 
== Diskografi ==
| ''Solar'' || align=center | Piano || Erik Sondhy Trio || Introducing Erik Sondhy Trio 07 || align=center | 2007 || align=center | 05 || Jazz || align=center | 13:27
|-
| ''Waltz for Rezky'' || align=center | Piano || Erik Sondhy Trio || Introducing Erik Sondhy Trio 07 || align=center | 2007 || align=center | 06 || Jazz || align=center | 10:48
|-
| Konsisten || align=center | Piano || Erik Sondhy Trio || Introducing Erik Sondhy Trio 07 || align=center | 2007 || align=center | 07 || Jazz || align=center | 09:18
| ''Body'' || align=center | Piano || Karma Trio || Karma || align=center | 2012 || align=center | 01 || ''Free Improvisation'' || align=center | 10:23
|-
| ''Speech'' || align=center | Piano || Karma Trio || Karma || align=center | 2012 || align=center | 02 || ''Free Improvisation'' || align=center | 18:59
|-
| ''Thought'' || align=center | Piano || Karma Trio || Karma || align=center | 2012 || align=center | 03 || ''Free Improvisation'' || align=center | 08:43
|}
 
== Penghargaan dan Nominasi ==
 
=== Pianis dan keyboardist pemenang utama Jazz Goes To Campus (1999) ===
Jadwal yang seharusnya hanya 3 bulan, diubahnya, ketika Erik memutuskan untuk menetap disini, sehingga sejak tahun 1996, Erik mulai menetap di kota Yogyakarta. Keputusannya ini justru menjadi awal yang baru, bagi perkembangan karirkarier seorang Erik Sondhy. Di kota ini, Erik menemukan banyak teman musisi, ia semakin jatuh cinta dengan aliran musik Jazz yang memberikannya kebebasan untuk berimprovisasi dan mengekspresikan suasana hati lebih bebas. Dan mentor yang berjasa dalam mengembangkan kemampuan Erik di Yogyakarta adalah [[bassist]] Agung Prasetyo dan [[pianis]] [[Idang Rasjidi]]. Band-nya kala itu D'Mood Jazz, kemudian mencoba ikut dalam sebuah kompetisi Festival Jazz se-Indonesia [[Jazz Goes To Campus]] , yang diselenggarakan oleh [[Universitas Indonesia]] di kota [[Jakarta]] pada tahun 1999, dan berhasil keluar sebagai pemenang utama, menorehkan nama serta mengawali langkah pasti dalam dunia [[Jazz]] skala nasional karena juga mengantongi penghargaan [[pianis]] dan keyboardist terbaik.
 
Jadwal yang seharusnya hanya 3 bulan, diubahnya, ketika Erik memutuskan untuk menetap disini, sehingga sejak tahun 1996, Erik mulai menetap di kota Yogyakarta. Keputusannya ini justru menjadi awal yang baru, bagi perkembangan karir seorang Erik Sondhy. Di kota ini, Erik menemukan banyak teman musisi, ia semakin jatuh cinta dengan aliran musik Jazz yang memberikannya kebebasan untuk berimprovisasi dan mengekspresikan suasana hati lebih bebas. Dan mentor yang berjasa dalam mengembangkan kemampuan Erik di Yogyakarta adalah [[bassist]] Agung Prasetyo dan [[pianis]] [[Idang Rasjidi]]. Band-nya kala itu D'Mood Jazz, kemudian mencoba ikut dalam sebuah kompetisi Festival Jazz se-Indonesia [[Jazz Goes To Campus]] , yang diselenggarakan oleh [[Universitas Indonesia]] di kota [[Jakarta]] pada tahun 1999, dan berhasil keluar sebagai pemenang utama, menorehkan nama serta mengawali langkah pasti dalam dunia [[Jazz]] skala nasional karena juga mengantongi penghargaan [[pianis]] dan keyboardist terbaik.
 
=== Nominasi Yak Man of the Year (2013) ===
Erik Sondhy masuk sebagai nominasi ''Yak Man of the Year'' pada tahun 2013 versi ''Yak Magazine''. ''The Yak Magazine'' merupakan awal mula yang memperkenalkan Erik dengan sebutan ''Mister Fingers'' dalam sebuah ulasan artikel pada tahun 2012. Membuat Erik Sondhy hingga kini dikenal dengan sebutan tersebut.
 
== Pranala Luarluar ==
Erik Sondhy masuk sebagai nominasi ''Yak Man of the Year'' pada tahun 2013 versi ''Yak Magazine''. ''The Yak Magazine'' merupakan awal mula yang memperkenalkan Erik dengan sebutan ''Mister Fingers'' dalam sebuah ulasan artikel pada tahun 2012. Membuat Erik Sondhy hingga kini dikenal dengan sebutan tersebut.
 
== Pranala Luar ==
 
# [http://eriksondhy.tumblr.com/videos Video Erik Sondhy]
# [http://www.wartajazz.com/news/2015/07/27/pianis-erik-sondhy-rekaman-di-abbey-road-studios-london Erik Sondhy Rekaman di Abbey Road Studios]
# http://news.babe.co.id/3990501
{{colend}}
 
 
{{Pemusik Jazz Indonesia}}
{{DEFAULTSORT:Sondhy, Erik}}
[[categoryKategori: Biografi ]]
[[categoryKategori: Pemusik jazz ]]
[[categoryKategori: Pemusik Indonesia ]]
[[categoryKategori: Pianis ]]
[[categoryKategori: Pianis Indonesia]]
[[categoryKategori: Bali]]
[[categoryKategori: Tanggal kelahiran 24 Maret]]
[[categoryKategori: Kelahiran 1975]]