Indra Thohir

Indra Mochamad Thohir (lahir 7 Juli 1941) atau Indra Thohir ataupun sapaan akrabnya Abah Thohir, adalah seorang pelatih sepak bola legendaris Indonesia yang terkenal pada tahun 1980-an dan merupakan salah satu bintang tim Persib Bandung pada era tersebut. Saat ini dia tercatat sebagai Pegawai Negeri /Dosen di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung jurusan FPOK.

Informasi pribadi
Nama lengkap Indra Mochamad Thohir
Tanggal lahir 7 Juli 1941 (umur 81)
Tempat lahir Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Kepelatihan
Tahun Tim
1984
1990
1994-1995
1996-1997
2001-2001
2005-2006
Persib (Asisten)
PSSI U-14
Persib Bandung
Persikabo Bogor
Persib Bandung
Persib Bandung

ProfilSunting

Dalam sejarah sepak bola Indonesia, Persib mampu memberikan banyak kontribusi, baik dalam organisasi maupun berupa materi pemain. Pada kesebelasan Nasional yang pertama tahun 1950, Persib Menyumbangkan pemain, Aang Witarsa dan Yahya. Bahkan selanjutnya bintang-bintang Persib menjadi pemain terkemuka PSSI, seperti Ade Dana, Rukma, Omo, Wowo, Sunarto, Fatah Hidayat, Isak Udin, Parhim dan lain-lain. Pada kejuaraan-kejuaraan PSSI yang diselenggarakan secara periodik, Persib dianggap “Duta Bandung”, bahkan “Duta Masyarakat Jawa Barat”. Berkali-kali sejak pertama kali tahun 1937, Persib menjadi juara nasional. Karena pakaian seragamnya biru-putih, Persib biasa diberi gelar “Pangeran Biru”, dan karena Persib dianggap pejuang Bandung, oleh masyarakat sering diberi julukan “Maung Bandung”

Salah satu pelatih Persib yang dikenal bertangan dingin dalam menangani kesebelasan ini yang mengantarkannya menjadi juara pada beberapa kompetisi sepak bola di tingkat nasional maupun kejuaraan lainnya adalah Indra Mochamad Thohir. Indra Thohir lahir di Bandung, tepatnya di kawasaan Cigereleng, Bandung Selatan pada tanggal 7 Juli 1941, dari pasangan Bapak Asik dan Ibu Omas. Suami dari Ibu Aat Ratnawati serta ayah dari 2 putera dan 1 puteri ini menyelesaikan SD serta SMPnya di Bandung. Selanjutnya Indra Thohir melanjutkan ke SGPD dan ke APD yang selanjutnya berubah nama menjadi STO/FPOK UPI.

PenampilanSunting

Penampilannya yang kalem, ditemani asap rokok kretek yang selalu mengepul dari mulutnya dan beberapa gelas kopi hitam menjadi khas penampilan keseharian pelatih yang hobi golf ini.

Menurut penuturan isterinya, Thohir yang dikenal memiliki hobi menyanyi, Dansa, serta main golf, dulu dikenal sebagai pemain Base ball Nasional, taun 1967-an, sedangkan Ceu Aat pemain Jawa Barat. Walaupun memiliki hobi yang lain di luar sepak bola, dirinya tahu diri kalau mau latihan.

Dia-pun disiplin ke anggota keluarganya. Semua puteranya mewarisi darah ayahnya dalam hal olahraga.

Karier kepelatihan dan PrestasiSunting

Prestasi "Abah Thohir" demikian dia akrab disapa, di Persib dimulai sebagai pelatih fisik dari tahun 1984. Pada tahun 1990 melatih PSSI usia 14-16tahun. Tahun 1993 dibawah kepelatihannya, Persib menjadi Juara Perserikatan, tahun 1994 membawa Persib menjadi juara Liga Indonesia I.

Sebagai pelatih, Thohir dikenal memiliki wibawa yang besar dikalangan pemain. Dalam melatih, Thohir tidak mengistimewakan pemain bintang dan tidak pilih kasih. Sebagai pelatih ia memiliki kiat, bahwa isterinya adalah isteri yang ke-2, isteri pertama adalah kesebelasan yang dilatihnya ini. Konsekuensi dari keseriusannya dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai pelatih, Thohir tidak bisa meninggalkan latihan, sehingga terkesan seperti yang tidak percaya kepada asisten. Akan tetapi, dukungan isterinya dalam menjalankan tugas sebagai pelatih PPersib cukup besar

Prestasi lainnyaSunting

Sebagai pelatih, Thohir pernah melatih Persikabo Bogor, yang menaikkan status kesebelasan ini ke Divisi Utama (tahun 1997). Beberapa catatan prestasinya melatih sepak bola, membawa dirinya untuk mengunjungi beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Taiwan dan Prancis. Pernah pula menjadi pelatih terbaik Asia waktu Persib berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia 1995 dan Pelatih terbaik versi Majalah Bola.

LainnyaSunting

Terakhir, Thohir yang rutin main golf 1-2 dalam seminggunya ini Menyampaikan saran untuk pelatih sepak bola lainnya, bahwa dalam melatih jangan pernah menjanjikan sesuatu kepada pemain serta tidak boleh menghujat pelatih lainnya.

ReferensiSunting

Profil Tohir Diarsipkan 2012-09-30 di Wayback Machine.

www.persibhistory.com Diarsipkan 2020-08-09 di Wayback Machine.