Buka menu utama

Inskripsi Yoas (bahasa Inggris: Jehoash Inscription) adalah sebutan untuk sebuah prasasti yang memuat nama "Yoas bin Ahazia", raja Yehuda. Raja ini hidup pada abad ke-9 SM dan dicatat riwayatnya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen dalam Kitab 2 Raja-raja. Prasasti ini dilaporkan diketemukan di suatu situs konstruksi sekitar pemakaman Muslim di dekat Al-Haram asy-Syarif (bukit Bait Suci) di Yerusalem, Israel. Merupakan artefak kontroversial karena meskipun sejumlah pakar mendukung kekunoan lapisan patina pada prasasti itu, yang menguatkan anggapan bahwa inskripsi ini otentik, Israel Antiquities Authority melaporkan bahwa prasasti ini adalah hasil pemalsuan modern.[1]

Daftar isi

Teks inskripsiSunting

Transkrip

Teks bahasa Ibrani[2] Terjemahan Inggris[3] Terjemahan Indonesia
[אנכי · יהואש · בן · א]

חזיהו . מ[
הדה . ואעש . את . הב[...]
ה . כאשר . נמלאה . נד
בת . לב אש . בארץ . ובמד
בר . ובכל . ערי . יהדה . ל
תת · כסף · הקדשם · לרב ·
לקנת · אבן · מחצב · ובר
שם . ונחשת . אדמ . לעשת .
במלאכה . באמנה . ואעש
את . בדק . הבית . והקרת ס
בב . ואת . היצע . והשבכ
ם . והלולם . והגרעת . וה
דלתת . והיה . הים . הזה
לעדת . כי . תצלח . המלאכה
יצו . יהוה . את . עמו . בברכה

[I am Yeho'ash, son of

A]hazyahu, k[ing over Ju]dah,
and I executed the re[pai]rs.
When men's hearts became
replete with generosity in
the (densely populated) land and in the (sparsely
populated) steppe, and in all the cities of Judah, to
donate money for the sacred
contributions abundantly,
in order to purchase quarry
stone and juniper wood and
Edomite copper / copper from (the city of) ‘Adam,
(and) in order to perform
the work faithfully (= without corruption),—
(Then) I renovated the
breach(es) of the Temple
and of the surrounding
walls, and the storied structure,
and the meshwork, and the winding stairs,
and the recesses, and the doors.
May (this inscribed stone) become this day
a witness that the work has succeeded,
(and) may Yehovah (thus) ordain His people with a blessing.

Aku Yoas (Yehoas) bin A-

A]hazia, r[aja atas Yehu]da,
dan aku melaksanakan perb[aik]an.
Ketika hati manusia menjadi
dipenuhi dengan kemurahan dalam
tanah (yang padat dihuni) dan di padang (yang jarang
dihuni), dan di semua kota-kota Yehuda, untuk
menyumbangkan uang bagi persembahan
kudus dengan berlimpah-limpah,
guna membeli batu-batu
pahatan dan kayu juniper dan
tembaga Edom (tembaga dari (kota) ‘Adam),
(dan) guna menjalankan
pekerjaan dengan setia (= tanpa cela),—
(Maka) aku memperbaiki
retakan-retakan dalam Bait Suci
dan tembok di sekitarnya,
dan bangunan bertingkat,
dan rangka bangunan, dan tangga berputar,
dan relung-relung, dan pintu-pintu.
Semoga (batu bertulis ini) hari ini menjadi
saksi bahwa pekerjaan itu telah berhasil,
(dan) semoga Yahweh (karenanya) menganugerahi umat-Nya dengan berkat.

Tuduhan pemalsuanSunting

Reporter dari Majalah Israel Maariv, Boaz Gaon, melaporkan bahwa Unit Pencurian dari Israel Antiquities Authority mengamati "Inskripsi Yoas" dengan kecurigaan sebagai umpan mahal untuk menipu seorang kolektor utama di London. Peneliti Israel menghubungkan kartu bisnis palsu dan sebuah nomor telepon ke detektif swasta di Tel Aviv yang mengaku bekerja untuk Oded Golan, seorang kolektor yang juga mempunyai James Ossuary. Golan menyangkal bahwa ia adalah pemilik batu itu dan menyatakan bahwa pemilik aslinya adalah seorang pedagang barang anti Palestina yang tinggal di wilayah pemerintahan Palestina dan tidak bisa diidentifikasi.

Pada tanggal 19 Maret 2003, sebuah artikel di Maariv melaporkan bahwa pengadilan telah mengeluarkan surat penggeledahan untuk apartemen, kantor dan gudang sewaan Golan. Penelitian ini menghasilkan dokumen dan foto-foto Golan bersama Inskripsi Yoas. Di bawah pemeriksaan, Golan berjanji untuk menunjukkan lokasi batu itu dengan imbalan kekebalan dari tuntutan hukum.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan pada tempat penyimpanan yang disewa oleh Golan di Ramat Gan yang sebelumnya tidak diberitahukan kepada mereka. Di sana polisi menemukan berbagai artefak, segel kuno dan inskripsi-inskripsi lain dalam berbagai tingkatan pembuatan bersama-sama alat-alat yang dipakai untuk melakukan pemalsuan. Di bawah interogasi keras, Golan mengaku bahwa ia tahu mengenai Inskrispsi Yoas dan berjanji untuk menyerahkannya. Selanjutnya Golan dibawa ke pengadilan dengan tuduhan memiliki dan membuat barang palsu, khususnya "Inskripsi Yoas" tersebut.

