Invasi Burma ke Assam

Burma pernah menyerang wilayah Assam sebanyak tiga kali dari tahun 1817 hingga 1826. Kerajaan Assam (Ahom) sendiri jatuh ke tangan Burma dari tahun 1821 hingga 1825. Periode ini disebut "manor din" (bahasa Assam: মানৰ দিন, “hari-hari/masa Burma”) oleh suku Assam dan "Chahi-Taret Khuntakpa" (tujuh tahun kehancuran) oleh suku Meitei. Masa kekuasaan Burma dikenang sebagai masa yang penuh dengan ketakutan. Jumlah penduduk Assam menurut drastis akibat pembinasaan dan juga karena banyak yang melarikan diri ke wilayah lain. Imperium Britania awalnya tidak ingin menjajah Assam, tetapi kini mereka berhadapan langsung dengan pasukan pendudukan Burma. Setelah kemenangan Britania dalam Perang Inggris-Burma Pertama, mereka tidak hanya mengambilalih wilayah Assam, tetapi juga sebagian wilayah Burma.

ReferensiSunting

  • Baruah, S L (1993). The Last Days of Ahom Monarchy. Delhi: Munshiram Manoharlal Publishers. 
  • Gait, Edward A (1906), A History of Assam, Calcutta 
  • Harvey, G. E. (1925). History of Burma: From the Earliest Times to 10 March 1824. London: Frank Cass & Co. Ltd. 
  • Myint-U, Thant (2001). The Making of Modern Burma. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-79914-0. 
  • Myint-U, Thant (2006). The River of Lost Footsteps--Histories of Burma. Farrar, Straus and Giroux. ISBN 978-0-374-16342-6. 
  • Phayre, Lt. Gen. Sir Arthur P. (1967). History of Burma (edisi ke-2). London: Susil Gupta. 
  • Bhuyan, Dr.Surya Kumar. Tunkhungia Dynasty. Guwahati. 
  • Barbaruah, Hiteswar (1926). Ahomar Din. Guwahati.