Buka menu utama

Perubahan

400 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
[[Berkas:WaterPolo.JPG|thumb|Suatu pertandingan polo air.]]
 
'''Polo air''' adalah [[olahraga]] air beregu, yang dapat dianggap sebagai kombinasi [[renang]], [[gulat]], [[sepak bola]] dan [[bola basket]]. Satu tim bertanding terdiri dari dari enam [[pemain]] dan satu [[kiper]]. TujuanPeraturan permainan ini menyerupai sepak bola, yaitu untuk mencetak [[gol]] sebanyak-banyaknya, satu gol dihitung satu poin.
 
Olah raga '''Polo air''' merupakan cabang [[olahraga]] yang sudah cukup lama dipertandingkan di [[Indonesia]], bahkan cabang olahraga ini sudah dipertandingkan pada [[Pekan Olahraga Nasional]] Pertama (PON-I) 1948 di kota Sola diselenggarakan, hingga pertandingan multi-event regional, nasional maupun internasional ([[Sea Games]], [[Asian Games]], Olympic Games & World Championships) sampai saat ini.
 
Setiap regu polo air terdiri dari 13 atlet yang terdiri dari 2 penjaga gawang dan 11 pemain. Setiap regu yang akan bertanding diwajibkan memakai uniform (training/kaos), celana renang seragam, topi polo air yang bernomor (1 s/d 13) yang dibedakan berwarna putih atau biru dan penjaga gawang nomor 1 dan 13 dibedakan dengan topi warna merah. (Jika regu yang bertanding memiliki topi dengan warna tersendiri harus membawa 2 set (1 set diberikan kepada sekretariat pertandingan, diperlukan jika salah satu pemain dari regu tersebut kehilangan topinya pada saat bertanding).
Setiap regu polo air menurunkan 6 pemain dengan 1 penjaga gawang, total 7 orang pemain di setiap pertandingan dan 6 orang cadangan yang harus duduk dibangku cadangan di dalam lapangan pertandingan, dengan 1 orang manager, 1 orang kepala pelatih dan 1 orang asisten pelatih. Hanya kepala pelatih yang dapat berdiri dan berjalan sampai batas 5 meter dari bangku cadangan untuk memberikan instruksi kepada regunya pada saat posisi regu tesebut melakukan penyerangan. Jika regu tersebut dalam posisi bertahan kepala pelatih hanya boleh memberikan instruksi dalam posisi duduk.
 
Setiap pertandingan resmi memakai standar peraturan International (FINA), pertandingan dipimpin 2 (Dua) orang wasit & dibantu oleh 2 orang hakim garis (Goal Judge). Lama pertandingan adalah 8 menit (Bersih) x 4 babak. Jeda istirahat setiap babak 1 & 2 serta 3 & 4 adalah 2 menit sedangkan jeda istirahat untuk babak 2 ke babak 3 adalah 5 menit. Kedua Tim diberikan Time Out sebanyak 1 kali disetiap babak agar official tim dapat memberikan instruksi. Jika skor akhir dari babak ke 4 adalah seri, akan dilanjutkan 2 babak tambahan (2 x 8 menit) untuk menentukan pemenang, jika masih terjadi seri, pertandingan akan dilanjutkan dengan 5 (lima) bola tembakan penalti untuk setiap regu. Tembakan Pinalti diwakilkan oleh 5 orang pemain dari setiap regu, yang telah ditentukan secara berurutan dan tercatat disekretariat pertandingan serta diatur untuk berdiri di kedua sisi pinggir kolam renang untuk membedakan setiap regunya. Titik tembakan pinalti diambil 5 meter dari posisi gawang yang dilakukan secara bergantian dengan aba aba dari wasit yang memimpin tembakan pinalti.
Di Indonesia, polo air sudah dikenal semenjak tahun 1908 dan berkembang di era tahun 1950 s/d 1960-an, di era ini perkembangan olahraga polo air Indonesia berkembang dengan baik sehingga cukup diperhitungkan di tingkat Asia bahkan di dunia. Tim polo air Indonesia banyak mengikuti event internasional seperti GANEFO, Kejuaraan Asia & tidak pernah absen mengikuti Asian Games tahun 1954. 1958, 1962. 1966 dan terakhir Asian Games pada tahun 1970. Bahkan prestasi tim polo air Indonesia dapat dinilai sangat baik. Memasuki tahun 1980 sampai dengan 1999 olahraga ini tidak berkembang dengan baik, Indonesia hanya mengirimkan tim polo air sebatas keikut sertaan di Sea Games. (Tabel Hasil Sea Games & Kejuaraan Asia, Asian Games dapat dilihat dibawah ini)
 
