Istana Siak Sri Inderapura


Istana Siak Sri Inderapura (jawi: ايستان سياق سري ايندراڤورا) atau Istana Asserayah Hasyimiah[1] atau Istana Matahari Timur merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Kini istana ini masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Siak.

Istana Siak Sri Indrapura
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Istana Kerajaan Siak (3).jpg
Suasana Istana Siak
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Peringkatn/a
KategoriBangunan
No. RegnasCB.442
Lokasi
keberadaan
Kabupaten Siak, Riau
No. SKKM.13/PW.007/MKP/2004
Tanggal SK3 Maret 2004
Tingkat SKMenteri
Pemilik Indonesia
PengelolaDinas Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisata & BP3 Batusangkar
Koordinat0°47′41″N 102°02′56″E / 0.7948123°N 102.0489865°E / 0.7948123; 102.0489865
Istana Siak Sri Inderapura is located in Indonesia Riau
Istana Siak Sri Inderapura
Istana Siak Sri Inderapura
Lokasi Istana Siak Sri Inderapura di Kabupaten Siak, Riau

Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.

StrukturSunting

Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, kemudian di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara.

ReferensiSunting

  1. ^ Silvia Galikano (01 Agustus 2015). "Istana Matahari Timur, Bukti Kejayaan Kerajaan Siak di Riau". detiktravel. Diakses tanggal 16 April 2017.