Pada tanggal 14 Maret 2012 Hakim Yerusalem, Aharon Farkash, menyatakan "bahwa tidak ada bukti bahwa artefak-artefak utama itu dipalsukan, dan bahwa jaksa penuntut gagal membuktikan tuduhan mereka tanpa ada keraguan yang masuk akal."[4] Namun, pengadilan juga menyatakan bahwa tidak dapat disimpulkan apakah Inskripsi Yoas itu otentik dan memberi catatan bahwa seorang pembantu dari terdakwa pemalsu sudah mengaku membantu dalam proses pemalsuannya.[5][6]

Pendapat para pakarSunting

Sejarawan Israel, Nadav Na'aman, yang mempunyai teori bahwa kitab Raja-raja dapat disusun dari inskripsi-inskripsi publik, berpendapat bahwa seorang pemalsu dapat saja menggunakan teorinya sebagai dasar pemalsuan. Frank Cross dari Universitas Harvard menemukan berbagai "kesalahan" dalam ejaan dan terminologi. Yuval Goren dari Tel-Aviv University menunjukkan bagaimana pemalsuan yang meyakinkan dapat dibuat dengan metode "abrasive airbrushing". Batu itu sendiri tetap tersembunyi.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2007, Professor Chaim Cohen dari Ben Gurion University menulis, "posisi saya sejak lama mengenai keotentikan YI (Yehoash Inscription; "Inskripsi Yoas") adalah sebagai berikut: Untuk menghilangkan semua kemungkinan keraguan atas posisi saya mengenai keotentikan YI, saya hendak menekankan dari semula bahwa saya tidak tahu apakah inskripsi ini asli. Namun, saya telah mengambil sikap, tidak dapat dibuktikan secara filologis bahwa itu adalah hasil pemalsuan modern. Saya juga menambahkan bahwa jikalau YI ternyata adalah palsu, maka itu adalah pemalsuan yang paling lihai dalam pandangan saya."[7]

Victor Sasson merespon bahwa "inskripsi batu pasir ini tidak perlu merupakan catatan pertama atau asli. Jika batu itu sendiri tidak dapat secara ilmiah ditentukan tarikhnya ke akhir abad ke-9 SM, maka teks itu dapat saja merupakan salinan kemudian dari inskripsi aslinya... Kita sungguh perlu suatu Referensi mengenai kemungkinan renovasi atau restorasi suatu inskripsi. Pembuat inskripsi dwibahasa Asyur-Aram "Tell Fakhriyah", bertarikh pertengahan abad ke-9 SM, memberi kemungkinan renovasi di masa depan untuk inskripsi ini."[8]

Prof. Ronny Reich yang berperan penting dalam kasus yang dipublikasikan luas mengenai tuduhan pemalsuan ini dan salah seorang pendiri Israel Antiquities Authority menyatakan “Akhirnya, perkenankan saya untuk berperan sebagai advokat iblis dan mengatakan bahwa inskripsi ini bagi saya tampak otentik, karena sulit bagi saya untuk percaya bahwa seorang pemalsu (atau kelompok pemalsu) dapat sedemikian berpengetahuan dalam segala aspek inskripsi − yaitu, (aspek) fisik, paleografi, linguistik dan alkitabiah − sehingga mereka dapat menghasilkan objek begitu.”[9]

FotoSunting

Sumber-sumber utamaSunting

  • Neil Asher Silberman and Yuval Goren, "Faking Biblical History", Archeology magazine, September/October 2003
  • Jeffrey Chadwick, "Indications that the 'brother of Jesus' inscription is a forgery"
  • Jonathon Gatehouse, "Cashbox", 'Maclean's' magazine, March 2005
  • Sasson, Victor. King Jehoash and the Mystery of the Temple of Solomon Inscription. iUniverse, Paperback, 240 pages, March 28, 2008.
  • Sasson, Victor. Suatu respons terhadap artikel N.A. Silberman dan Y. Goren dalam bentuk surat kepada majalah Archaeology tidak diterima oleh majalah itu (tanggal surat, Oktober 2003). Akhirnya diterbitkan dalam listhost.uchicago.edu[ANE] pada awal Maret 2004. Surat ini juga terdapat dalam King Jehoash and the Mystery of the Temple of Solomon Inscription, halaman 90–92.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ http://www.haaretz.com/print-edition/news/report-jehoash-tablet-is-a-fake-1.90824
  2. ^ Regalzi, Giuseppe (February 28, 2010). "The So-Called 'Jehoash Inscription'". Associazione Orientalisti. Diakses tanggal September 16, 2012. 
  3. ^ Ilani, A. Rosenfeld S.; Feldman, H.R.; Krumbein, W.E.; Kronfeld, J. (November 2008). "Archaeometric evidence for the authenticity of the Jehoash Inscription Tablet". The Bible and Interpretation. Diakses tanggal September 16, 2012. 
  4. ^ http://www.biblicalarchaeology.org/daily/breaking-news-golan-and-deutsch-acquitted-of-all-forgery-charges/
  5. ^ Reuters Antiquities dealer acquitted of forging inscription on burial box of Jesus's brother Jerusalem Post March 15, 2012. HighBeam Research accessed May 9, 2012
  6. ^ Mixed ruling on major antiquities forgery case Jerusalem Post March 14, 2012. accessed August 31, 2012
  7. ^ Cohen, Chaim, "'Biblical Hebrew Philology In The Light Of Research On The New Yeho’ash Royal Building Inscription", in Lubetski, Meir, editor, "New Seals And Inscriptions, Hebrew, Idumean, And Cuneiform", Hebrew Bible Monographs, 8, Sheffield Phoenix Press, 2007.
  8. ^ Sasson, Victor. Philological and Textual Observations on the Controversial King Jehoash Inscription, Ugarit Forschungen Vol. 35 (for 2003 but published in 2004).
  9. ^ http://www.haaretz.com/weekend/magazine/faking-it-1.421463

Pranala luarSunting