Perkembangan Polo Air di Indonesia.
Baru memasuki era tahun 2000, terdapat 9 provinsi yang telah melakukan pembinaan cabang olahraga polo air, seperti provinsi Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah & DKI Jakarta. Cabang olahraga inipun mengalami banyak perubahan di dalam peraturan & berkembang sangat pesat di dunia. Indonesia yang tadinya cukup diperhitungkan di negara Asia hanya ikut berpartisipasi di Sea Games.
Di Indonesia, polo air sudah dikenal semenjak tahun 1908 dan berkembang di era tahun 1950 s/d 1960-an, di era ini perkembangan olahraga polo air Indonesia berkembang dengansangat baik sehingga cukup diperhitungkan di tingkat Asia bahkan di dunia. Tim polo air Indonesia banyak mengikuti event internasional seperti GANEFO, Kejuaraan Asia & tidak pernah absen mengikuti Asian Games tahun 1954. 1958, 1962. 1966 dan terakhir Asian Games pada tahun 1970. Bahkan prestasi tim polo air Indonesia dapat dinilai sangat baik. Memasuki tahun 1980 sampai dengan tahun 1999 cabang olahraga ini tidak lagi diperhatikan, sehingga tidak berkembang dengan baik, Indonesia hanya mengirimkan tim polo air sebatas keikut sertaan di Sea Games. (Tabel Hasil Sea Games & Kejuaraan Asia, Asian Games dapat dilihat dibawah ini)
 
Baru memasukiDi era tahun 2000, terdapat 9 provinsi yang telah melakukan pembinaan cabang olahraga polo air, seperti provinsi Jambi DKI Jakarta, SumateraJawa UtaraBarat, Jawa Timur, Jambi, Sumatera SelatanUtara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, JawaSumatera Barat, Jawa TimurSelatan, Jawa Tengah & DKIterakhir JakartaKalimantan Timur. Cabang olahraga inipun mengalami banyak perubahan di dalam peraturan & berkembang sangat pesat di dunia. Tim Polo Air Indonesia yang tadinya cukupsangat diperhitungkan di negara Asia, hanya ikutdiikut berpartisipasisertakan di level Asia Tenggara (Sea Games).
Pada Tahun 2005, PB.PRSI [(Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia)]mengupayakan untuk memajukan kembali cabang olahraga ini, dengan diadakan Pertandingan PRA Liga Polo Air tahun 2005, Liga Polo Air I tahun 2006, Tahun 2005 DKI Jakarta memprakarsai terbentuknya Tim Polo Air putri diikuti oleh Sumatera Barat yang kemudian mendorong daerah lain untuk membentuk tim polo air putri yang kemudian diikuti dengan Sumatera Selatan , Jawa Barat, Jambi, Sumatera Utara dan Jawa Timur yang kemudian terselenggaranya Kejuaraan Nasional Polo Air Putri, Kejuaraan internasional Betawi Cup 2005 serta Liga Polo Air II tahun 2007, Liga Polo Air III 2008 dan Liga Polo Air 2009, 2010, 2011,2012,2014 serta dipertandingkan pada PON XVIII 2012. (PUTRA) 1. DKI Jkarta 2. Sumatera Selatan 3. Sumatera Utara (PUTRI) 1. DKI Jakarta 2. SUmatera Selatan 3. Jawa Barat serta dipertandinngkan pada Sea Games 2012 & 2015.
 
