Insolvensi adalah keadaan orang atau perusahaan yang tidak dapat membayar utang atau kewajiban keuangannya dengan tepat waktu. Perusahaan atau orang yang terkena kondisi ini dikatakan berada dalam posisi insolven. Keadaan ini dibagi dua menurut penyebabnya: Insolvensi arus kas, dan insolvensi neraca. Dalam insolvensi arus kas, orang atau perusahaan yang insolven masih memiliki aset yang cukup tetapi tidak dapat digunakan untuk membayar. Contohnya adalah seorang yang memiliki rumah atau mobil tetapi tidak punya uang tunai. Dalam insolvensi neraca, pengutang tersebut tidak memiliki aset yang cukup sama sekali, kadang orang atau perusahaan ini akan menyatakan bangkrut.

ReferensiSunting