Buka menu utama

Iha, Saparua Timur, Maluku Tengah

desa di Kabupaten Maluku Tengah

Iha adalah desa di kecamatan Saparua, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Desa iha merupakan salah satu desa dari tiga buah desa di kecamatan Saparua, Maluku Tengah yang memiliki penduduk yang mayoritas beragama Islam Sunni. Iha memiliki hubungan gandong dengan Ihamahu

Iha (Noraito Amalatu)
Desa
Peta Kepulauan Lease yang meliputi 3 pulau yaitu Haruku, Saparua dan Nusa Laut

Peta lokasi Desa Iha (Noraito Amalatu)
Negara Indonesia
ProvinsiMaluku
KabupatenMaluku Tengah
KecamatanSaparua
Luas13 km2
Jumlah penduduk1000 jiwa

Negeri Iha memiliki teung hampir sama dengan gandongnya, Ihamahu yaitu Noraito Amalatu

Kilas SejarahSunting

Pada masanya dahulu, desa Iha merupakan salah satu kerajaan Islam tertua dan paling besar di jazirah Maluku bagian tengah. Namun kerajaan itu tidak begitu di kenal oleh khalayak ramai seperti pada umum nya khalayak ramai mengenal kerajaan-kerajaan Islam lain. Dikisahkan bahwa kerajaan Iha yang lama berlokasi di Gunung Amaihal, Saparua.

Negeri Iha yang Muslim adalah negeri yang memiliki hubungan gandong atau masih bersaudara kandung (satu moyang) dengan negeri tetangga, Ihamahu yang Kristen.

Pada saat pecah kerusuhan (dikenal sebagai tragedi Ambon) pada tahun 1999, warga Iha berjuang mati-matian mempertahankan desa dan masjid mereka dari serbuan negeri-negeri tetangga. Sampai pada puncaknya tahun 1999, negeri Iha dapat dihancurkan dan di masuki oleh negeri-negeri tetangga. Setelah itu, warga Iha mengungsi dengan kapal perang TNI dan sejumlah boat dan feri meninggalkan negeri tercinta dan meninggalkan harta serta masjid mereka.

Warga negeri Iha yang mengungsi akibat kerusuhan di Maluku tahun 1999 akhirnya menetap di tanah-tanah dati/petuanan negeri lain seperti Liang, Sepa, Tamilouw dan Luhu. Oleh juru bicara negeri Iha, mereka menyebutkan bahwa mungkin 20 atau 30 tahun yang akan datang abru mereka akan kembali lagi ke negeri lama.

Pengingkaran SejarahSunting

Pada masa konflik maluku 1998-2002, Iha yang bersaudara kandung (satu gandong satu moyang) dengan Ihamahu melakukan sebuah pengingkaran sejarah (Bahasa Ambon: Janji Moyang-Moyang Ee). Warga Iha menanggap bahwa Ihamahu yang merupakan gandong Iha seharusnya ikut menolong negeri itu ketika diserang oleh negeri-negeri tetangga, tetapi pada faktanya Ihamahu justru terlibat dalam penyerangan ke Iha.

ReferensiSunting