Polo Air Putri
Dengan dimulainya pertandingan Liga Polo Air Indonesia dinilai sangat berhasil karena membawa angin segar untuk cabang olahraga ini, apalagi dengan diperbolehkan pemain asing untuk turut serta bermain mewakili daerah provinsi masing masing, contohnya Peng-da PRSI DKI Jakarta pernah mengontrak 3 pemain asal negara China, diikuti Peng-da Sumatera Selatan menggunakan pemain dan pelatih dari Kazakhstan.
Pada Tahun 2005, PB.Pengprov PRSI [(Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia)]mengupayakan untuk memajukan kembali cabang olahraga ini, dengan diadakan Pertandingan PRA Liga Polo Air tahun 2005, Liga Polo Air I tahun 2006, Tahun 2005 DKI Jakarta memprakarsai terbentuknya Tim Polo Air putri di Indonesia diikuti oleh Pengprov PRSI Sumatera Barat yang kemudian mendorong daerah lain untuk ikut membentuk tim polo air putri yang kemudian diikuti dengan Sumatera Selatan , Jawa Barat, Jambi, Sumatera Utara dan Jawa Timur yang kemudian terselenggaranyasecara nasional terselenggara Kejuaraan Nasional Polo Air Putri, Kejuaraanmulai internasionaldari BetawiPemula Cup(U-17), 2005Junior serta(U-20) Liga& PoloKejurnas AirTerbuka, IIKejuaraan tahuninternasional 2007,Betawi LigaCup Polo2005 Airs/d III2014, 2008dipertandingkan danpada Liga Polo Air 2009,2007 2010,s/d 20112014,2012,2014 serta dipertandingkan pada PON XVIII 2012. Katagori(PUTRA) 1. DKI JkartaJakarta 2. Sumatera Selatan 3. Sumatera Utara & Katagori(PUTRI) 1. DKI Jakarta 2. SUmateraSumatera Selatan 3. Jawa Barat. sertaPolo dipertandinngkanair Putri juga menyumbangkan medali perak untuk Indonesia pada Sea Games 20122011 & medali Perunggu pada Sea Games XXVIII Singapore pada tahun 2015.
 
Liga Polo Air Indonesia
Dengan tetap diadakan Liga polo air Indonesia secara konsisten, iklim kompetisi menjadi lebih semarak, melibatkan banyak sponsor dan pemain asing. Ini memberikan dampak yang sangat positif dan memberikan suasana pertandingan yang lebih baik dan kompetitif serta dapat dijadikan pemilihan atlet terbaik untuk pembentukan tim nasional polo air Indonesia dengan diadakannya program promosi dan degradasi atlet terbaik untuk tim nasional. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang semua pihak baik pemerintah, induk organisasi, pemerhati olahraga aquatics Indonesia, komunitas olahraga Polo Air (Jakarta Waterpolo Community) dapat bahu membahu untuk memajukan perkembangan olahraga polo air di Indonesia.
PB.PRSI [(Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia)]mengupayakan untuk memajukan kembali cabang olahraga ini, dengan diadakan Pertandingan PRA Liga Polo Air tahun 2005, Liga Polo Air I tahun 2006 dan terselenggara sampai dengan Liga Polo Air Indonesia tahun 2014.
 
DenganLiga tetapPolo diadakanAir LigaIndonesia polodinilai airsangat Indonesiaberhasil secarakarena konsistenmembawa angin segar untuk cabang olahraga ini, iklimapalagi kompetisidengan menjadidiperbolehkan lebihpemain asing untuk turut serta bermain mewakili daerah provinsi masing semarakmasing, melibatkancontohnya banyakPengprov sponsorPRSI danDKI Jakarta pernah mengontrak 3 pemain asing& Pelatih asal negara China, diikuti Pengprov PRSI Sumatera Selatan menggunakan pemain dan pelatih dari Kazakhstan. IniPenyelenggaraan Liga Polo Air memberikan dampak yang sangat positif dan memberikan suasana pertandingan yang lebih baik dan kompetitif serta dapat dijadikan pemilihan atlet terbaik untuk pembentukan tim nasional polo air Indonesia dengan diadakannya program promosi dan degradasi atlet terbaik untuk tim nasional. Diharapkan pada tahun-tahunditahun mendatang semua pihak baik pemerintah, induk organisasi, pemerhati olahraga aquatics Indonesia, komunitas olahraga Polo Air di Indonesia (Jakarta Waterpolo Community) dapat bahu membahu untuk memajukanmelestarikan perkembanganserta memajukan olahraga polo air di Indonesia agar kembali berprestasi.
 
Tempat Pelatihan Polo Air Dapat ditemui di beberapa kota di Indonesia seperti :
- Kota Jambi (K.R. Telanai Pura)
- Kota Surabaya, Jawa Timur
- Kota MakasarMakassar, Sulawesi Selatan
- Kota Medan, Sumatera Utara (K.R. Selayang)
- Kota Jogyakarta, Jawa Tengah. - C.L.-
 
=== Prestasi Tim Polo Air Indonesia Mengikuti Sea Games 1977-2015 ===
Pengguna anonim