Buka menu utama

Wikipedia β

Irgan Chairul Mahfiz

Irgan Chairul Mahfiz, (lahir di Batubara, 24 September 1963; umur 54 tahun) adalah anggota DPR RI Periode 2009-2014 dari Partai Peratuan pembangunan (PPP). Kini ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR yang membidangi tenaga kerja, transmigrasi, kependudukan, dan kesehatan. Pria kelahiran Batubara ini memasuki dunia politik melalui partai PPP di mana ia menjabat sebagai Sekjen. Ia menjadi anggota dewan setelah memenangkan pemilu legislatif Dapil Banten 3 dengan total perolehan 23.655 suara.

Drs. H. Irgan Chairul Mahfiz, M.Si
Anggota DPR/MPR RI Periode 2009-2014
Masa jabatan
2009 – 2014
Informasi pribadi
Lahir 24 September 1963 (umur 54)
Bendera Indonesia BatuBara, Indonesia
Partai politik Lambang PPP PPP
Suami/istri Dra. Hj. Wardatun Naim
Anak Nona Fairuz Charunnisa
Mutiara Khairani
Wan Muhammad Ilham
Agama Islam
Media sosial
Situs web Irganchairulmahfiz.com

Anggota dewan yang berdomisili di Tangerang ini memiliki sejarah karier yang sangat panjang, baik di dunia politik maupun bisnis. Tercatat ia pernah menjabat sebagai Kabag Humas PT. Senior Semarang pada tahun 1991, Marketing Manajer PT. Vireos tahun 1992, hingga Penasehat Dirut PT. Kimia Farma pada tahun 2007 yang lalu. Di kancah perpolitikan dan pemerintahan Indonesia, Irgan pernah menjadi Staf Ahli bidang Dokumentasi dan Humas Menteri Pangan dan Holtikultura RI pada tahun 1997, anggota MPR RI dari Jateng tahun 1997, Sekjen DPP PPP pada tahun 2007 hingga anggota DPR RI Komisi IX tahun 2009 hingga sekarang.

Sebagai anggota dewan sekaligus wakil ketua komisi yang mengurusi ketenagakerjaan, Irgan tentu saja memberikan perhatian ekstra kepada kasus TKI yang ada di negeri orang. Ia kerap berkomentar dan memberikan opininya terkait isu yang sedang hangat tentang nasib TKI. Yang terbaru adalah kasus kematian 3 orang TKI dengan organ yang tidak lagi lengkap. Dikutip dari inilah.com, Irgan mengaku sangat geram dan mengecam polisi Malaysia yang bersikap sewenang-wenang terhadap TKI dengan menembaki mereka secara brutal hingga tewas bahkan jenazahnya dipulangkan dalam kondisi tidak lengkap. Irgan berpendapat bahwa pengiriman TKI ke Malaysia seharusnya dihentikan untuk sementara waktu melihat kenyataan bahwa TKI disana diperlakukan dengan sangat buruk dan tidak manusiawi.

Irgan saat ini tinggal di daerah di kawasan Karawaci, Tangerang, bersama sang istri Dra. Hj.Wardatun Na'im dan tiga orang buah hatinya.

Pranala luarSunting