Pabrik ijazah: Perbedaan revisi

250 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
→‎Ciri-ciri: Penambahan konten
(→‎Ciri-ciri: Penambahan konten)
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
Biasanya lembaga jual gelar memiliki nama atau afiliasi kampus yang dimirip-miripkan dengan lembaga resmi yang terakreditasi dan terkenal, utamanya dalam kasus-kasus di Indonesia, universitas luar negeri. Dalam pemasarannya, biasanya lembaga jual gelar akan mengklaim bahwa mereka "terakreditasi", padahal, lembaga pengakreditasinya hanyalah lembaga palsu yang anggotanya adalah kumpulan lembaga jual gelar yang lain. Seringkali mereka mengaku dikenal oleh [[UNESCO]], padahal UNESCO tidak berwenang untuk memberi akreditasi dan pengenalan untuk lembaga [[pendidikan tinggi]].
 
Lembaga jual gelar biasanya merendahkan atau meniadakan syarat-syarat yang diperlukan untuk lulus. Meski kadang mereka mengharuskan pembelian [[buku]], pengambilan [[ujian]] atau [[pekerjaan rumah]], tidak ada proses belajar mengajar atau pelaksanaan riset yang benar. Di [[Indonesia]], lembaga jual gelar kerapkali tidak memiliki tempat perkuliahan dan administrasi yang layak untuk sebuah perguruan tinggi, seperti di ruko-ruko. Dalam kasus lain di Indonesia, lembaga penjual gelar menggunakan alamat fiktif, mencuri dan atau mengubah arsip ijazah menjadi seakan-akan asli (aspal). Kemudian, mereka juga kerap menggunakan domain gratisan (bukan .edu atau .ac.id) dalam situsnya.
 
Banyak lembaga jual gelar yang menawarkan kredit kualifikasi akademis berdasarkan "pengalaman hidup". Biasanya mereka meminta pembayaran uang sekolah sebelum pemberian ijazah dan tanpa melampirkan dokumentasi pendidikan. Ijazah palsu ini sering digunakan untuk melamar pekerjaan atau untuk promosi jabatan, terutama di dinas pemerintahan.
1.092

suntingan