I Nyoman Cantiasa

Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han). (lahir 26 Juni 1967) adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 26 Agustus 2020 mengemban amanat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari.[1]

I Nyoman Cantiasa
I Nyoman Cantiasa, Commander of the Cassowary Military Region.jpg
Panglima Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari ke-3
Mulai menjabat
26 Agustus 2020
PendahuluAli Hamdan Bogra
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ke-31
Masa jabatan
25 Januari 2019 – 26 Agustus 2020
PendahuluEko Margiyono
PenggantiMohamad Hasan
Kepala Staf Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih
Masa jabatan
4 Desember 2017 – 29 November 2018
PendahuluHerman Asaribab
PenggantiIrham Waroihan
Informasi pribadi
Lahir26 Juni 1967 (umur 54)
Bendera Indonesia Bubunan, Seririt, Buleleng, Bali
PasanganMade Ayu Skriptyanti
Orang tua
  • I Nengah Tinggen (ayah)
  • Ni Ketut Mari (ibu)
Alma materAkademi Militer (1990)
Penghargaan sipil
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
Masa dinas1990—sekarang
PangkatPdu mayjendtni komando.png Mayor Jenderal TNI
SatuanInfanteri (Kopassus)

Cantiasa merupakan lulusan terbaik Akmil tahun 1990 dan merupakan siswa dengan Karya Tulis Terbaik Dikreg XLI Sesko TNI T.A 2014. Beliau berpengalaman dalam Infanteri (Kopassus). Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Komandan Jenderal Kopassus.[2][3]

PenugasanSunting

Saat masih Kolonel, beliau terpilih menjadi Komandan Upacara Penurunan Sang Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana merdeka pada tanggal 17 Agustus 2013.[4]

Operasi Pembebasan Sandera MapendumaSunting

Saat ia masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) Infanteri dan menjabat sebagai Wakil Komandan Sub Tim Detasemen 81 (Penanggulangan Teror) atau Sat-81/Gultor Kopassus. Nyoman dan para prajurit Kopassus sama sekali tidak menyangka, akan mendapatkan tugas membebaskan sandera di Papua yang dulu bernama Irian Jaya. Tak cuma itu, Nyoman semakin yakin jika tugas ini takkan mudah. Sebab, ada 26 orang yang menjadi sandera kelompok OPM. Yang lebih mengkhawatirkan, dalam daftar sandera ada enam orang yang merupakan Warga Negara Asing (WNA). Dua orang diantaranya dari Belanda, dan empat orang lainnya berasal dari Inggris. Sisanya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai dosen, pendeta, dan petugas kehutanan.

Setelah mendengar kabar bahwa ada puluhan sandera yang ditawan oleh kelompok OPM, Brigjen TNI Prabowo Subianto memerintahkan pasukannya untuk bergerak. Kelompok OPM yang berada di bawah pimpinan Kelly Kwalik memberikan sejumlah tuntutan. Tuntutan Kelly saat itu adalah mempublikasikan keberadaan OPM yang eksis di Papua, dan meminta Komite Palang Merah Internasional (ICRC) sebagai fasilitator dan negosiator. Kelly menolak campur tangan pihak lain, apalagi TNI yang saat itu masih bernama ABRI. Selain itu, para pemberontak Papua itu juga meminta ICRC mengirimkan logistik berupa makanan dan obat-obatan. Yang lebih gila, Kelly juga mendesak ICRC mengirim sejumlah senjata kepada OPM.

Operasi ini berakhir tanggal 9 Mei 1996 setelah penyerbuan Kopassus ke markas OPM di Desa Geselama, Mimika. Dalam penyerbuan ini, 2 dari 11 sandera ditemukan tewas, Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W. Th. Panekenan, seorang peneliti biologi.

Riwayat PendidikanSunting

  • Akademi Militer (1990)
  • Sesarcab Inf
  • Komando
  • Suslapa I
  • Suslapa II
  • Free Fall
  • Penanggulangan Teror (Gultor)
  • Suspa Intel Analis
  • Seskoad (2004)
  • Sesko TNI (2014)
  • Lemhannas

Riwayat JabatanSunting

Letnan Dua s/d Kapten
  • Danton Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad
  • Danki Yonif Linud 328 Dirgahayu/Kostrad
  • Wadan Sub Tim Den 81 Gultor / Kopassu
  • Dan Unit Den 81 Gultor / Kopassus
  • Dansubtim 2 Den 81 Gultor / Kopassus
  • Dantim Den 81 Gultor / Kopassus
  • Dantim Intel Grup 3 Sandhi Yudha / Kopassus
Mayor
  • Danseko Pusdikpassus
  • Dansepara Pusdikpassus
Letnan Kolonel
  • Pabandya Ops Makopassus
  • Danyon 811/Sat-81/Kopassus
  • Dandenma Kopassus
  • Waasintel Danjen Kopassus
  • Wadansat-81/Kopassus (2010)
Kolonel
  • Dansat 81/Kopassus (2010)
  • Danpusdikpassus[5] (2012)
  • Pamen Ahli Bid. Taktik Khusus Gultor Danjen Kopassus (2013)
  • Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko TNI)[6] (2014)
  • Danmentar Akmil (2015)[7]
  • Danrem 163/Wirasatya (2015)
Brigadir Jenderal
  • Danrem 173/Praja Vira Braja[8] (2017)
  • Kasdam XVII/Cenderawasih[9] (2017)
Mayor Jenderal
  • Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI (2018)
  • Danjen Kopassus (2019)
  • Pangdam XVIII/Kasuari (2020)

ReferensiSunting

Jabatan militer
Didahului oleh:
Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra
Pangdam XVIII/Kasuari
2020—sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Mayjen TNI Eko Margiyono
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus
2019—2020
Diteruskan oleh:
Brigjen TNI Mohamad Hasan
Didahului oleh:
Brigjen TNI Herman Asaribab
Kasdam XVII/Cenderawasih
2018
Diteruskan oleh:
Brigjen TNI Irham Waroihan
Didahului oleh:
Brigjen TNI Tri Soewandono
Komandan Korem 173/Praja Vira Braja
2017—2018
Diteruskan oleh:
Kolonel Inf Bahman
Didahului oleh:
Kolonel Arh Nurchahyanto
Komandan Resort Militer 163/Wirasatya
2015—2017
Diteruskan oleh:
Kolonel Arh I Gede Widhiyana
Didahului oleh:
Kolonel Inf Sapriadi
Komandan Resimen Taruna Akmil
2015
Diteruskan oleh:
Kolonel Inf Tandyo Budi Revita
Didahului oleh:
Kolonel Inf Santos Gunawan Matondang
Komandan Pusdikpassus
2012—2013
Diteruskan oleh:
Kolonel Inf Djoko Andoko